McDonald’s, Cara Kerja Bisnis Modern
Sumber gambar: denofgeek.com
in

McDonald’s, Cara Kerja Bisnis Modern

UGET UGET – Mendengar kata McDonald’s, saya langsung terbayang seutas senyum lebar dari seorang badut dengan baju berwarna kuning. Bayangan itu dari mana, yang jelas hampir bisa dilihat di kota-kota besar dan dalam iklan-iklan elektronik.

McDonald’s adalah perusahaan pertama yang mengembangkan sistem franchise (waralaba) dalam strategi bisnisnya, lalu diikuti oleh warung makan lainnya, ritel barang, dan hampir semua bisnis besar mengkuti sistem tersebut.

Layaknya revolusi politik yang mengakibatkan peperangan dan pertumpahan darah, revolusi bisnis yang dijalankan McDonald’s pun telah menjadi perdebatan yang tak mungkin dilupakan sejarah. Tak bisa hanya dilihat secara hitam dan putih, mana yang benar dan mana yang salah, sebab pertentangan tersebut telah mengubah sejarah bisnis di dunia.

Maka saya sarankan untuk menonton The Founder. Film garapan John Lee Hancock yang telah rilis awal tahun 2017. Memang sudah lama dan mungkin usang untuk dibahas, tetapi memang harus terus dibicarakan untuk mengerti bagaimana lika-liku bisnis modern.

McDonald’s, meski merupakan bisnis warung makan, tetapi sejatinya lebih menceritakan tentang sejarah lahirnya sistem marketing dan salesman dalam bisnis, yang menandai lahirnya suatu sistem bisnis modern. Tanpa tangan grapyak dari marketing, sepertinya McDonald’s hanya sebuah warung kecil di Amerika, seperti halnya warung-warung kecil di jalan-jalan kecil negeri kita.

Begitulah Ray Kroc membangun sistem, seorang yang awalnya hanya pebisnis miskin yang menjajakan mixer untuk membuat susu kocok. Hidupnya luntang-luntung, penjualan mixer lebih sering ditolak dan tidak mendapatkan penghargaan. Namun Ray Kroc memiliki semangat yang besar untuk menjadi kaya. Setiap beranjak tidur, ia selalu mendengarkan motivasi-motivasi bisnis agar dapat bangkit.

Suatu ketika ia melihat sebuah warung makan di Belville. Warung itu, bernama McDonald’s, diambil dari nama keluarga pembuatnya Mac dan Dick McDonald’s. Ray melihat sebuah kemungkinan baru, di mana McDonald’s mampu menghidangkan makanan hanya dalam tempo 3 menit, di saat warung-warung lain membutuhkan waktu 30 menit.

Ray pun menawarkan diri untuk memasuki McDonald’s, warung yang menurutnya menjadi cikal bakal lahirnya bisnis modern di masa depan. Permintaannya ditolak beberapa kali; jika saja ia tak memiliki tekad yang tinggi, tentu ia akan mundur.

“Kita bangun McDonald’s untuk Amerika,” begitulah ucapan Ray Kroc untuk meyakinkan McDonald’s bersaudara. Ia akhirnya memosisikan dirinya sebagai Chief Marketing Officer, bidang yang sama sekali baru ketika itu. Jika Amerika membangun gereja di mana-mana, maka begitulah McDonald’s akan membangung restorannya.

Ray rela menggadaikan sertifikat rumahnya sebagai modal awal pembangunan dan penjalanan McDonald’s dengan model franchise. Ray yang berpikiran maju, selalu saja ditolak oleh McDonald’s bersaudara, yang dalam film ini bisa kita katakan kolot. Dengan perjudian yang dilakukan Ray, ia tak mau rugi hanya karena ulah kedua pembuat warung tersebut.

Hingga akhirnya ia bertemu dengan seorang ahli hukum bisnis, yang kemudian menjadi tandemnya untuk menjalankan marketing McDonald’s. Segala siasat mereka lakukan, terutama bagaimana mengambil hak milik perusahaan dengan jalur hukum.

Memang McDonald’s bersaudara yang membuat warung pertama kali, namun Ray Kroc yang akhirnya memilki hak legal atas warung tersebut, bersama beberapa warung lainnya yang telah ia dirikan. Dibantu hak hukum yang kuat, hanya dengan 2 juta USD, Ray Kroc berhasil mengakuisisi brand McDonald’s menjadi miliknya.

Dari situlah sistem franchise McDonald’s bermula, dan dari situ pula McD melebarkan sayapnya hingga ke negeri-negeri jauh. Tapi yang paling penting, McD memperlihatkan bahwa keberhasilan bisnis modern bukan dari kualitas makanan, siapa yang memiliki, tetapi bagaimana ia bisa menjangkau seluruh kalangan dengan membangun warung di mana-mana. Terkait hak milik, semuanya harus legal sesuai hukum.

Bagi kita yang belum memasuki dunia bisnis, tentu ketegangan antara Ray dan McDonald’s serasa miris. Namun bisnis modern adalah bagaimana menghasilkan keuntungan dari inovasi yang terus berlanjut. Tak ada salah dan benar, sebab satu-satunya kebenaran adalah bagaimana meraup uang sebanyak-banyaknya.

Sumber gambar: denofgeek.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Bagaimana Turki menjadi Negara Sekuler?

Bagaimana Turki menjadi Negara Sekuler?

Christian Riel, Bukti Kalau Putra Duyung Itu Nyata Ada

Christian Riel, Bukti Kalau Putra Duyung Itu Nyata Ada