Pentingnya Sikap Kristis dalam Menghadapi Berita Hoax
Sumber gambar: kata.co.id
in

Pentingnya Sikap Kristis dalam Menghadapi Berita Hoax

UGET UGET – Salah satu hal yang cukup disayangkan mengiring kemajuan penyebaran informasi saat ini adalah benyaknya berita hoax yang berhamburan di mana-mana. Entah siapa dan untuk apa mereka menciptakan berita yang tidak benar itu. Yang jelas, berita hoax akan berdampak tidak baik dan meresahkan masyarakat pada umumnya.

Tidak habis pikir rasanya melihat orang dengan mudahnya menyebarkan informasi yang tidak benar kepada orang lain. Apalagi bagi si pembangkit hoax itu sendiri. Memalukan sekali jika motifnya hanya untuk mencari sensasi. Lebih parah lagi jika tujuannya untuk meresahkan warga. Mungkin orang-orang itu memang membutuhkan perhatian.

Kemarin, Banten dan sekitarnya, termasuk Ibu Kota, di landa gempa. Cuitan di Twitter langsung dipenuhi tentang kabar itu. Belum lagi di media sosial lainnya. Banyak video-video dan gambar berhamburan. Ada yang benar, namun ada juga yang dilebih-lebihkan. Lagi-lagi berita hoax itu hadir menemani. Di suasana genting dan penuh dengan ketakutan. Hebatnya sang pembuat berita tidak benar itu bisa dengan sempurna mendramatisir suasana. Dan hebatnya lagi, banyak orang-orang yang “ikut-ikutan” membagikannya.

Itu hanya satu dari sekian banyak berita hoax yang ada. Yang perlu digaris bawahi adalah kurangnya sikap kritis para pengguna media sosial yang dengan asal ikut-ikutan membagikan berita yang tidak benar. Itu berakibat viralnya berita tidak benar tadi.

Saya yakin sebenarnya masyarakat Indonesia sudah banyak yang paham dengan akibat dari hoax itu sendiri. Hanya saja terkadang mereka kurang hati-hati dalam mencerna sesuatu yang baru saja didapatnya. Saat dinilai menarik, langsung saja dibagikan. Padahal, akan lebih baik jika hal itu kita kritisi dulu. Kita cari kebenarannya. Apakah memang asli begitu, atau hanya rekayasa dan dilebih-lebihkan.

Pencarian kebenaran ini sebenarnya paling bermanfaat untuk diri kita sendiri, jika memang niat kita adalah ingin mengetahui sesuatu. Bukan sekadar ingin menyebarkan kabar saja. Itulah mengapa sikap kritis diperlukan. Kalau hanya ingin menjadi penyebar berita tanpa tahu kebenarannya, ada banyak sekali berita yang bisa disebarkan. Akan tetapi, sebaiknya kita memastikan kebenaran atas sesuatu dulu, baru menyebarkannya pada orang lain. Kita tentu tidak ingin disebut sebagai penyebar hoax, kan?

Sumber gambar: kata.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Belajar Arti Kehidupan dari Anak-anak Palestina

Belajar Arti Kehidupan dari Anak-anak Palestina

Sekapur Sirih, Ternyata Memiliki Sejarah Yang Panjang

Sekapur Sirih, Ternyata Memiliki Sejarah Yang Panjang