Makanan Aneh Dan Ekstrem dari Gunungkidul Yogyakarta
Sumber gambar: www.merdeka.com
in

Makanan Aneh Dan Ekstrem dari Gunungkidul Yogyakarta

UGET UGET – Bukan hanya tiwul Gunungkidul yang sudah khas itu, kabupaten di Jogja ini juga punya banyak makanan aneh dan ekstrem lho. Apa aja sih?

Makanan-makanan aneh ini terbilang tidak lazim dan boleh jadi susah kita temui di daerah lain.

1. Belalang Goreng

Belalang goreng mungkin menjadi makanan aneh dari Gunungkidul yang paling sering didengar. Serangga ini dikenal memiliki rasa yang enak saat dimakan. Biasanya orang Gunungkidul memasaknya dengan cara digoreng. Bumbunya bisa hanya bawang putih dan garam saja, atau bisa juga dimasak dengan bumbu bacem seperti layaknya memasak ayam bacem.

Ada pula yang sekarang ini sudah membuat kreasi masak belalang dengan bumbu pedas. Bebas, gaes. Boleh dimasak sesuai selera. Rasanya? Kebanyakan orang bilang kalau belalang ini memiliki rasa yang sangat gurih. Hampir mirip seperti udang. Saya mengakui itu.

Tidak sembarangan belalang lho yang dimasak. Jenis belalang yang dimasak adalah belalang kayu. Belalang ini tergolong musiman, jadi tidak sepanjang tahun ada banyak. Biasanya belalang akan berkembang pesat saat musim hujan. Tidak heran, saat muslim kemarau, harga belalang goreng dapat melonjak tinggi.

Untuk mendapatkan belalang goreng di Gunungkidul, biasanya tersedia di tempat-tempat yang menjual oleh-oleh khas gunungkidul. Selain itu, terdapat pula penjual yang menjajarkan belalang goreng dagangannya di pinggir jalan dari arah Tahura sampai Rest Area Bunder (rute Wonosari – Jogja).

2. Jangkrik Goreng

Jangkrik goreng memiliki cita rasa yang hampir mirip seperti belalang goreng. Kebanyakan penikmatnya justru berpendapat bahwa jangkrik goreng lebih gurih dari pada belalang. Namun, tidak seperti belalang yang sudah dipasarkan secara luas, jangkrik ini biasanya hanya dimasak di rumah saja untuk menu makan keluarga. Itupun saat ini sudah jarang ditemui. Mungkin karena jangkrik susah ditangkap kali ya?

3. Ulat Goreng

Kalau makanan yang ini bisa dibilang yang paling ekstrem. Kebanyakan orang akan geli untuk memakannya. Bagaimana tidak, melihatnya saja kadang sudah bikin teriak-teriak, apalagi memakannya? Eits, tapi jangan salah. Ulat laku keras di pasaran. Bahkan sering sekali harganya jauh lebih tinggi dari pada harga daging ayam dan daging kambing. Peminatnya? Banyak banget.

Bagi pecinta ulat goreng, musim ulat menjadi musim yang mereka tunggu-tunggu. Biasanya ulat yang lazim dimasak adalah ulat dari pohon joar dan pohon jati. Tapi ada pula yang memasak ulat jedung yang katanya sangat lezat itu.

Ulat-ulat yang dimasak tadi bukan ulat bulu ya gaes. Jadi tidak akan membuat gatal tangan saat memegangnya.

Biasanya, ulat yang dimakan itu adalah ulat yang hampir menjadi kepompong. Jadi, ulat tersebut sudah banyak diam dan tidak banyak jalan-jalan kesana kemari. Ukurannya pun sudah besar. Dengan kata lain sudah mencapai ukuran maksimalnya. Dia sudah puas makan daun dan sudah gemuk.

Sama halnya seperti belalang, ulat ini bisa dimasak sesuai selera. Lazimnya sih hanya digoreng saja. Baik memakai bumbu bawang putih dan garam atau dengan bumbu bacem. Bagi para pecinta kuliner ini tentu rela mengeluarkan isi dompet yang cukup tebal demi merasakan kenikmatannya, gaes. Bagaimana? Tertarik?

4. Kepompong Goreng

Masih ada lagi nih yang sama tapi tak serupa dengan ulat goreng tadi. Kali ini, kepompongnya yang dimasak. Rasanya juga tidak kalah lezat dengan kuliner-kuliner ekstrem yang sudah disebutkan tadi.

