Anak Harus Tahu Bedanya Membela Diri dan Melakukan Kekerasan
Sumber gambar: id.theasianparent.com
in

Anak Harus Tahu Bedanya Membela Diri dan Melakukan Kekerasan

UGET UGET – Kemampuan membela diri sendiri memang perlu dimiliki oleh setiap anak agar dia tidak terlihat lemah dan bisa melindungi dirinya. Tapi tentu hal itu harus bisa dilakukan dengan cara yang pas dan tidak kebablasan.

Miris rasanya melihat anak zaman sekarang yang sudah akrab dan berani melakukan berbagai bentuk kejahatan. Sikap mereka yang “terlalu berani” berujung pada tindakan-tindakan yang tidak seharusnya ia lakukan. Ini bisa fatal. Apalagi jika anak itu mulai senang dengan kekerasan.

Sebenarnya membela diri itu jauh sekali jika dikaitkan dengan melakukan tindakan kekerasan. Namun karena sudah banyak anak yang terbiasa dengan kekerasan menjadikan mereka berpikir bahwa dengan melawan dan menunjukkan kehebatannya, dia akan dianggap tidak lemah. Benar memang. Tapi cara dia melawan ini yang tidak boleh dipandang main-main.

Anak harus diberi pengertian sejak dini, kapan dia harus membela diri. Dalam hal dan situasi apa dia harus membela dirinya. Ini penting, karena tidak setiap waktu kita bisa seenaknya membuat diri kita terlihat benar. Koreksi diri, lalu tanyalah, perlukan kita membela diri saat ini, atau lebih baik diam saja karena sebenarnya tidak ada yang perlu kita bela. Hal ini penting, karena membela diri itu hanya ada saat kita terpojokkan, bukan untuk diperlihatkan untuk pamer kekuatan.

Inilah bedanya dengan kekerasan. Kekerasan lebih identik dengan rasa ingin menunjukkan kekuatannya. Pada akhirnya dia merasa mampu dan merasa besar. Bahayanya jika hal itu kebablasan menuju hal-hal kriminal. Kita lihat saja sekarang anak-anak kecil yang baru mulai sekolah menengah sudah banyak yang berani melakukan tindakan kriminal yang berkaitan dengan kekerasan. Begal misalnya, atau mungkin sampai geng motor dan perampokan.

Hal itu terjadi karena mereka sudah merasa mampu membela diri. Mereka merasa kuat hingga tidak takut lagi dengan tindakan-tindakan itu. Lebih parahnya mereka akrab dengan kekerasan karena merasa mereka bisa dan mampu melakukanya. Dan mereka tidak takut dengan siapapun. Inilah sikap berani yang berlebihan. Diingatkan pun tidak akan peduli. Justru malah akan melawan.

Itulah kenapa anak harus bisa dan mengerti bedanya membela dirinya dan melakukan kekerasan. Jangan sampai dia berpikiran bahwa dia membela diri untuk memamerkan kekuatan. Menunjukkan bahwa dia itu lebih kuat. Tidak menutup kemungkinan sang anak melakukan tindakan yang berbau kekerasan karena merasa kuatan mereka sudah tinggi, dan sudah bisa membela diri kalau-kalau ada yang menentang.

Ini tugas besar sebagai orang tua dan pendidik. Lagi-lagi, pendidikan karakter memang sangat penting untuk ditanamkan.

Sumber gambar: id.theasianparent.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Inilah Sifat Cowok Ekstrovert yang Bikin Cewek Klepek-Klepek

Inilah Sifat Cowok Ekstrovert yang Bikin Cewek Klepek-Klepek

Loyalitas Mesut Ozil untuk The Gunners

Loyalitas Mesut Ozil untuk The Gunners