uget uget - Mata Air Sungai sebagai Sumber Kehidupan dan Sumber Ekosistem
Sumber gambar: myblogmyversion.blogspot.co.id
in

Mata Air Sungai sebagai Sumber Kehidupan dan Sumber Ekosistem

UGETUGET – Komunitas Pelestari Kali Kuning bersama 15 komunitas sungai di Sleman menyelenggarakan puncak Merti Kali 2017 dengan tema “Memuliakan Air, Merajut Budaya” di Bantaran Kali Kuning, RT 01, RW 36, Dusun Sempu, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, pada bulan September lalu. Acara ini terselenggara atas dasar keprihatinan hilangnya sejumlah mata air sungai dan kurangnya upaya masyarakat dalam merawat lingkungan.

Acara ini diawali dengan prosesi budaya berupa aksi teatrikal dan tarian bedaya pengambilan air di salah satu mata air sungai di Kali Kuning oleh Lembaga Kebudayaan Jawa (LKJ) Sekar Pangawikan dan 10 penari  dari Sanggar Tari Nitibudoyo, Nitiprayan, Kasihan, Bantul, serta diikuti penggiat sungai dan masyarakat setempat.

Aksi teatrikal tersebut merupakan ritual doa yang divisualkan dalam bentuk tembang dan gurit berisi matram (doa). “Ritual itu simbol antara manusia, alam, dan Tuhan, permintaan untuk kesejahteraan manusia dan alam. Nah, tarian itu melambangkan gerakan air, melambangkan apa yang dituju,” papar Kadi, salah satu penggiat di LKJ Sekar Pangawikan.

Prosesi selanjutnya, air dimasukkan ke dalam kendi, diarak, kemudian dibawa ke atas untuk diserahkan kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman. Air tersebut dipakai untuk menyiram tiga bibit pohon gayam yang baru saja ditanam.

A. G. Irawan, Ketua Pelaksana Merti Kali menambahkan, ada tiga tanaman gayam yang secara simbolis disiram oleh Kepala DLH Sleman, BPBD Sleman, dan Camat Ngemplak. Menurut Kadi, pohon gayam adalah lambang kedamaian. “Gayam sebagai kalpataru, itu bagus untuk menahan air, oksigennya tinggi, dan air sungai bisa jernih, makanya disakralkan,” tandasnya.

Menurut Irawan, acara ini ingin mengedukasi masyarakat akan pentingnya sungai yang dikemas dalam prosesi bedaya Merti Kali. “Kita ingin masyarakat akrab dengan sungai, melestarikan mata air sungai karena banyak mata air sungai yang berhulu langsung di lereng Merapi sudah hilang.”  Kegiatan ini sejalan dengan motto bersama, ‘Sungai Sahabat Semua, Semua Sahabat Sungai.’ “Bukan memiliki karena sungai milik bersama, sehingga ada upaya merawatnya,” tambahnya.

Acara Merti Kali ini sendiri sebelumnya dilakukan rutin seminggu sekali oleh masyarakat setempat. “Kegiatannya merawat pohon sepanjang Kali Kuning, bersih sungai, menebar benih ikan, mengontrol polutan, merawat mata air sungai. Karena biar bagaimana pun sungai itu nadinya bumi,” ungkap Irawan.

Seperti diketahui, kehidupan masyarakat setempat sangat bergantung pada Kali Kuning. “Masyarakat menggunakan sungai sebagai penyangga ekosistem, perikanan, dan tempat mencuci,” jelas Irawan.

Salah satu penggiat Sungai Boyong Selatan yang turut hadir, Y Rudjiyanto, meyakini, kegiatan ini menjadi momentum awal upaya pelestarian sungai. “Semua keyakinan dan agama membutuhkan air,” katanya.

Sejalan dengan itu, Kepala Desa Wedomartani, Teguh Budianto, berharap ke depannya masyarakat bisa memelihara sungai dan air. “Kegiatan akan kita dukung bersama terutama untuk memelihara lingkungan hidup, jangan sampai rusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, dan masyarakat tidak akan kehabisan air,” tandasnya.

Menurut Purwanto, Kepala DLH Sleman, upaya pelestarian berkaitan dengan upaya mengurangi daya rusak sungai, konservasi air, dan mempertahankan daya dukung dan daya guna sungai. “Ini didukung dengan meminimalisasi tindakan buang sampah sembarangan dan aktivitas penambangan. Konservasi air agar di musim kemarau keberadaan air tetap dengan menanam pohon gayam, dan menata daya guna caranya, ya, memanfaatkan sungai itu sendiri,” paparnya.

Ia menambahkan, Merti Kali baiknya juga dilakukan pada lima sungai lain yang juga berhulu Merapi, yakni sungai Gendol, Opak, Boyong, Krasak, dan Progo. Melalui acara ini, pihaknya ingin menepis stereotip lama mengenai sungai. “Sungai perlu dilestarikan terus-menerus, jangan dikonotasikan sebagai tempat buang sampah dan hajat, melainkan sungai adalah tempat kehidupan dan sumber ekosistem makhluk hidup,” tutupnya.

Sumber gambar: Myblogmyversion.blogspot.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Polwan Cantik Nindy Ini Mengobati Sakit Hati Para Jomblo Dengan Suaranya

Polwan Cantik Nindy Ini Mengobati Sakit Hati Para Jomblo

uget uget - Bisnis Startup Aplikasi Kasir Instan 2

Bisnis Startup Aplikasi Kasir Instan dengan Nutapos