uget uget - MotoGP Marquez dan Tikungan Tega
Sumber gambar: www.motogp.com
in

MotoGP Marquez dan Tikungan Tega

UGETUGET – MotoGP Marquez – Siang itu di sebuah kota bekas kekaisaran Romawi, kembali terjadi peperangan besar. Perang antara raja muda Spanyol melawan sisa-sisa pasukan Romawi. Dan pada akhir peperangan, di bawah gerimis yang turun, Kaisar Roma mesti mengakui kekuatan raja muda dari Spanyol.

Jangan berpikir bahwa ini merupakan catatan peristiwa sejarah. Itu tidak punya hubungan sama sekali. Akan tetapi, perasaan memang suka ikut campur. Akibatnya, berita olahraga yang seharusnya hadir dengan segar malah jadi melankolik.

Bukan perasaan dengan perempuan (apalagi Mimi peri cantik). Akan tetapi perasaan gagal melihat Rossi balapan di kandang sendiri, ditambah Petruci (pebalap Italia) yang malah ditikung Marquez pada akhir-akhir balapan. Sakitnya tuh kayak pengen makan Indomie dobel, tapi gak punya uang buat beli.

Ibarat naksir cewek, udah nyerah karena tahu diri, kemudian ceweknya ngasih harapan. Pas dikejar, malah si cewek udah jadian sama cowok lain.

Begitulah kira-kira yang dirasakan masyarakat Italia yang menyukai Moto GP. Harapan mereka yang amat besar untuk melihat Valentino Rossi menggeber YZR M1nya, kandas begitu saja. Mirisnya, kekandasan harapan mereka disebabkan cidera Rossi yang didapat dari motocross.

Lagi pula, mengapa pula Rossi itu pakai acara balap motocross segala. Sudah tahu motor yang biasa dia pakai itu bukan motor yang bisa belok, eh malah nyoba yang bisa belok. Rossi pengen belajar jadi tukang nikung kali yak.

Pun dengan pebalap Italia lain yang seharusnya dapat menjadi pelipur lara. Kenyataannya, tidak ada yang dapat menggantikan Rossi menjaga kehormatan orang Italia di Aragon. Bukan hanya gagal, malah ada yang memalukan.

Harapan yang sempat diberikan oleh Petruci sepanjang balapan, kenyataannya masih belum sesuai. Ia mesti kena tikung di saat-saat terakhir menjelang garis finis. Sakitnya itu enggak tahu di mana.

Pun saya juga tidak tahu apakah Marquez yang terlalu bagus, atau rivalnya yang terlalu buruk. Bayangkan saja coba, dari lebih dua puluh rider, hanya Petruci yang bisa mengulur waktu untuk tidak segera kena tikung.

Toh pada akhirnya harus kena tikung juga. Ini gara-gara gak ada Valentino Rossi. Ada teman saya yang bilang begitu. Ada pula yang menyalahkan lintasan yang tidak kering, alias basah. Ada lagi yang berkomentar Marquez mengendarai motornya terlalu ngebut.

Dari sekian banyak kemungkinan, semuanya memang dapat dibenarkan. Kalau saja ada Rossi, mungkin akan berbeda hasil akhirnya. Marquez juara satu, kemudian Rossi podium dua misalnya.

Kalau lintasan kering, bisa jadi Lorenzo tidak akan tergelincir. Dan sebelum menikung Petruci, Marquez akan terlebih dahulu menyalip Lorenzo. Dan kalau saja Marquez tidak mengendarai motornya terlalu ngebut, bisa jadi dia tidak akan jadi pembalap. Dan tikungan maut di detik-detik terakhir sudah pasti tidak akan pernah ada.

MotoGP Marquez yang syahdu.

https://www.youtube.com/watch?v=L5iby81mXNA

Sumber gambar: www.motogp.com

Permadi Suntama

Written by Permadi Suntama

Pengamat sepakbola Jepang. Sering nonton bola lewat live score.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Pingin Nikah Muda Kayak Salmafina Khairunissa & Taqy Malik

Pingin Nikah Muda Kayak Salmafina Khairunissa Dan Taqy Malik?

uget uget - Video Bu Iriana Lucu saat Membenahi Rambut Jokowi- Viral

Video Bu Iriana Lucu saat Membenahi Rambut Jokowi: Viral