Menyikapi Teman yang Cuek, Ini Cara Menghadapinya
Sumber gambar: hipwee.com
in

Menyikapi Teman yang Cuek, Ini Cara Menghadapinya

UGETUGET – Hidup di era revolusi industri ke 4.0 ini, untuk mengidentifikasi teman yang cuek juga perlu sudut pandang yang tajam (tapi nggak perlu setajam silet). Mengapa?

Karena setiap individu di zaman sekarang memiliki gawai sebagai penyaluran eksistensi di dunia maya.

Di era sebelum gawai menjamur seperti saat ini, cuek dapat diidentifikasi hanya dengan menyapa dan jawaban yang seperlunya. Bahkan terkadang hemat kata tanpa ada cingcong (basa basi), alias tak dibalas.

Tapi untuk era industri 4.0 ini, terkadang ungkapan di atas terbantahkan ketika bermain chat dengan ‘someone’. Bahkan kenyataan bisa terbalik 180 derajat!

Misalnya kalau di platform chat, si someone tidak cuek dan suka ngomong, tapi ketika ditemui di dunia nyata, cueknya masyallah.

Begitu pula sebaliknya. Saat di dunia nyata tidak cuek, grapyak, dan senang ngobrol. Tapi ketika aktif di platform chat, cueknya minta ampun. Terkadang hanya dibaca, bahkan dibalas pun bisa sehari atau beberapa tahun kemudian.

Respon Tepat Guna

teman yang cuek aktif di chat
Sumber gambar: hipwee.com

Bagaimana menyikapi fenomena tersebut?

Pertama: mungkin si dia merasa malu kalau berdekatan langsung dengan kawan-kawan. Nah coba saja kawan-kawan mengajaknya keluar untuk jalan-jalan atau sekadar nongkrong. Tapi hanya ngobrol singkat saja, biar berjalan natural.

Apabila tidak berhasil coba kawan-kawan mulai introspeksi diri dari gaya tubuh kawan-kawan ketika berkomunikasi langsung  dengan dia.

Kedua: kenapa si dia ketika chat-chatan dengan kawan-kawan kok cuek minta ampun tapi ketika bertemu, komunikasinya lancar-lancar saja?

Mungkin si dia memang baik kepada semua kawan-kawanya. Jadi jangan GR (Gedhe Rai) terlebih dahulu. Kemungkinan lainnya adalah dia memang malas untuk menanggapi chat dan lebih suka memakai bahasa verbal alias bertemu langsung.

Untuk mengetahuinya, sekali-kali kawan-kawan coba langsung menelpon saja. Apabila diangkat kemungkinan dia memang tidak suka mengetik.

Tapi jika tidak diangkat, maaf saja kawan-kawan jangan baper atau marah-marah dulu. Itu artinya dia memang lebih suka bertatap wajah.

Apakah metode ini bisa diterapkan pada sesama jenis atau lawan jenis? Ya, bisa! Metode ini bisa diterapkan pada siapapun, kecuali kepada Dosen Pembimbing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Kata-Kata Merry Riana Manakah yang Membuat Billy Tersentuh?

Kata-Kata Merry Riana Manakah yang Membuat Billy Tersentuh?

Pentingnya Komitmen dalam Sebuah Hubungan Bukan Perkara Mendahului Takdir

Pentingnya Komitmen dalam Sebuah Hubungan: Bukan Perkara Mendahului Takdir