Museum Sisa Hartaku, Sisa-Sisa Keganasan Gunung Merapi
Sumber gambar: zhwart.xyz
in

Museum Sisa Hartaku, Sisa-Sisa Keganasan Gunung Merapi

UGET UGET – Museum Sisa Hartaku, demikian namanya. Terdengar sangat unik untuk nama sebuah museum yang biasanya dinamai dengan nama formal atau nama yang menunjuk pada peristiwa-peristiwa sejarah yang besar. Tetapi baiklah. Namanya memang unik, namun untuk menjadi destinasi wisata, museum ini sangatlah cocok bagi siapa saja.

Museum Sisa Hartaku memang bukan museum pada umumnya. Sebab museum ini dimiliki oleh perorangan dan tidak menjadi bagian dari aset negara. Pemiliknya bernama Pak Riyanto, demikian ia sering dipanggil oleh orang-orang di sekitar museum di Desa Kepulharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Koleksi museum ini tak kalah unik dari namanya. Jika biasanya kita menemukan benda peninggalan sejarah di dalam museum, maka museum Pak Riyanto ini semuanya adalah barang-barang rongsokan dan tak terpakai lagi. Di semua barang itu ada satu ciri yang sama, semuanya adalah benda-benda yang masih tersisa dari dahsyatnya semburan debu vulkanik Gunung Merapi.

Ya, Museum Sisa Hartaku adalah museum pribadi Pak Riyanto yang mengoleksi harta bendanya sendiri yang termakan oleh debu vulkanik Gunung Merapi pada tahun 2010 lalu. Sisa Hartaku berarti sisa-sisa perabotan rumah yang masih bisa didapatkan oleh Pak Riyanto, namun sudah tidak mungkin lagi untuk dipakai sebagaimana layaknya.

Ada bangkai motor yang habis dilahap erupsi, tulang belulang manusia, bangkai sapi yang hangus, hingga sisa gamelan yang tidak mungkin lagi untuk dipakai dalam acara wayangan. Dan yang paling bersejarah buat saya adalah sebuah jam dinding yang dipasang di salah satu dinding museum. Jam itu menunjuk pada angka 12.04.42, menandakan waktu datangnya awan panas ke rumah tersebut setelah sebelumnya Pak Riyanto dan keluarganya telah berhasil dievakuasi.

Seperti yang kita tahu dan lihat dalam televisi ketika itu, erupsi Gunung Merapi banyak memakan korban, mulai dari Mbah Marijan (juru kunci Gunung Merapi), sapi-sapi yang hangus tanpa bisa dimakan, hingga perumahan yang tertimbun debu dan tak lagi bisa dikenali jikalau tanah itu dulunya sebuah pemukiman.

Letak Jogja yang berada di antara Gunung Merapi yang setiap saat bisa menghemburkan debu vulkanik yang mampu memanggang sapi dalam satu kedipan, serta pantai selatan dari Samudra Hindia yang sangat berpotensi dan raman gempa serta tsunami.

Museum Sisa Hartaku mulai dikerjakan oleh Pak Riyanto pada tahun 2011, dengan bertempat di bekas rumahnya sendiri. Kini, museum itu menjadi salah satu museum yang perlu untuk dikunjungi di sekitaran Gunung Merapi. Tarifnya pun sangat ekonomis. Kamu cukup memasukkan uang ke dalam sebuah kotak yang dipasang di pintu depan, seikhlasnya.

Sumber gambar: zhwart.xyz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Wadi Hanifa, Lembah Indah di Kota Riyadh

Wadi Hanifa, Lembah Indah di Kota Riyadh

Slugabed Sebutan Buat Si Pemalas yang Mager Beranjak dari Kasur

Slugabed: Sebutan Buat Si Pemalas yang Mager Beranjak dari Kasur