ugetuget.com -- mobil swakemudi google yang imut
in

Mobil Swakemudi Google: Beli Yuk

UGETUGET —¬†Dengan asumsi kalau saya punya uang, saya akan mempertimbangkan untuk membeli mobil swakemudi Google. Ada beberapa alasan kuat untuk itu.

Pertama-tama dan yang terutama, untuk urusan setir-menyetir mobil, saya hanya bisa maju mundur, belok kanan kiri sedikit-sedikit, dan menjalankan mobil selambat keong.

Mobil semewah dan secanggih apa pun — dan tentunya kalau saya punya uang untuk membelinya — tidak akan berhasil menggoda saya untuk memensiunkan motor saya yang sudah sepuluh tahun usianya.

Jadi, saya akan dengan senang hati mobil swakemudi Google — kalau punya uang.

Manusia adalah pengemudi yang buruk
Menurut laporan WHO, The Global Report on Road Safety, Indonesia menduduki peringkat ketiga di Asia, di bawah Tiongkok dan India, dengan total 32.379 total kematian akibat kecelakan lalu lintas di tahun 2015.

Tapi, kalau dilihat dari presentase statistik dari jumlah populasi, Indonesia menduduki peringkat pertama dengan angka kematian 0,015 persen dari jumlah populasi di bawah Tiongkok dengan persentase 0,018 dan India 0,017 persen.

WHO juga merilis data bahwa regulasi lalu lintas di Indonesia tidak begitu tegas mengatur tentang praktik mengatur kecepatan dalam berkendara, mengemudi di saat mabuk, memakai helm, penggunaan sabuk pengaman, dan keamanan anak selama berkendara.

Bayangkan kalau semua mobil tidak dikemudikan spesies yang begitu berbahaya seperti manusia!

Mobil Swakemudi Google Sangat Jinak
Mobil swakemudi Google sungguh tidak berbahaya, walaupun kita tetap harus berhati-hati. Mobil ini berjalan sangat lambat dan hati-hati. Para pengendara lain pasti jengkel dengan mobil ini.

Mobil yang sejauh ini sudah diuji di lingkungan Mountain View, markas Google, berjalan seperti mobil yang dikemudikan orang yang baru belajar menyetir.

Tapi, perangkat lunak di dalamnya pernah juga ditingkatkan taraf agresifnya. Sepertinya, uji coba agresif ini menimbulkan suara mendecit dan mengerem yang gaduh — dan banyak orang ketakutan.

Walaupun tidak praktis di jalan umum, tapi jujur saja saya juga tetap ingin mengalami sensasi naik mobil ugal-ugalan seperti itu.

Mobil Swakemudi adalah makhluk yang imut
Armada mobil baru Google jelas dirancang dengan tujuan agar bikin orang jatuh cinta. Otak manusia terbiasa untuk memperlakukan objek apa pun dengan hati-hati kalau objek itu mirip makhluk hidup.

Berbagai studi psikologi mengungkapkan bahwa orang akan kurang cenderung menyakiti objek yang memiliki wajah. Para partisipan dengan senang hati akan menumbuk kentang dengan palu, tapi akan berpikir sejenak kalau kentang itu didandani dengan gambar mata dan rambut palsu.

Dengan sosok mobil yang imut, Google berharap agar para pengendara lain bersikap kurang agresif terhadap mobil ini. Lagi pula, mobil swakemudi ini memang dirancang untuk jarak menengah, bukan menjadi pendekar jalanan, dengan kecepatan maksimal hanya 25 mil per jam.

Mobil swakemudi Google belum selesai dan tidak/belum sempurna

Mobil ini dilengkapi dengan berbagai sensor dan perangkat lunak yang mengumpulkan data dan belajar dari himpunan data itu untuk memberikan respons.

Sepertinya, sejauh ini, belum cukup banyak data yang dihimpun oleh perangkat lunaknya. Mobil ini masih bingung ketika melihat seorang pejalan yang memberikan aba-aba yang meragukan saat hendak menyeberang.

Nah, di sinilah hal yang sifatnya manusiawi terjadi. Mobil menunggu si pejalan menyeberang, tetapi si pejalan bisa jadi justru menunggu si mobil jalan lebih dulu.

Jadinya, saling menunggu.

Mobil Google menggunakan bauran pemetaan laser 3D, GPS, dan radar sebagai sensornya untuk menganalisis dan menafsirkan lingkungan sekitar.

Tapi, mobil ini belum bisa melintasi jalan yang sedang diperbaiki, atau melintasi salju, apalagi jalanan di Indonesia yang berlubang-lubang.

Mobil swakemudi bikinan Google memang canggih, dan akan semakin canggih, tapi mungkin orang Indonesia belum membutuhkannya. Saya yakin, sensor mobil itu akan hang saat berada di jalanan Indonesia yang, walaupun berlubang-lubang, sudah seperti sirkuit balap, dengan tingkat pelanggaran yang sudah mencapai taraf super akut ekstrem.

Written by Justme Shasha

Sedang belajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

uget uget - Jendela Rumah Kita: Serial yang Kamu Harus Tahu

Jendela Rumah Kita: Serial yang Kamu Harus Tahu

ugetuget.com - sunset pantai samas yang cantik

Sunset Pantai Samas yang Cantik: Ke Sini Yuk