Menanti Kejutan Kedua di Olimpico
Sumber gambar: instagrammernews.com
in

Menanti Kejutan Kedua di Olimpico

UGET UGET – Ketika undian perempat final mempertemukan AS roma vs Barcelona, raksasa dari Catalan, mungkin banyak pecinta bola akan berargumen bahwa Barca akan menang mudah, kenyataannya argumen itu tidak terbukti.

Memang di leg 1 Barca menang besar dengan skor 4-1 di Camp Nou. Tapi siapa yang menyangka bahwa Serigala Ibukota dari Italia justru mengamuk di Olimpico dengan membantai lawannya dengan skor 3-0 dan berhak lolos ke babak semifinal.

Menurut pengalaman para pemain, banyak yang mengatakan bahwa Stadion Olimpico memiliki kesan dan nuansa angker. Terbukti dari lima pertandingan di tempat ini, AS Roma mencatatkan 4 kemenangan, 1 seri dan belum pernah kebobolan sekalipun.

Angkernya markas dari AS Roma ini nampaknya harus benar benar diwaspadai oleh The Reds (Liverpool). Trio Firmansah akan diuji ketajaman bermainnya di stadion tersebut. Sejatinya modal M. Salah dkk ini memang lebih diuntungkan karena telah memiliki bekal skor 5-2 di leg 1. Namun orang-orang mulai cemas, khususnya para fans The Reds.

Menanti Kejutan Kedua di Olimpico
Sumber gambar: instagrammernews.com

“Kami paham laga esok akan kental dengan atmosfer yang mengintimidasi dan itu pasti akan mereka lakukan. Kami sudah persiapkan fisik dan mental kami,” tutur bek kanan Liverpool, Trent Alexander Arnold.

Kedua tim memang sedang haus akan gelar bergengsi ini. Motivasi mereka sama, yakni ingin mendapatkan apa yang mereka inginkan. Itu sebabnya suasana tegang pun menyelimuti para pemain, official klub, hingga fans.

Liverpool terakhir kali mencicipi partai final dan menjadi juara di saat musim 2004/2005, atau sudah 13 tahun yang lalu. Di lain pihak, AS Roma mungkin memiliki ambisi yang berlipat-lipat. Alasan utamanya jelas Il Lupi belum pernah sekalipun menjuarai Liga Champions.

Tim Serigala Hitam terakhir merasakan final di tahun 1983/1984 dan ditaklukkan oleh Liverpool. Kala itu pertandingan berakhir dengan skor 1-1. AS Roma kalah adu penalti (4-3).

“Saya optimistis, sepak bola merupakan kesenangan dan itu yang mendorong saya. Saya sering memberikan kebahagiaan kepada fans kami saat peluit akhir karena itu merupakan bagian dari pekerjaan saya,” tutur pelatih AS Roma, Eusebio di Francesco.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Makan Makanan Selingan Saat Brunch Time Bantu Sukseskan Dietmu

Makan Makanan Selingan Saat Brunch Time Bantu Sukseskan Dietmu

Membaca Buku Bisa Perpanjang Umurmu

Membaca Buku Bisa Perpanjang Umurmu