Mengenal Pelawak Bambang Rabies
Sumber gambar: YouTube
in

Mengenal Pelawak Bambang Rabies yang Cengengesan

UGETUGET | Penampilan segar, gaya yang cengengesan dan banyolan yang kasar menjadi ciri khas seorang pelawak yang bernama Bambang Rabies.

Kalau kita tanya masyarakat di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Hampir semuanya mengenal pelawak kondang yang bernama Rabies.

Namanya sangat terkenal apalagi di daerahnya sendiri, Yogyakarta. Dagelannya sangat cair dan mudah dipahami. Baik anak-anak hingga orang tua dijamin tahan berlama-lama melihat lawakan dari Rabies ini.

Melihat lawakan Rabies kita seakan-akan dibawa kembali ke dalam masyarakat jawa. Guyonan yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari kadang-kadang sangat mengena.

Walau banyolannya kadang terdengar kasar seperti: tak kekrek cangkemu, tak bedhil telakmu, ndhasmu, tapi terkadang di situlah puncak dari kelucuan yang dibawakan seorang Rabies.

Bambang Suprastowo, seniman serba bisa yang dilahirkan di Yogyakarta, 3 Juli 1970, pada akhirnya lebih kondang dengan nama panggung Bambang Rabies. Kesenimanan Bambang Rabies ini memang tidak jatuh dari langit, tapi ia memang memiliki darah seni yang sudah mengalir dari nenek moyangnya.

Mengenal Pelawak Bambang Rabies
Sumber gambar: YouTube

Bahkan jiwa seni tersebut diasah sejak sejak kecil. Pada tahun 1970-1980 ia sudah aktif terilbat dalam pentas keliling kethoprak tobong PS. BAYU milik keluarga trah GITO-GATI Pajangan, Sleman, Yogyakarta.

Sebagaimana diketahui, Bambang Rabies adalah putra dari seniman dalang dan pemain ketoprak GITO, pasangan kembar dari GATI yang juga sama-sama terjun menggeluti dunia seni peran panggung, kemudian lebih dikenal sebagai seniman GITO-GATI.

Bambang Rabies sebenarnya bercita-cita untuk menjadi dalang. Namun, ia menyadari vokalnya (suluk dan kandha) tidak memadai. Oleh dalang terkenal Sugito, ia disarankan untuk jadi seorang pelawak.

Akhirnya saran sang ayah ini menjadi berkah, Bambang Rabies kini menjadi pelawak kondang di Yogyakarta bahkan sudah terkenal di tingkat nasional. Sehingga dalam bulan-bulan baik ia biasa menolak job.

Baginya, menjadi seorang pelawak dituntut untuk selalu belajar, menambah wawasan, dan peka terhadap fenomena kehidupan. Untuk menambah pengetahuannya itu ia banyak belajar dari kakak-kakak seniornya, seperti Marwoto, Daryadi dan juga dari ayahnya sendiri (Gito), juga pamannya Gati.

Bambang selalu belajar dari kehidupan, dari lingkungan sekitar, dan dari pergaulan sehari-hari. Pada awal kariernya, Rabies naik berkatkerja kerasnya serta modal mental sebagai juara I Lomba Lawak Tingkat Jateng-DIY.

Penampilannya yang selalu segar dengan ciri khas gaya cengengesan serta gerak aktingnya yang spontan tidak dibuat-buat. Jadi selain dari lontaran kata-kata yang lucu, daya tarik Rabies kuat dari segi mimik wajah, gerak serta polah tingkah yang luwes, karena ternyata Bambang Rabies juga seorang penari yang handal.

Written by Rizky

Manusia Rock n Roll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Fenomena Generasi 90-an: Mitos Pulpen Wangi Sampai Pensil Inul

Fenomena Generasi 90-an: Mitos Pulpen Wangi Sampai Pensil Inul

Aktivitas-Aktivitas yang Memaksimalkan Performa Otak

Aktivitas-Aktivitas yang Memaksimalkan Performa Otak