Miris! Pelaku Pembacokan Mahasiswa UGM Masih di Bawah Umur
Sumber gambar: tribunnews.com
in

Miris! Pelaku Pembacokan Mahasiswa UGM Masih di Bawah Umur

UGETUGET – Apakah Jogja berhati aman dan nyaman? Saya rasa belum. Kasus pembacokan mahasiswa UGM ini menjadi bukti bahwa sampai saat ini Jogja masih belum aman untuk masyarakat.

Belum lama ini muncul kasus klithih dan menyebabkan salah satu mahasiswa UGM menjadi korbannya. Kejadian berlangsung ketika korban bersama teman-temannya membagikan santap sahur di sekitar Simpang Empat Mirota Kampus, Jalan C. Simanjuntak pada hari Kamis (7/6/2018).

Setelah acara bagi-bagi santap sahur usai, korban bersama temannya memutuskan untuk segera pulang. Saat perjalanan pulang, mereka diteriaki oleh pelaku dan saat itu juga pelaku langsung menodongkan senjata tajam ke korban.

Korban mengalami pendarahan akibat sabetan senjata tajam tersebut. Korban pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Sardjito, namun nyawanya tidak bisa ditolong.

Mirisnya lagi, para pelaku masih di bawah umur. Mereka melakukan perbuatan yang sangat keji tersebut lantaran ingin balas dendam.

Dulunya pelaku juga pernah jadi korban. Pelaku juga masih ingat dengan jenis motor yang dikendarai oleh orang yang pernah membacoknya.

Lantaran saat itu pelaku menemukan motor yang ditumpangi mahasiswa UGM tersebut jenisnya sama dengan jenis motor yang dikendarai orang yang membacoknya dulu, ia pun langsung melakukan aksinya.

Pelaku langsung menodongkan senjata tajam dan akhirnya ia membacok mahasiswa UGM tersebut dengan clurit. Sabetan cluritnya mengenai punggung si korban.

Menurut Kapolsek, korban mengalami luka bacok di punggung sebelah kiri dengan panjang luka sobeknya sekitar 9cm dan kedalaman lukanya sekitar 8cm.

Sementara itu, Iva Aryani selaku Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM mengatakan bahwa korban memang merupakan mahasiswa UGM.

Sumber gambar: tribunnews.com

“Iya benar, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) jurusan Sastra Inggris, angkatan 2010. Kita semua berduka. Tadi almarhum dilepas oleh Wakil Rektor Pendidikan Pengajaran dan Kemahasiswaan UGM di RS Sardjito,” ungkapnya.

Pelaku yang masih di bawah umur akhirnya berhasil ditangkap. Berdasarkan informasi dari akun @poldajogja, pelaku yang berjumlah dua orang berhasil diamankan. Keduanya merupakan warga Jogja yang usianya masih belia, yaitu 16 tahun dan 19 tahun.

Mereka berhasil diamankan beserta empat buah senjata tajam yang salah satunya digunakan untuk melukai korban, serta satu buah motor matic.

Mendengar berita yang sangat ngeri tersebut membuat kita merasa bahwa Jogja seakan tidak berhati aman dan nyaman lagi. Kasus klithih ini sungguh sangat mengerikan apalagi sampai menyebabkan korban meninggal dunia.

Pelaku yang masih anak-anak juga bikin ngelus dada. Mereka yang seharusnya masih fokus sekolah tapi malah memiliki niatan yang buruk seperti itu.

Semoga ke depannya tidak ada kasus klithih lagi di Jogja. Kembalikan Jogja yang berhati aman dan nyaman!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Pentingnya Beres Beres Kamar yang Bermanfaat Untuk Kesehatanmu

Pentingnya Beres Beres Kamar yang Bermanfaat Untuk Kesehatanmu

5 Tips Aman Meninggalkan Rumah Saat Mudik Lebaran

5 Tips Aman Meninggalkan Rumah Saat Mudik Lebaran