Nyinyir Jadi Cara Licik untuk Jatuhkan Lawan
Sumber gambar: www.fmbuhara.com
in

Nyinyir Jadi Cara Licik untuk Jatuhkan Lawan

UGETUGET – Di zaman yang penuh persaingan ini, nyinyir menjadi cara ampuh untuk menjatuhkan orang lain. Biasanya nyinyir ditujukan untuk mereka yang nampaknya mulai menyaingi kelebihan atau popularitasmu. Dengan nyinyir, rasa hati pun menjadi lebih lega karena setidaknya telah membuatnya terlihat menjadi jauh lebih buruk.

Sayangnya dalam kelompok pertemanan, menggosip menjadi bahasan menarik yang justru makin bikin pertemanan makin seru. Untuk perempuan, membicarakan keburukan orang lain dapat difungsikan untuk menggalang pertemanan. Dengan nyinyir, rasanya seolah teman-temanmu itu selalu berada di pihakmu.

“Kenapa nggak berangkat dari tadi sih. Selalu deh kalau urusan tugas dinomorduain. Dia mah gitu, giliran pacaran aja langsung gas. Masak aku suruh kerjain dari cari data sampai sudah tak ringkas begini. Kemarin dia dengan santainya besok aku nggak berangkat pas presentasi.”
“Lah terus besok lu presentasi sama siapa?”
“Ya sendiri lah. Udah kayak seminar aja. Kesalllll.”
“Ya ampun, emang alasannya apa?”
“Tahu tuh, katanya saudaranya ke Jogja.”
“Ya terus kenapa coba kan, seenggaknya bantuin lu dikit lah ya. Parah sih itu.”
“Iya kan, emang keterlaluan.”

“Ih sebal deh sama Tyuzu, sukanya ngambilin barang orang. Kemarin dia ke kos gue, nggak bilang nggak apa ya, maskara gue tiba-tiba ada di tasnya.”
“Lah kok lu bisa tahu ada di tas dia?”
“Tasnya kan pas kebuka tuh. Nah gue lihat ada maskara dan gue yakin itu maskara gue. Soalnya ada bekas coretan yang persis sama kayak punya gue.”
“Nggak coba lu tanya?”
“Ya gue sih nggak negur dia ya, cuma sama teman sendiri kok kayak gitu tuh lho. Nggak habis pikir deh.”
“Duh musti hati-hati nih kalau ngajak dia main ke kos gue.”

“Ih dia mah pacarnya di mana-mana.”
“Kok tahu?”
“Kemarin dia pasang foto yang ono kan. Tahu nggak sih gue kemarin lihat dia jalan sama cowok. Dan gue yakin itu bukan si cowoknya itu.”
“Paling temannya kali.”
“Ih kayaknya nggak deh. Mereka tuh sampai gandengan tangan, terus peluk-peluk gitu lho. Suap-suapan segala, udah kayak pacaran. Tapi nggak tahu sih, kasihan kalau sampai cowoknya lihat.”

Nyinyir Jadi Cara Licik untuk Jatuhkan Lawan
Sumber gambar: www.fmbuhara.com

Dengan nyinyir, kamu pun memperoleh dukungan dari teman-temanmu itu. Akhirnya kamu akan merasa tenang, aman, dan lega karena dirimu telah berhasil menanamkan imej buruk pada dirinya. Namun tahukah kamu, hubungan pertemanan seperti itu tak akan membawamu pada kemajuan.

Bagaimana tidak, hal yang kamu lakukan hanyalah mengurusi hidup dan kesalahan orang lain. Padahal belum tentu perkataanmu adalah sepenuhnya fakta. Kalau sudah terlanjur menyebar hoax seperti itu, bisa saja perkataanmu akan menjadi bumerang bagi dirimu sendiri.

Padahal saat tak lagi denganmu, bisa saja mereka justru balik menyerang dan menjatuhkan dirimu.

“Ngapain coba kemarin dia nyinyir begitu. Kayak udah berasa oke aja dia. Padahal mah sendirinya suka bolos kerja kelompok.”

Karenanya dalam hubungan pertemanan, baiknya bicarakan sesuatu yang sifatnya positif saja. Bisa berupa pengalaman, cerita lucu, harapan, cita-cita, masa depan, gagasan, dan lain sebagainya. Daripada menjatuhkan orang lain. Lebih baik refleksi dirimu terlebih dahulu.

Apakah kamu memang sudah jauh lebih baik dari si dia? Karenanya, jauhkan dirimu dari sikap mengumbar kejelekan orang lain. Melainkan fokuskan pada pengembangan dirimu saja dengan terus menunjukkan kualitas diri. Dengan begitu, imejmu akan terus baik. Pun orang lain tak akan termakan nyinyiran teman terhadapmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Viral Rekaman Yanny vs Laurel, Mana yang Kamu Dengar

Viral Rekaman Yanny vs Laurel, Mana yang Kamu Dengar?

BTS Comeback Dengan Album Love Yourself 轉 Tear

BTS Comeback Dengan Album Baru Love Yourself 轉: ‘Tear’