Manfaat dan Efek Samping Imunisasi Dt Td untuk Anak
Sumber gambar: www.klikdokter.com
in

Manfaat dan Efek Samping Imunisasi Dt Td untuk Anak

UGET UGET – Orang tua harusnya bisa membedakan imunisasi Dt dan Td yang pada intinya sama, namun komposisi dan sasarannya berbeda. Jika salah, bisa menimbulkan efek yang berbahaya pada perkembangan buah hati.

Berikut perbedaan, manfaat, serta efek samping dari imunisasi Dt dan Td yang harus dipahami orang tua.

Perbedaan Imunisasi DT dan TD

Vaksin Difteri Tetanus (Dt) dan Tetanus Difteri (Td), meski memiliki bahan vaksin yang sama, namun komposisi yang berbeda menjadikannya berbeda pada sasaran imunisasi. Jika salah, bisa berakibat fatal bagi sang anak.

Kandungan vaksin Difteri Tetanus (Dt) memiliki komposisi antivirus Difteri sebesar 20 Lf, sementara antivirus tetanus sebesar 7,5 Lf. Sedangkan untuk vaksin Tetanus Difteri (Td) memiliki antivirus tetanus sebesar 7,5 Lf dan antivirus difteri yang lebih rendah sebesar 2 Lf. Sedangkan untuk ukuran per suntikannya sama, 0,5 ml.

Sesuai kandungannya, vaksin Dt diberikan untuk menangkal virus difteri dan tetanus pada masa-masa rawan, ketika antibodi di dalam tubuh berkurang akibat pertumbuhan. Vaksin Dt biasanya diberikan selama lima kali, yakni pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, 15-18 bulan, dan usia 4-6 tahun. Jika Anda berangkat ke puskesmas atau bidan, biasanya petugas akan meminta buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) untuk mengecek jumlah imunisasi Dt, agar bisa disesuaikan sampai empat kali.

Sementara vaksin Td, biasa disebut sebagai vaksin lanjutan. Dengan kadar antivirus difteri yang lebih sedikit dari vaksin Dt, imunisasi Td dilakukan sebagai antisipasi jika di umur remaja virus difteri dan tetanus akan datang lagi, namun kemungkinan datangnya sangat kecil.

Imunisasi Td dilakukan secara serempak di sekolah-sekolah dasar antara bulan September hingga November. Program ini sering diistilahkan sebagai Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) untuk anak yang berusia antara 7-11 tahun. Imunisasi Td kedua diberikan pada orang dewasa sekali seumur hidup, antara usia 19-64 tahun.

Manfaat

Sesuai dengan kandungannya, baik vaksin Dt dan Td memiliki manfaat sebagai pencegah tumbuhnya virus yang menyebabkan infeksi, baik difteri, tetanus maupun batuk rejan (pertusis). Penyakit Difteri umumnya menyerang seseorang dan menimbulkan infeksi bagian atau mukosa, baik saluran pernapasan maupun kulit yang terluka. Gejalanya biasanya dimulai dengan demam yang tiba-tiba disertai pertumbuhan membran kelabu yang menutupi salah satu bagian saluran pernapasan.

Tetanus adalah salah satu penyakit yang serius. Kadang pula dikenal dengan nama lockjaw, yaitu penyakit yang mampu membuat kejang pada otot dan bisa berakhir pada kematian. Kejang ini dimulai dari rahang dan leher.

Dengan melakukan imunisasi Dt dan Td secara rutin dan berkala, merupakan upaya preventif kita untuk mencegah munculnya penyakit infeksi yang sangat berbahaya.

Efek Samping

1. Anak yang sedang mengalami sakit sebaiknya menunggu sampai sakitnya pulih sebelum dilakukan imunisasi. Hal ini sesuai dengan saran Center for Disease Control and Prevention (CDC), sebab imunisasi di masa sakit bisa menimbulkan efek samping yang berbahaya, seperti kejang-kejang. Kecuali jika sang anak hanya mengalami sakit biasa seperti pilek, flu atau demam biasa, maka tidak menjadi masalah jika diimunisasi ketika waktunya tiba.

2. Bagi beberapa anak, mereka mengalami alergi terhadap vaksin difteri dan tetanus, sehingga jika dilakukan imunisasi Dt dan Td, badan mereka akan merespon dengan beragam penyakit. Sebaiknya orang tua memastikan terlebih dahulu apakah sang anak memiliki alergi tersebut atau tidak. Jika iya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak terlebih dahulu sebelum membawa anak ke petugas imunisasi.

Sebagaimana penyuntikan vaksin yang lain, vaksin Dt dan Td biasanya menimbulkan efek samping berupa demam yang berlangsung 1-2 hari, ruam merah pada bekas suntikan, bahkan kejang bagi anak yang pernah mengalami sakit kejang. Namun efek ini akan menurun perlahan seiring dengan menghilangnya rasa sakit pada daerah bekas suntik. Untuk mengurangi efek samping ini, Anda bisa memberikan obat asetaminofen atau ibuprofen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Bijak Menggunakan VPN dan Cara Berselancar Bebas di Internet

Bijak Menggunakan VPN dan Cara Berselancar Bebas di Internet

Bukit Parangendog, Tempat Romantis di Selatan Jogja

Bukit Parangendog, Tempat Romantis di Selatan Jogja