Terus Mencari Pembenaran Atas Kesalahan, Ini Tandanya Kamu Belum Dewasa
Sumber gambar: lifestyle.liputan6.com
in

Terus Mencari Pembenaran Atas Kesalahan, Ini Tandanya Kamu Belum Dewasa

UGET UGET – Manusia memang makhluk yang hampir dapat dipastikan pernah berbuat salah. Sebagai makhluk yang tidak sempurna, berbuat salah sudah menjadi pemakluman. Namun ada pula orang yang tidak ingin terlihat salah. Alih-alih meminta maaf, dia justru berusaha mencari pembenaran atas kesalahan tersebut.

Ketika seseorang lahir, dia tidak membawa pengetahuan apapun. Dia harus memulai semuanya dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak paham menjadi paham. Dikotomi benar dan salah, seseorang peroleh dengan melihat lingkungan sosialnya.

Dengan pedoman standar etika yang ada, orang bisa hidup selaras dalam kebenaran. Namun ada kalanya, orang juga sulit untuk mengakui kesalahannya. Egoisme diri membuatnya selalu merasa benar dan malu mengakui kesalahan.

Mengakui kesalahan bagi orang seperti itu adalah hal yang memalukan; aib. Mereka yang tidak mau mengakui kesalahannya biasanya karena merasa perilakunya tidak patut dilekatkan dengan kata salah. Selain mencari pembenaran, dia hanya bisa lari dari masalah.

Kesal nggak sih dengan orang seperti itu? Lagi pula berbuat salah sudah dianggap sebagai sesuatu yang wajar. Kenapa pula harus mengelak dan tidak mau mengakui kesalahannya?

Orang bisa berbuat salah karena banyak hal. Biasanya orang yang baru pertama kali mencoba sesuatu rentan mengalami kegagalan dan kesalahan. Ini wajar sebab dia belum tahu bagaimana yang dianggap benar dan salah. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, kesalahan akan membuat seseorang belajar.

Namun berbeda kondisinya ketika kamu tidak mau mengakui kesalahanmu. Kamu malah mencari pembenaran atas kesalahanmu itu. Perilakumu itu dapat dikatakan kekanakan guys. Dan kamu pun tak mendapat faedah apapun dari kesalahanmu itu.

Layaknya seorang anak kecil, kamu tidak mau disalahkan dalam segala hal. Ini tandanya kamu belum mau menerima dan tegas memisahkan antara yang benar dengan yang salah. Sebagai orang yang sudah dewasa, seharusnya kamu bisa bersikap bijak.

Bersikap bijak dapat dilakukan dengan mempertanggung jawabkan kesalahanmu itu. Setidaknya ketika perbuatan maupun perkataanmu tidak sepatutnya, segeralah untuk meminta maaf. Kamu harus berani menanggung segala risiko yang mungkin terjadi.

Ketika kata maaf saja tak cukup, kamu harus tetap konsisten menebus kesalahanmu itu. Meskipun itu akan merugikanmu, sebaiknya jangan memandangnya sesempit itu. Selagi kesalahan itu masih bisa diperbaiki, ya usahakanlah.

Sumber gambar: lifestyle.liputan6.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Festival Melupakan Mantan (FMM) 100 Kota 1 Bahasa, Danilla Berbicara Tentang Mantan, Move On, dan Gebetan

Festival Melupakan Mantan (FMM) 100 Kota 1 Bahasa, Danilla Berbicara Tentang Mantan, Move On, dan Gebetan

Orang Introvert Butuh Si Ekstrovert Untuk Menyeimbangkan Hidupnya

Orang Introvert Butuh Si Ekstrovert Untuk Menyeimbangkan Hidupnya