Dengan bentuknya yang sudah menjadi kepompong tentu rasanya sudah tidak segeli saat melihat ulatnya ya gaes.

Nah, kalau kepompong, lebih baik yang dimasak adalah kepompong muda. Artinya, ulat yang baru saja jadi kepompong. Kalau kepompongnya sudah tua atau hampir menjadi kupu-kupu, biasanya akan mempengaruhi cita rasanya. Kalau istilah Jawanya jadi sepo gitu gaes.

Sama seperti ulat, kalau sedang musim bisa saja dengan mudah mendapatkannya di pasar-pasar tradisional di Gunungkidul. Cara memasaknya pun sama seperti ulat tadi. Kalian bisa berkreasi sesuka hati.

5. Laron Goreng

Laron ini adalah serangga terbang yang biasanya muncul ketika musim hujan. Laron bisa saja datang di pagi hari, atau malam hari. Ketika di malam hari, laron biasanya terbang mendekati lampu. Jadi, untuk mendapatkannya bisa saja dengan memberikan jebakan plastik basah di dekat lampu. Nanti, jika laron terkena plastik basah itu, pasti akan menempel dan tidak dapat terbang lagi.

Jika laron itu munculnya di pagi hari, orang-orang biasanya mencari sumber di mana laron itu keluar. Tempat itu biasanya seperti lubangan tanah kecil yang dikelilingi rayap. Kita bisa memasang plastik basah besar yang dipasang di sekitar lubang itu. Tapi, kalau mau sambil bermain, bisa saja kita tunggu laron itu keluar dan kita ambil pakai tangan. Resikonya? Paling digigit rayap.

Sama seperti jangkrik tadi gaes. Jarang yang menjual laron ini di pasar. Biasanya hanya dimasak sendiri saja. Yang paling lazim, laron hanya dimasak dengan bumbu bawang putih dan garam. Saat menggoreng, minyaknya juga hanya sediki saja. Untuk makanan yang satu ini, lezatnya sudah tidak diragukan lagi gaes. Cobain deh.

6. Ungkusan Tawon

Berbeda dengan makanan sebelumnya yang kebanyakan hanya digoreng, serangga yang satu ini enaknya dimasak dengan cara dikukus, gaes. Tawon atau lebah yang dimasak bukan yang besar itu ya. Tapi lebah madu.

Biasanya, lebah yang sudah tua dianggap sudah pensiun dari masa tugasnya dalam menghasilkan madu. Lebah-lebah yang sudah tua ini kemudian dipanen dan diolah menjadi sebuah masakan unik. Ya ungkusan tawon ini, gaes.

Bumbu inti yang digunakan untuk memasak tawon ini hanya bawang merah, bawang putih, cabai, gula Jawa, dan garam. Bumbu-bumbu tersebut dicampur dengan parutan kelapa muda dan dicampur lagi dengan lebah yang telah dibersihkan. Bungkus dengan daun pisang, lalu dikukus. Praktis kan?

7. Rempeyek Bekingking

Nah, kalau kuliner yang ini, adanya di pantai gaes. Gunungkidul tentu tidak dapat dipisahkan dari pantainya kan? Bekingking itu sering juga disebut sebagai undur-undur laut, tapi lebih mini. Kalau kita pergi ke pantai, misalnya ke pantai Kukup, kita akan menjumpai sebuah rempeyek yang isinya hewan-hewan kecil. Itu dia yang dimaksud rempeyek bekingking. Besok beli ya kalau datang ke sana.

Itu tadi contoh makanan aneh yang bisa disebut ekstrem dari Gunungkidul. Penasaran? Boleh banget kok dicoba. Tapi, hati-hati bagi yang punya alergi makanan. Karena, biasanya yang alergi udang dan kepiting bisa juga alergi makanan-makanan ekstrem dari Gunungkidul tadi. So, jangan terlalu nekat dan main-main dengan makanan ekstrem ini ya gaes.

Sumber gambar: www.merdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Bosan Dengan Permainan Catur Biasa Coba Permainan Catur yang Ini

Bosan Dengan Permainan Catur Biasa? Coba Permainan Catur yang Ini

Senam Hamil Dancing Paradinha Stimulus Ibu Bersalin Normal uget uget

Senam Hamil Dancing Paradinha Stimulus Ibu Bersalin Normal