Mengenang Sampul Buku yang Menyimpan Filosofi Kehidupan
Sumber gambar: www.designby.vitarlenology.net/2015/09/22-hari-mendaur-ulang-membuat-buku.html
in

Mengenang Sampul Buku yang Menyimpan Filosofi Kehidupan

UGET UGETSampul buku khususnya yang berwarna coklat merupakan benda legendaris yang pasti ditemui pada buku tulis anak-anak SD. Apa kamu juga mengalami dalam dunia persampulan buku ini?

Siapa sih yang tidak kenal dengan sampul buku? Sampul buku juga banyak jenisnya. Ada yang kertas, ada pula yang plastik. Sampul buku digunakan untuk menyampul buku tulis yang biasanya lebih sering dialami oleh anak-anak SD.

Fungsinya sih agar buku tulis tidak mudah kusut, tidak kotor, dan tetap rapi. Tak heran banyak pula ditemui buku tulis yang sudah disampul dengan sampul kertas dan ditambah dengan sampul plastik.

Mengenang zaman dulu, kita sebagai anak kecil pasti belum bisa untuk menyampul buku sendiri. Biasanya sih ibu yang kita mintai tolong untuk dunia persampulan buku. Sampul buku pun ada yang bentuknya sudah jadi (langsung dipasang di buku), dan  ada pula yang bentuknya gulungan (jadi kita mengukur sampul sendiri tergantung dengan bukunya).

Sampul buku yang sudah jadi biasanya ada gambar anak sekolah, lalu ada tulisan nama, kelas, mata pelajaran. Gimana, ingat nggak? Berbeda dengan sampul buku gulungan yang tidak ada gambarnya alias polos. Biasanya kalau mau memberi nama ya langsung ditulis pakai bolpoint atau spidol.

Karena semua buku tulis warna sampulnya cokelat, ada kalanya pernah salah bawa buku ketika ke sekolah. Hehe ya kan? Ketahuan deh kalau nggak teliti.

Dari benda legendaris ini menurut saya menyimpan berbagai makna tersendiri.

Pertama, sampul buku ini mengajarkan arti kerapian. Benar saja. Setelah buku tulis disampul, dilihat nampak rapi. Mau nulis pun juga makin bersemangat. Pasti ada rasa yang berbeda ketika buku tulis itu lusuh. Mungkin jadi tidak ada semangat untuk nulis?

Kedua, sampul buku mengajarkan arti ketelitian. Zaman SD saya dulu, semua buku tulis wajib diberi sampul. Nah kalau kita tidak teliti, pasti akan sering salah ambil buku ketika sedang menata pelajaran di malam hari.

Ketiga, sampul buku mengajarkan arti kesabaran. Ya, khususnya ketika sedang menyampul buku dengan sampul yang gulungan. Dibutuhkan kesabaran bukan untuk menggunting dan mengelem sampul tersebut agar hasilnya simetris?

Dari barang yang sesederhana ini dapat diambil makna yang sungguh berarti di kehidupan kita. Misalnya tentang arti kerapian. Dalam hal melamar pekerjaan, pasti diperlukan penampilan yang rapi bukan?

Selanjutnya tentang arti ketelitian. Ketika kita dihadapkan dalam dunia pekerjaan, kita harus teliti untuk menandatangani dokumen bukan? Kita harus baca dengan cermat. Kalau kita tidak teliti, mungkin esok hari akan terjadi sesuatu yang sama sekali tidak kita inginkan.

Dan yang terakhir tentang arti kesabaran. Belajar dari sampul kertas ini membuat kita untuk lebih bersabar tentang kerasnya hidup ini.

Ternyata filosofi dari sampul buku sungguh bermakna. Tak heran jika zaman dulu banyak guru yang meminta kepada muridnya untuk menyampul buku tulisnya.

Lalu, bagaimana riwayat sampul buku sekarang? Apa sekarang masih ditemui buku tulis anak-anak yang disampul? Mungkin ada, tapi tidak sebanyak zaman dulu.

Semoga benda legendaris ini terus tetap ada ya.

Sumber gambar: www.designby.vitarlenology.net/2015/09/22-hari-mendaur-ulang-membuat-buku.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Fantasy Premier League Bikin Tambah Greget Nonton Liga Inggris

Fantasy Premier League Bikin Tambah Greget Nonton Liga Inggris

Parade Band: Band Rock Goyang Desa Potorono

Parade Band: Band Rock Masuk Desa