Manfaat Mengumpat Bantu Manajemen Nyeri, Ini Buktinya
Sumber gambar: nationalgeographic.co.id
in

Manfaat Mengumpat Bantu Manajemen Nyeri, Ini Buktinya

UGET UGET – Kekesalan memang ampuh diekspresikan melalui makian atau umpatan. Mengumpat memiliki efek yang melegakan amarah. Meskipun mengumpat merupakan tabiat yang buruk, ternyata ada manfaatnya juga lho. Salah satunya manfaat mengumpat adalah mampu meningkatkan kekuatan fisik.

Hidup tidak bisa hanya dengan satu ekspresi saja guys. Amarah juga turut mewarnai emosi dan menyeimbangkan diri kita. Dan umpatan menjadi salah satu cara amarah bekerja.

Umpatan memang bisa saja menyakiti hati orang lain yang mendengarnya. Umpatan menimbulkan suasana yang keruh bila diucapkan. Meskipun terkadang umpatan juga untuk lucu-lucuan, namun tetap saja secara umum umpatan memiliki pengaruh negatif.

Namun ternyata mengumpat memiliki efek lain. Ini dibuktikan dalam sebuah penelitian yang dilakukan psikolog dari Keele University, Inggris, Richard Stephen. Dia melibatkan sekelompok sukarelawan untuk mengikuti sejumlah uji coba.

Treatmentnya, para relawan itu diminta memasukkan tangannya ke dalam ember yang berisi air es. Mereka akan dites seberapa lama mampu bertahan. Dan selama mereka melakukan uji coba ini, terkadang mereka diminta untuk mengumpat.

Nah uniknya umpatan yang digunakan di sini adalah kata-kata netral, seperti “kayu” atau “cokelat”. Dan hasilnya mereka yang mengumpat mampu merendam tangan mereka lebih lama dalam air es. Mereka mampu bertahan rata-rata 40 detik lebih lama.

Dilansir kompas.com, dijelaskan Stephen hal ini bisa terjadi sebab mengumpat bisa menjadi bentuk manajemen nyeri, sehingga bisa meningkatkan kekuatan seseorang. Nah jadi tahu kan manfaat positif mengumpat?

Ada kalanya saat orang merasa sakit, tertekan, depresi, dan lemah membutuhkan penguatan. Baik itu sakit secara fisik maupun perasaan. Dia butuh untuk meluapkan emosi yang bisa membuatnya jauh lebih kuat. Dengan mengumpat, seakan segala bebannya bisa terlepas.

Sebab biasanya emosi itu hanya ada di kepala kita. Otak kita menanggapi sesuatu dan diri kita memunculkan reaksi tertentu. Salah satunya marah. Memaki menjadi salah satu cara tubuh mengatur rasa nyeri.

Di banding mengeluh, mengumpat jauh lebih baik. Dengan mengeluh, tubuh kita akan secara otomatis merasa rapuh. Selain itu, mengeluh secara tidak langsung mengkondisikan alam bawah sadar kita untuk pasrah. Pasrah akan rasa sakit dan penderitaan yang dialami. Sehingga orang sering kali hilang harapan.

Berbeda kondisinya dengan memaki. Umpatan membuat orang jauh lebih kuat, karena orang yang bersangkutan berusaha untuk melawan kelemahan diri. Sehingga tubuh kita akan memberikan toleransi akan rasa sakit itu.

Lagi pula orang tidak mungkin terus menerus marah. Lihat saja gambarannya dalam film Inside Out. Setelah meluapkan emosinya, Danger akan kembali tenang. Dia hanya akan bereaksi ketika ada sesuatu yang membuatnya kesal dan mendapatkan perilaku tidak adil.

Namun uniknya dalam penelitian ini. Umpatan itu tidak melulu diungkapkan melalui kata-kata yang kasar atau bad words lho.

Ya meskipun terlihat kurang garang. Namun mengumpat sejatinya bukan untuk membuat orang lain sakit hati. Melainkan hanya untuk melepaskan amarahmu. Memendam amarah terus menerus juga tidak baik kan?

Sumber gambar: nationalgeographic.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Alasan Doi Susah Berpaling Darimu, Barang Kali Ini Alasannya

Alasan Doi Susah Berpaling Darimu, Barangkali Ini Alasannya

Cita-Cita Masa Kecil Tak Selaras Kala Anak Tumbuh Dewasa, Ini Sebabnya

Cita-Cita Masa Kecil Tak Selaras Kala Anak Tumbuh Dewasa, Ini Sebabnya