Manfaat dan Efek Samping Imunisasi Polio untuk Anak
Sumber gambar: produto.mercadolivre.com.br
in

Manfaat dan Efek Samping Imunisasi Polio untuk Anak

UGET UGET – Jika berkunjung ke puskesmas atau bidan, biasanya akan mendapatkan spanduk bergambar seorang anak kecil memegang balon. Di bawahnya tertulis, “Cegah Polio Bayi dan Balita”. Bagi orang awam, imunisasi Polio menjadi imunisasi yang paling dikenal di antara banyak macam imunisasi.

Indonesia merupakan salah satu negara yang begitu getol memerangi penyakit polio lewat Pekan Imunisasi Nasional (PIN). Pada tahun 2014, Indonesia dinyatakan sebagai negara yang bebas penyakit polio oleh badan kesehatan dunia, WHO. Namun bukan berarti kita tidak perlu lagi menanggulangi penyakit ini, sebab polio bisa timbul kapan dan di mana saja.

Lantas apa itu polio dan mengapa harus ditanggulangi lewat imunisasi polio?

Mengenal Penyakit Polio

Polio atau poliomyelitisi adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio (poliovirus). Virus ini menular lewat tinja orang-orang yang terinfeksi, bisa juga lewat sisa makanan dan minuman, atau air liur. Mula-mula virus ini akan menyerang usus sebagai saluran pencernaan, lalu menyebar ke limfe regional dan sistem saraf pusat di otak.

Di otak, virus polio akan melemahkan kerja saraf secara keseluruhan, sehingga berpengaruh pada seluruh kerja tubuh. Otot-otot akan melemah dan mengalami disfungsi sebab tak bisa berkoordinasi dengan otak. Pada gilirannya, virus ini akan menyebabkan kelumpuhan secara permanen.

Imunisasi polio adalah usaha preventif untuk mencegah merebaknya penyakit yang mematikan ini. Lewat imunisasi, virus polio yang jinak dan baik dimasukkan ke dalam tubuh dan merangsang pertumbuhan antibodi, sehingga berfungsi sebagai penangkal dan membunuh virus polio yang bisa merusak.

Di Indonesia, imunisasi polio dilakukan secara suntik (IPV) dan oral (OPV). Imunisasi untuk bayi dan balita biasanya dengan OPV, sementara IPV untuk orang dewasa. Vaksin OPV diberikan pada bayi yang baru lahir, usia2, 4, 6, 18 bulan; sementara vaksin suntik diberikan pada umur 2, 4, 6-18 bulan dab 6-8 tahun.

Manfaat Imunisasi Polio

Pemberian imunisasi polio yang cukup merupakan langkah yang diambil oleh pemerintah dan dokter untuk mencegah penyakit yang berbahaya dan dapat menular secara cepat. Akibatnya begitu serius, bahkan sampai kelumpuhan permanen dan kematian.

Tubuh tidak memiliki antibodi untuk polio serta menjaga jika virus ini datang sewaktu-waktu. Maka imunisasi menjadi satu-satunya cara untuk menghindari penyebaran virus polio. Yakni dengan memasukkan virus polio yang telah jinak dan tidak mengganggu pergerakan bagian-bagian dalam tubuh.

Tanpa imunisasi, tubuh tak memiliki pertahanan sama sekali untuk virus polio. Namun dengan imunisasi yang menyeluruh, segala kemungkinan penyebaran virus polio akan terhenti. Dengan itu, penyakit ini pun bisa ditanggulangi.

Efek Samping Imunisasi Polio

Tidak ada efek samping yang berbahaya untuk imunisasi ini, baik lewat suntik atau dengan metode oral. Selain karena masuknya senyawa baru di dalam tubuh, maka tubuh akan bereaksi secara normal.

Beberapa jam setelah imunisasi polio, suhu tubuh akan meningkat dan menyebabkan demam ringan. Begitu juga dengan ruam merah di bagian tubuh yang disuntik, dan pengerasan kulit bekas suntikan. Namun semua ini hanya berlangsung satu sampai dua hari.

Reaksi ini bisa dikurangi dengan banyak meminum air putih, kompres air dingin pada tubuh yang disuntik, memberikan paracetamol bagi anak yang demam serta mengurangi rasa nyeri. Namun jika reaksinya tidak turun selama dua hari, ada baiknya jika Anda melakukan pemeriksaan lanjutan di puskesmas atau dokter.

Sumber gambar: produto.mercadolivre.com.br

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Cara Bijak Menggunakan Media Sosial

Cara Bijak Menggunakan Media Sosial

Ketika Batik dan Agama Saling Menopang

Ketika Batik dan Agama Saling Menopang