Mengapa Seseorang Masih Ingin Sendiri (Ngejomblo) Saja
Sumber gambar: fieyqadelova.blogspot.com
in

Mengapa Seseorang Masih Ingin Sendiri (Ngejomblo) Saja?

UGET UGET – Mungkin akan terlihat menyedihkan bagi mereka yang sudah bahagia dengan pasangannya saat melihat seseorang yang masih ingin sendiri dalam hidupnya. Tidak jarang dari mereka meminta agar si jomblo cepat mencari pasangan atau bahkan mendoakannya agar jodohnya cepat datang.

Hal itu memang tidak salah, karena terkadang seorang jomblo juga bisa merasa “kepingin” saat melihat orang-orang sudah bahagia dengan pasangannya. Meskipun terkadang dia pun sadar benar dengan keputusannya yang masih ingin sendiri sampai saat ini.

Saya rasa terlalu kejam jika menyebut seseorang yang jomblo itu karena tidak laku. Karena pada kenyataannya, jika mau, bisa saja dia sudah bersanding dengan seseorang saat ini. Mungkin ini hanya perkara pilihan hidup, dan hati yang belum “sreg” untuk mulai menjalin cinta.

Mewakili beberapa suara jomblo yang masih ingin sendiri, mereka mengaku bahwa sendiri untuk saat ini adalah hal yang terbaik. Meski terkadang sempat berpikir bahwa kehadiran orang spesial di dekat kita itu berharga, namun jika dipikir lagi, membuka hati untuk sesuatu yang belum pasti, untuk saat ini, bukanlah waktu yang tepat. Itulah mengapa mereka memutuskan untuk masih sendiri.

Hal ini bukan semata-mata untuk dirinya saja, tapi juga untuk seseorang yang bisa hadir mendampinginya. Ada sebuah prioritas dalam hidup. Ada pula waktu-waktu tertentu untuk memperjuangkan prioritas itu. Jadi, daripada menjalin hubungan hanya untuk sering diabaikan, maka lebih baik ditunda dulu. Biarkan satu fokus selesai dulu. Untuk perkara cinta, nanti juga akan ada waktunya.

Itulah salah satu alasan mengapa seseorang lebih memilih untuk sendiri dulu. Alasan lain, mungkin jadi alasan yang paling sering didengar dari anak muda. Belum bisa move on. Kedengarannya sepele, tapi bagi yang benar-benar merasakannya, ini benar-benar menyiksa.

Banyak orang yang dengan mudah berkata bahwa kita akan mudah untuk move on jika ada yang baru. Membuka hati untuk yang baru? Tentu tidak semudah itu. Jika tidak dipikir panjang, nanti hanya akan berujung pada “pemanfaatan dan pelampiasan”. Kalau menurut saya sih, kasian pasangan selanjutnya.

Bagaimanapun, jika masih ada sakit hati, rasa kecewa, dan luka yang belum sembuh, seseorang cenderung akan trauma. Akibatnya, pasangan baru hanya akan jadi pelampiasannya saja. Orang yang belum bisa move on dan masih sakit dengan hal-hal itu tentu akan sadar benar. Dan mereka yang bijak, akan lebih memilih untuk menyembuhkan lukanya terlebih dahulu.

Jangan sampai masa lalunya melukai orang lain yang saat ini ada bersamanya. Jadi, jika memang belum benar-benar siap, memang lebih baik dia tidak memulai lagi. Keputusan untuk masih ingin sendiri memang menjadi yang terbaik untuk saat ini.

Sumber gambar: fieyqadelova.blogspot.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Pembayaran Kartu Kredit Sekarang Bisa diganti Dengan Kartu Jenius

Pembayaran Kartu Kredit Sekarang Bisa diganti Dengan Kartu Jenius

Ibu Hamil Harus Selektif Dalam Memilih Makanan

Ibu Hamil Harus Selektif Dalam Memilih Makanan