Membaca dan Menulis Itu Butuh Kesabaran
Sumber gambar: medium.com
in

Membaca dan Menulis Itu Butuh Kesabaran

UGET UGET – Kesabaran bukan hanya soal penghadapi orang lain, tapi juga tentang bagaimana kita mampu sabar terhadap diri sendiri. Disadari atau tidak, membaca dan menulis itu juga membutuhkan kesabaran. Ada banyak orang yang tidak telaten melakukannya.

Kita tentu pernah mengalami yang namanya bosan saat membaca tulisan panjang. Saya pun juga pernah begitu. Bahkan sering. Rasanya ingin cepat-cepat mengerti semua bacaan tapi enggan untuk membacanya dengan seksama. Sedikit lucu memang. Tetapi itulah faktanya. Wajar kalau kita suka yang instan dan cepat.

Dengan alasan sibuk, kurang telaten, atau bahkan malas, orang jadi enggan membaca tulisan atau bacaan yang panjang. Misalnya saja berita. Mereka cenderung mencari intinya saja. Atau mungkin novel. Novel tebal sering hanya dibaca cepat, yang penting tahu jalan ceritanya. Bagaimana dengan buku pelajaran? Buku non fiksi pun terkadang hanya diambil dan dibaca bagian yang dirasa paling perlu saja. Segala teknik baca dikerahkan demi bisa baca cepat, tapi mengerti dan mendapatkan informasi. Bukankah begitu?

Tidak lain dengan membaca, menulis pun butuh kesabaran. Bayangkan saja. Kita dituntut untuk bisa menyusun kata-kata runtut agar dapat dipahami orang lain. Kita juga diminta untuk bisa menyampaikan apa yang hendak kita sampaikan melalui sebuah tulisan. Pantang bikin pusing pembaca dan pantang bikin bosan juga tentunya.

Apalagi bagi para penulis karya sastra seperti cerpen atau novel yang berlembar-lembar itu. Mereka harus bersabar untuk menuliskan kata-kata agar enak dan indah dibaca. Mereka juga diminta untuk mengumpulkan imajinasi dan merangkainya dalam bentuk tulisan. Itu butuh kesabaran. Banyak juga orang yang mencoba ingin menulis tapi gagal karena kurang telaten dan sabar.

Lalu, untuk penulis karya-karya yang ilmiah bagaimana? Sama saja. Semua butuh kesabaran, karena dalam menulis bukan sekadar menjajarkan huruf-huruf saja, tapi juga membuat huruf-huruf itu mampu bercerita. Menyampaikan apa yang ingin penulis sampaikan.

Meskipun ujung-ujungnya, tulisan yang panjang itu terkadang malas  dibaca orang. Cukup menyedihkan memang. Itu mengapa saya berpikiran bahwa membaca dan menulis itu butuh kesabaran. Paling tidak, dengan kesabaran, membaca dan menulis bisa dijalani dengan lebih hati-hati. Informasi yang disampaikan bisa jelas, informasi yang didapatkan juga jelas.

Membaca dan menulis itu penting. Mereka adalah salah satu cara kita untuk dapat bergelut dengan informasi. Jadi, tidak ada salahnya untuk sedikit bersabar, demi mendapatkan dan memberikan informasi yang lebih komplit dan tidak terpotong.

Sumber gambar: medium.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Ada Pulau Khusus Cewek, Tertarik Liburan Di sini?

Ada Pulau Khusus Cewek, Tertarik Liburan Di sini?

Inilah Sifat Cowok Ekstrovert yang Bikin Cewek Klepek-Klepek

Inilah Sifat Cowok Ekstrovert yang Bikin Cewek Klepek-Klepek