uget uget Ngayogjazz Bisa Menjadi Vaksin Demam Musik Jazz dan Tumbuhnya Ruang Publik
Sumber gambar: www.satuharapan.com
in

Ngayogjazz Bisa Menjadi Vaksin Demam Musik Jazz dan Tumbuhnya Ruang Publik

UGET UGET – ‘Wani Ngejazz Luhur Wekasane’ diambil menjadi tagline gelaran musik jazz: Ngayogjazz 2017 yang akan diadakan 18 November nanti di Kledokan, Selomartani, Kalasan, Yogyakarta pukul 10.00-22.00 WIB.

Bertemakan perjuangan akan ada lima panggung meramaikan acara ini, yaitu Doorstoot, Gerilya, Markas, Serbu, dan Merdeka. Siapapun yang berani memberikan kontribusi dan apresiasinya pada jazz akan mendapatkan kemuliaan.

Tagline tersebut sekaligus dipinjam dari pepatah Jawa ‘Wani Ngalah Luhur Wekasane’ yang bermakna siapa saja yang berani mengalah akan mendapatkan kemuliaan. Ngayogjazz berusaha menyentil siapapun yang selalu mengedepankan egonya, ingin menang sendiri, dan menghalalkan segala cara demi mencapai keuntungan pribadi.

Djaduk Ferianto yang menjadi inisiator Ngayogjazz mengajak pengunjung untuk belajar kehidupan riil masyarakat desa. “Kita datang ke sana belajar pada desa itu, bagaimana melihat desa bina karakter. Membaca Indonesia mutakhir, di mana tidak ada kekuasaan tunggal,” begitu ucapnya pada konferensi pers yang diadakan Kamis (16/11) di Hotel Innside.

Ngayogjazz Bisa Menjadi Vaksin Demam Musik Jazz dan Tumbuhnya Ruang Publik uget uget
Foto: Elisabet Selsyi – ugetuget.com

Ngayogjazz menjadi salah satu dari tiga event jazz di Yogyakarta yang memiliki orientasinya yang khas. Ngayogjazz sebagai acara nonprofit ingin mengisi jagat seni musik dengan melibatkan masyarakat. Untuk tahun ini, pihak Ngayogjazz menemukan Kledokan dengan masyarakatnya yang sadar betul akan akses yang mereka miliki.

Kledokan dekat dengan monumen perjuangan Taruna Plataran, sebuah tempat bersejarah pada masa pertempuran agresi militer II. Kledokan juga khas dengan budaya gotong royongnya serta anak mudanya yang luar biasa. Kledokan juga mempunyai paguyuban Guyub Greget Gayeng (3G) yang dinilai Garin Nugroho, produser dan sutradara ternama Indonesia, sebagai esensi penting yang dimiliki masyarakat untuk dapat menghidupkan suatu acara.

Garin percaya acara ini mampu menyatukan masyarakat urban dan lokal, yang dapat menumbuhkan spirit perjalanan hidup baru. Ngayogjazz diharapkan menjadi vaksin-vaksin cerdas yang dapat menghidupkan wilayah ruang publik. Ruang publik yang dimaksudnya di sini adalah yang melibatkan partisipasi masyarakat sehingga ruang publik tidak melulu mainstream di pusat kota.

Ngayogjazz Bisa Menjadi Vaksin Demam Musik Jazz dan Tumbuhnya Ruang Publik
Foto: Elisabet Selsyi – ugetuget.com

Gelaran Ngayogjazz yang sudah memasuki tahun ke 11 ini selalu bersikap adaptif dengan kultur masyarakat dan geografis desa. Inilah yang dipandang Garin jarang terpikir oleh acara-acara lain. Ngayogjazz tak lupa mendorong tuan rumah untuk turut menampilkan kesenian tradisinya.

Untuk Dusun Kledokan kali ini, akan ada Kirab Bregada Seloaji dan Gejog Lesung Tjipto Suoro sebagai wujud persembahan warga. Panggung pun bisa diadakan di rumah penduduk, sudut jalan, bawah pohon. Sikap adaptif inilah yang menjadi nilai lebih gelaran ini.

Ngayogjazz pun diharapkan dapat menimbulkan vaksin demam jazz sekaligus menjadi vaksin tumbuhnya ruang produksi dan kreatif. Bahkan Garin menilai acara Ngayogjazz ini menjadi salah satu acara yang baik proses penggarapan maupun output-nya bagus.

Sumber gambar: www.satuharapan.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Perjuangan Ayah: Mantra Dan Permata Surga Dari Desa

Perjuangan Ayah: Mantra Dan Permata Surga Dari Desa

Kehilangan Sosok Gavin Kwan Di Laga Uji Coba Timnas U-23 VS Suriah

Kehilangan Sosok Gavin Kwan Di Laga Uji Coba Timnas U-23 VS Suriah