Jika Nicholas Saputra Jadi Driver Go-Jek
Sumber gambar: www.liputan6.com
in

Jika Nicholas Saputra Jadi Driver Go-Jek

UGET UGET – Setidaknya ada dua kemungkinan yang terjadi jika Nicholas Saputra a.k.a Rangga mendaftar dan diterima sebagai Driver Go-Jek. Pertama, pesanan Go-Food akan meningkat drastis. Hal itu berbanding lurus dengan munculnya banyak Cinta yang mendelik, “Rangga, apa yang kamu lakuin ke aku, itu jahat.”

Itu hanya angan-anganku saja. Bisa jadi iya, bisa tidak. Toh tidak mungkin Rangga, cowok cool dan clean rela berpanas-panas di jalan. Kecuali mungkin jika ditawari endorse dengan gaji tinggi atau sedang syuting reality show bertema ojek online.

Aku membayangkannya setelah bertemu dengan banyak kawan, sedikit curhat tentang bagaimana mendapatkan fresh money dengan cepat. Baik kawan laki-laki atau perempuan, semuanya menyarankan mendaftar jadi driver ojek online. Realistis. Ojek online memang semakin dibutuhkan oleh masyarakat sekarang, efisien dan murah.

Yang tidak realistis bagiku adalah tips yang mereka ajukan untuk dapat pelanggan yang banyak. Kata mereka, kalau foto di tampilan awal bagus, pasti banyak yang order. Nah, menurut mereka, entah kawan laki-laki atau perempuan, kalau aku difoto dengan tatapan mata yang cool, potongan rambut dan setelan pakaian yang clean dan sepertinya selalu memakai parfum, pasti banyak perempuan yang order.

Ini terkait dengan pilihan. Di tampilan platform Go-Jek, ada dua tawaran yang diajukan. Pertama foto, kedua jenis motor. Setahuku, foto gunanya untuk mengenali si driver jika bertemu. Jenis motor menurutku sebagai pertimbangan memilih driver A atau B. Sebab jenis motor menandakan kenyamanan. Kalau tarikannya halus, tentu kita sebagai penumpangnya merasa nyaman.

Para penumpang ternyata lebih memilih penampilan driver ketimbang kenyamanan motor. Entah bagaimana pencitraan tetap mengalahkan kegunaan. Atau pencitraan lebih berguna buat si jomblowati?

Begitulah aku berangan-angan. Jika saja Rangga jadi driver Go-Jek, pasti banyak yang order. Mau merk motornya RX King yang suaranya sangar tapi kalah kencang dari Mio Sporty, pasti banyak yang order. Mungkin untuk ditumpangi, tapi bayanganku lebih banyak yang mau pesan Go-Food. Kenapa? Bayangkan saja, pesan makanan plus minuman, diantarkan Rangga, dan makan berdua dengannya. Romantis bukan? Unch, apalagi kalau tujuan ordernya di Bukit Bintang.

Ada yang bahagia, ada pula yang cemburu. Bisa dibayangkan, berapa banyak perempuan yang menginginkan untuk berduaan dengan Rangga. Sementara Rangga hanya bisa meladeni berapa perempuan setia hari. Mungkin Rangga akan pilih-pilih juga, kalau yang order cantik bisa diladeni setiap hari. Tapi yang tidak cantik, nasibnya bagaimana? “Rangga, itu jahat.”

Tapi yang paling cemburu adalah driver yang lain. Go-Jek menerapkan sistem tembak driver. Artinya, yang memilihkan driver adalah pihak Go-Jek. Kalau si pengorder terima, maka si driver akan segera datang. Nah, kalau semua yang order maunya dengan Rangga, pasti si driver yang dipilihkan Go-Jek akan di-cancel. Selain penghasilannya tertunda, tentu rating-nya akan turun.

Pada saat banyak driver yang penghasilan dan rating-nya menurun serta tak dapat bonus, kubayangkan mereka akan datang berbondong-bondong layaknya para pendemo. Mereka mengendarai motor dengan knalpot bogar, berenampilan layaknya preman. Mereka akan membawa spanduk beragam warna dan ukuran, namun dengan satu tulisan, “Rangga, apa yang kamu lakuin ke aku, itu jahat.”

Nasib Rangga tidak akan lama bertahan sebagai driver. Orang sepertinya pasti akan merusak pasar yang dibangun dengan penuh keringat. Untung saja ini hanya terjadi dalam angan-anganku.

Untungnya pula, di zaman milenial ini, produsen-produsen kosmetik juga menembak pasar laki-laki. Jadinya, banyak Rangga dengan tatapan mata yang cool, potongan rambut dan wajah yang clean. Meski ternyata itu hanya ada dalam foto.

Di jalanan, hampir semua driver menutup wajahnya dengan masker, menggunakan jaket hijau-hitam yang apek karena harus dipakai tiap hari dan tak mungkin dicuci, serta keringat yang bercucuran akibat terik matahari.

Tapi tetap saja orang lebih melihat foto ketimbang jenis motor. Akhirnya, pada ulasan-ulasan Go-Jek, aku tak pernah membaca keluhan tentang ketidaknyamanan motor. Jadinya, motor apa saja bisa digunakan oleh driver.

Semua untung. Hanya Rangga yang jahat, kata Cinta.

Sumber gambar: www.liputan6.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Salah Satu Ciri Cowok Setia Tak Suka Mempermainkan Hati Perempuan

Salah Satu Ciri Cowok Setia: Tak Suka Mempermainkan Hati Perempuan

Atif dan Peristiwa Sehari-Hari yang Harus Ditulis

Atif dan Peristiwa Sehari-Hari yang Harus Ditulis