Menikah Dini Untuk Cari Teman Tidur, Di Mana Peran Orang Tua
Sumber gambar: www.victorynews.id
in

Menikah Dini Untuk Cari Teman Tidur, Di Mana Peran Orang Tua?

UGET UGET – “Pernikahan dini, bukan cintanya yang terlarang. Hanya waktu saja belum tepat merasakan semua…,” begitulah penggalan lirik lagu Agnes Monica yang berjudul Pernikahan Dini. Pernikahan dini banyak ditentang mengingat kondisi psikologis anak yang dirasa belum siap. Namun nampaknya menikah dini sudah menjadi hal wajar di Sulawesi Selatan.

Belakangan ini pernikahan dini kembali terjadi di Kabupaten Bantaeng, setelah sebelumnya terjadi di Kabupaten Bulukumba. Mereka masih sangat belia, si laki-laki diketahui berusia 15 tahun 10 bulan dan yang perempuan masih 14 tahun 9 bulan. Bahkan calon mempelai perempuan ini masih duduk di kelas VII Sekolah Menengah Pertama.

Usia calon mempelai laki-laki seharusnya masih harus menunggu tiga tahun, dan untuk yang perempuan masih dua bulan lagi untuk menenuhi standar usia pernikahan sesuai UU No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Seperti diketahui calon mempelai lelaki harus berusia minimal 19 tahun, dan perempuan minimal 16 tahun. Namun nampaknya aturan tersebut terpatahkan untuk kasus mereka.

Menikah Dini Untuk Cari Teman Tidur, Di Mana Peran Orang Tua?
Sumber gambar: netz.id

Sebelumnya pengajuan mengikuti Bimbingan Perkawinan (Binwin) mereka memang ditolak oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bantaeng. Seperti dilansir dari tribunnews.com (15/4), KUA setempat mengajukan blanko N9 (penolakan pencatatan). Tepatnya itu terjadi pada tanggal 12 April lalu.

Namun setelah mengajukan permohonan dispensasi ke Pengadilan Agama Bantaeng, permohonan mereka dikabulkan juga. Uniknya mereka melakukan pernikahan dini bukan karena ada unsur kecelakaan. Melainkan karena alasan konyol takut tidur seorang diri. Pasalnya si calon mempelai perempuan ini sudah tak mempunyai Ibu, pun Ayahnya kerap pergi ke luar kota untuk bekerja.

Sebenarnya sangat disayangkan alasan di balik keputusan pernikahan mereka. Padahal menikah bukan perkara mencari teman tidur saja. Lagi pula masa depan mereka masih cukup panjang. Hal yang mengherankan, di mana orang tua kedua belah pihak kala itu. Nah karena itulah pendampingan orang tua sangat penting.

Orang tualah yang seharusnya bisa hadir sebagai teman bagi anak hingga akhirnya mereka siap untuk dilepas. Untuk seusia itu, orang tualah yang berperan untuk menemani, menjadi tempat cerita, dan mendampingi mereka. Sehingga pemikiran menikah untuk mencari teman tidur tidak akan muncul pada usia-usia itu.

Sumber gambar: www.victorynews.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Menjawab Dengan Singkat Tanda Doi Bohong Padamu

Menjawab Dengan Singkat Tanda Doi Bohong Padamu

Pumping And Dumping Behati Prinsloo, Istri Adam Levine Tuai Kecaman

Pumping And Dumping Behati Prinsloo, Istri Adam Levine Tuai Kecaman