Karena Minum Teh Pucuk Kurang Greget, Dua Remaja Ini Memilih Minum Spiritus
Sumber gambar: sebarr.com
in

Karena Minum Teh Pucuk Kurang Greget, Dua Remaja Ini Memilih Minum Spiritus

UGET UGET – Korban minuman keras oplosan kali ini berasal dari Sukabumi. Korban berjumlah 2 orang dengan jenis kelamin perempuan. Keduanya masih berusia di bawah 15 tahun. Awalnya mereka tertarik minum spiritus karena merasa bahwa Teh Pucuk Harum sudah tidak greget lagi.

Akhirnya karena merasa sudah bosan dengan yang itu-itu saja, kedua remaja ini akhirnya memutuskan untuk meminum miras oplosan spiritus bersama dengan 8 orang teman laki-laki yang baru saja dikenal di sosial media.

Setelah malam hari mereka berpesta miras oplosan spiritus, siang harinya kedua remaja putri ini merasa pusing dan hilang kesadaran. Yang pertama meninggal setelah adzan Dzuhur dan yang kedua meninggal setelah adzan Ashar. Singkatnya ke-2 wanita ini akhirnya meninggal dunia.

Apa mereka tidak membaca di sosial media efek dari miras oplosan? Sudah banyak sekali korban berjatuhan di seluruh Indonesia karena miras oplosan. Sebenarnya apa yang dicari dengan minum miras oplosan berjenis spiritus? Apakah karena ajakan teman atau ingin sensasi lebih?

Karena Minum Teh Pucuk Kurang Greget, Dua Remaja Ini Memilih Minum Spiritus
Sumber gambar: sebarr.com

Menurut pendapat saya pergaulan bisa membentuk karakter seseorang. Dia bisa memiliki sebuah karakter karena bergabung dalam suatu komunitas tertentu. Seperti itu efeknya akan menular.

Jika seseorang memiliki komunitas yang baik, sopan dan tidak neko-neko bisa dipastikan dia memiliki karakter yang serupa. Tetapi jika bergaul dengan komunitas yang buruk, sudah tentu akan ketularan buruk juga. Itu adalah hukum alam.

Makanya, orang tua kita selalu berpesan untuk memilih teman yang baik. Jangan bergaul dengan A, jangan bergaul dengan B, tetapi bergaulah dengan C yang memiliki sifat yang baik. Kira-kira seperti itu pesan orang tua kita

Parahnya, pesan moral seperti ini dianggap sudah kuno. Setelah berkenalan dengan sosial media dan efek buruknya, kedua remaja ini mulai melupakan pesan orang tua tadi dan mulai menjunjung tinggi kebebasan bergaul. Akhirnya cukup sampai 15 tahun saja usianya.

Kesimpulannya adalah hampir 90% saya menebak mereka minum oplosan miras spiritus karena ajakan teman. Sedangkan tebakan yang kedua yaitu ingin sensasi berbeda atau lebih. Tapi alasan kedua kurang kuat karena jarang sekali ada orang yang minum miras oplosan sendirian. Biasanya dilakukan secara berjamaah.

Mulai hari ini saya ingin menegaskan kepada kaum milenial bahwa miras oplosan itu adalah racun. Kalau ingin tahu, bahan pembuatannya benar-benar ekstrem. Ada yang mencampur dengan obat sakit kepala, lotion anti nyamuk, spiritus bahkan obat pembersih lantai. Bisa dikatakan bahwa seluruh bahan tadi bukanlah makanan. Ayolah, zat seperti itu bukan makanan atau minuman sehat. Sadarlah.

Kalau ada penjual miras oplosan yang menawarkan dagangannya, Anggap saja mereka sedang menawarkan racun kepadamu. Apakah ada manusia di bumi ini yang mau menelan racun secara sadar? Mungkin hanya Romeo yang ada di cerita fiksi Romeo dan Juliet yang mau menelan racun. Tapi ini dunia nyata. Masih ada minuman yang lebih enak dibandingkan miras oplosan.

Sumber

Written by Bimo

Web developer, menggunakan CakePHP sebagai inti pengembangan situs dan wordpress untuk bermain blog. Kadang-kadang menulis, coding. Suka bersepeda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Satu Kaki Sudah di Final, Real Madrid Tidak Mau Kecolongan Lagi

Satu Kaki Sudah di Final, Real Madrid Tidak Mau Kecolongan Lagi

Titik Berbahaya Arsene Wenger

Titik Berbahaya Arsene Wenger