Observatorium Timau, Surga untuk Para Pengamat Luar Angkasa
Sumber gambar: Info Astronomy
in

Observatorium Timau, Surga untuk Para Pengamat Luar Angkasa

UGET-UGET | Kabar gembira untuk kamu yang suka dengan dunia astronomi, astrofisika dan segala sesuatu tentang luar angkasa. Menurut rencana, Pemerintah Indonesia melalui Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) akan membangun fasilitas observatorium terbesar se-Asia Tenggara.

Observatorium ini akan dibangun di Lereng Gunung Timau, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Menurut Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Lapan, Jasyanto, pemilihan lereng Gunung Timau sebagai tempat pembangunan fasilitas tersebut karena dianggap cocok dari segi iklim dan cuaca untuk diadakannya pengamatan astronomi.

“Kemarau panjang dan curah hujan rendah. Langitnya pun bersih dari polusi cahaya karena jauh dari pemukiman dan dekat dengan lintang khatulistiwa, kurang dari 10 derajat,” jelasnya seperti dilansir dari Sains Kompas.

Pembangunan fasilitas observatorium ini merupakan hasil kerja sama antara LAPAN dengan Institute Teknologi Bandung (ITB), Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Pemerintah Kabupaten Kupang. Menurut rencana, fasilitas ini akan diisi dengan teleskop modern yang menggunakan optik berdiameter 3,8 meter.

Observatorium Timau, Surga untuk Para Pengamat Bintang
Sumber gambar: Info Astronomy

Nasib Observatorium Bosscha 

Pembangunan observatorium di daerah pinggir merupakan langkah nyata dari program Nawa Cita Presiden Jokowi terkait dengan pembangunan Indonesia dari pinggiran. Hal itu dilakukan dengan cita-cita memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan.

Kehadiran fasilitas ini bisa dimaknai dan diharapkan sebagai salah satu alat untuk mengembangkan masyarakat dan pendidikan di Wilayah Indonesia Timur.

Meskipun memiliki fasilitas baru yang disinyalir bakal jadi yang terbesar di Asia Tenggara, tidak serta merta membuat fasilitas lain, seperti Observatorium Bosscha, ditinggalkan begitu saja. Keberadaan fasilitas ini adalah untuk menutupi kelemahan yang dimiliki Bosscha terkait kemampuannya untuk melihat objek redup di angkasa yang diperkirakan sudah banyak berkurang.

Menurut Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin, Observatorium Bosscha sudah terganggu oleh polusi cahaya dari kota Bandung.

Hal ini mengakibatkan kemampuan untuk melihat benda-bendar redup berkurang semakin banyak. Sedangkan dari segi lingkungan, daerah Timau yang gelap menjadikannya layak untuk digunakan sebagai ruang penelitian astronomi. Terlebih ukuran teleskop yang lebih besar.

“Bosscha masih bisa digunakan sebagai Observatorium pendidikan dan khusus untuk penelitian terhadap objek-objek terang, misal penelitian matahari,” pungkasnya.

Written by Biru Samudra

Penikmat film, sastra, musik dan penyuka bola musiman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Google Kena Denda 73 Trilliun

Google Kena Denda 73 Trilliun, Bagaimana Dengan Android Yang Kita Pegang?

Ingin Rambut Panjang?

Ingin Rambut Panjang? Perhatikan 3 Tips Berikut