Menyingkap Rahasia Kebusukan di Novel House of Lord
Sumber gambar: kautsar.co.id
in

Menyingkap Rahasia Kebusukan di Novel House of Lord

UGETUGET Didahului pertentangan yang amat kuat dalam novel yang dituliskan oleh Zhaenal Fanani. Novel yang bercerita tentang ide gila seorang arkeolog terkenal, akademisi, filantrop, bangsawan, ahli sejarah, dan kandidat kurator Wing Shape Zayed National Museum Abu Dabi, yang memiliki nama Profesor Sondre Vegard.

Pemikiran Vegard terobsesi hasrat menjadi orang pertama yang mendahului dalil-dalil dalam kitab suci berkenaan dengan keabadian Kakbah. Sekaligus, Vegard juga bermaksud akan menunjukkan terhadap Profesor Sybil Balqizh opininya perihal Kakbah lebih berlaku, valid, dan sahih.

Jalannya adalah dengan menempatkan dua senjata pemusnah massal di depan pintu Kakbah dan di puncak tertinggi Makkah Clock Royal Tower yang berada tepat di depan Masjidil Haram.

Untuk menjalankan rencana buruknya tersebut, Vegard membungkusnya dengan tipu muslihat yang sangat halus dan terlihat simpatik.

Ia menemui Raja Abdullah. Vegard menawarkan hasil pemikirannya. Raja Abdullah setuju karena gagasan Vegard akan membuka tabir siapa orang-orang yang hendak mengambil pemerintahannya.

novel house of lord
Sumber gambar: kautsar.co.id

“Raja Abdullah tahu bahwa kepemimpiannya akan segera berakhir. Ia pun sadar, transisi di masanya adalah peralihan kekusaan yang sangat berat di pentas sejarah pemerintahan Arab Saudi, karena penggantinya akan menjadi penanda berakhirnya generasi kedua Bani Saud. Setelah itu generasi ketiga Bani Saud akan tampil di atas panggung kekuasaan.” (halaman 361).

“Raja Abdullah juga paham ketidaksabaran sebagian generasi ketiga Bani Saud untuk segera mengambil-alih pemerintahan. Bahkan, sebagian dari mereka telah memperlihatkan ketidaksabarannya secara terang-terangan. Dari tempat persembunyiannya di Jerman, Khalid bin Farhan telah mengumandangkan pernyataan perang. Kaum oposisi mulai mendapatkan tempat. Embusan angin Spring Arab mulai bertiup dan menimbulkan letupan-letupan.” (halaman 361).

Banyak kritik skenario yang direncanakam oleh Vegard amat matang, dan melibatkan banyak tokoh dari berbagai negara.

Untuk melancarkan rencananya, Vegard pun tak takut membunuh orang-orang yang dianggapnya dapat menjadi penghalang baginya. Dua senjata pemusnah massal sudah ditempatkan di pintu Kakbah dan di puncak Makkah Clock Royal Tower.

Pada waktu yang sama, kelompok Komando Revolusioner Al-Saudiah yang dipimpin Mansour bin Farhan, saudara laki-laki Khalid bin Farhan mengambil alih Istana Al-Yamamah dan keesokan hari akan mendeklarasikan pemerintahan baru menggantikan Raja Abdullah.

“Inilah rencana lain di balik rencana yang ditawarkan Vegard kepada Raja Abdullah. Jika pernyataannya benar, berarti teror Makkah adalah upaya untuk mengalihkan perhatian” (halaman 358).

“Semua ini di luar dugaan dan mengejutkan. Semua ini sandiwara untuk sebuah revolusi.”(halaman 360). Rencana makar jahat Vegard hanya hitungan detik akan berhasil. Namun, ada seseorang yang menghentikan langkahnya? Siapakah orang tersebut? Lalu, bagaimana akhir dari misi besar Vegard?

Tersisip banyak kritik, khususnya untuk pemerintahan Arab Saudi yang belakangan terus membangun bangunan-bangunan megah di sekitar Kakbah. Hal yang juga dikritik oleh banyak tokoh Islam di berbagai negara.

Sumber gambar: ugetuget.com/Arief

“Di dunia ini, apa yang lebih monumental dibanding Kakbah. Apa yang lebih spektakuler dibanding Kakbah? Sayangnya, Anda telah mengotorinya! Anda membiarkan bangunan-bangunan lain menenggelamkan Kakbah! Anda lebih suka membanggakan diri dengan memiliki jam yang menandingi Big Ben London! Anda lebih senang mempunyai pencakar langit tertinggi di dunia! Anda mengencingi Bait Suci!” (halaman 367-368).

Written by Arief

Kedamaian batin dan ketenangan pikiran adalah segalanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Kecanggihan Game Save Manager

Mengapa Kita Sulit Menemukan Kekurangan Diri Sendiri

Mengapa Kita Sulit Menemukan Kekurangan Diri Sendiri?