Melihat Perjalanan Hidup Seorang Tukul Arwana, Inspiratif Banget Nih
Sumber gambar: celebrity.okezone.com
in

Melihat Perjalanan Hidup Seorang Tukul Arwana, Inspiratif Banget Nih

UGETUGET | Hidup susah membuat Tukul berjuang keras. Dari sopir angkot hingga truk. Setelah jatuh bangun, ia pun memperoleh popularitas lewat dunia lawak di layar kaca. 

Nama Tukul Arwana menyedot publik saat membawakan program talkshow “Empat Mata” yang tayang di TV7 (kini-Trans7) saat usianya menginjak 42 tahun.

Jargon “kembali ke laptop” yang selalu ia ucapkan saat bertanya ke bintang tamu menjadi tren saat itu.

Komedian yang memiliki nama asli Riyanto ini pada awalnya tidak memiliki nama Tukul seperti sekarang. Nama Tukul tersebut ditambahkan karena ia sering sakit-sakitan.

Tukul kecil diasuh oleh tetangganya, Suwandi. Orang tuanya, Abdul Wahid dan Sutimah, menitipkan Tukul ke tetangganya itu karena Suwandi sangat menginginkan anak angkat.

Tukul yang lahir di Semarang, 16 Oktober 1963 ini betul-betul hidup dalam serba kekurangan. Saat ia duduk di bangku kelas 3 SMP Muhammadiyah Indraprasta, Suwandi mengalami krisis ekonomi.

Puncaknya adalah ketika sekolah di SMA Ibu Kartini, Semarang. Tukul pun mulai sulit membayar biaya sekolah.

Untuk mengakalinya, Tukul dengan segenggam tekad mencari berbagai pekerjaan sambilan.

Tukul Arwana seorang pelawak yang terkenal
Sumber gambar: medioq.com

Ia sama sekali tidak merasa gengsi dengan pekerjaan yang dilakoninya. Ia bahkan menjadi sopir angkot jurusan Johar-Panggung di Semarang. Selang 2 tahun, ia pun menjadi sopir truk gas elpiji.

Pada 1992, saat usianya 29 tahun, Tukul hijrah ke ibukota bersama Joko Dewo dan Tony Rastafara.

Selang beberapa tahun tinggal di Jakarta, nasib Tukul pun belum beruntung. Meskipun ia, yang memiliki bakat melawak sejak duduk di bangku SD, mengikuti lomba lawak mulai dari tingkat kotamadya, provinsi, hingga Jabotabek.

Menginjak umur 32 tahun, saat kondisi ekonominya belum stabil, dengan nekat Tukul menikahi Susiana, perempuan asal Minang. Mereka tinggal di kontrakan daerah Cipete Utara, Jakarta Selatan.

Untuk menyambung hidupnya, Tukul pun mencoba peruntungan melamar pekerjaan di Radio Humor SK. Nasib mujur pun mulai mengampirinya, Tukul pun bekerja di sana bersama pelawak senior Bagito, Patrio, Ulfa Dwiyanti, dan lainnya.

Titik balik kehidupan Tukul semakin memancar setelah ia mendapat tawaran untuk berpartisipasi dalam produksi Lenong Rumpi oleh Ramon Papana. Ditambah lagi, Tukul ikut mendampingi penyanyi cilik Joshua Suherman dalam video klip lagu “Air”.

Sejak itu, pintu kesuksesan mulai terbuka. Tukul pun diminta menjadi presenter dalam acara “Aduhai” di TPI serta acara “Dangdut Ria” di Indosiar.

Kariernya semakin cemerlang setelah didaulat sebagai presenter “Empat Mata” yang tayang di TV7 (dulu Trans 7) pada September 2005. Tukul terbilang sukses membawa program ini.

Written by Rizky

Manusia Rock n Roll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Membaca Gejala yang Ditunjukkan Bila Wanita Menyukai Anda

Membaca Gejala yang Ditunjukkan Bila Wanita Menyukai Anda

Yoyo Keren Masa Kini, Ada Freehand Yoyo juga Loh!

Yoyo Keren Masa Kini, Ada Freehand Yoyo juga Loh!