Madinat al-Zahra Spanyol, Bukti Cinta Raja Pada Sang Kekasih
Sumber gambar: adindaazzahra.com
in

Madinat al-Zahra Spanyol, Bukti Cinta Raja Pada Sang Kekasih

UGET UGET – Delapan kilometer dari arah barat Kordoba masih tersisa peninggalan Madinat al-Zahra, kota-istana megah yang dibangun oleh Khalifah Abd al-Rahman III di abad kesepuluh. Kompleks tersebut berada tepat di perbukitan yang memperlihatkan keindahan Spanyol.

Khalifah ini terkenal karena kecakapannya dalam memimpin di Andalusia. Dalam kisah-kisahnya, beliau digambarkan sebagai orang yang berkepribadian kuat, mempunyai keteguhan hati, memiliki keberanian dan pertimbangan yang tepat.

Dengan kepemimpinan yang tegas, Khalifah Abd al-Rahman III berhasil membawa Andalusia menuju masa keemasannya. Saat masa pemerintahannya, ilmu pengetahuan, kesenian, perdagangan dan industri berkembang dengan pesat.

Dikisahkan, Madinat al-Zahra dibangun sebagai kediaman istri tercinta sang Khalifah, al-Zahra yang sakit. Karena kerinduan sang istri terhadap bebukitan Syria yang bersalju, Khalifah mengelilingi kota barunya dengan rimbunan almond dan pohon ceri, menyerupai serpihan salju dengan bunga-bunga putih yang halus.

Di samping itu juga, persaingan dua dinasti Islam antara Kordoba dann Fatimi di Utara Afrika, mengharuskan Khalifah untuk membangun pusat pemerintahan yang tidak kalah megahnya dengan Dinasti Fatimi. Pembangunan dimulai pada 940 dengan menggunakan tenaga 10.000 pekerja yang, tidak kurang dari 6000 batu sehari, untuk membuat dinding sepanjang 1.518 meter dari timur ke barat dan 745 meter dari utara ke selatan.

Komplek Madinat al-Zahra dibangun sekitar 35 tahun, hanya beberapa saat sebelum Abd Rahman III digantikan oleh Khalifah Al-Mansur yang juga membuat komplek pemerintahan sendiri di Kordoba. Antara tahun 1010-1013, Madinat al-Zahra hancur selama invasi tentara Berber. Hingga kini, pemugaran komplek Madinat al-Zahra terus dilakukan.

Untuk kepentingan pariwisata, kini dibangun sebuah museum yang menyimpan sejarah Madinat al-Zahra, juga menyediakan replika utuh dari komplek tersebut. Sebab, hanya beberapa bangunan dari komplek tersebut yang masih dibuka untuk umum.

Jika hendak bepergian ke sana, Anda bisa menempuh perjalanan bus dari terminal Puerta de Almodovar Kordoba. Bus tujuan Madinat al-Zahra berangkat pada 10.15 am dan 11 am setiap hari, pukul 4.15 pm pada hari Jumar dan Sabtu, dan 11.45 am pada hari Minggu. Dengan 8.50 euro, Anda bisa melakukan perjalanan pulang balik dari Kordoba ke Madinat al-Zahra.

Sumber gambar: adindaazzahra.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Pecandu Bakmi Jawa Harus Coba Yang Satu Ini Nih

Pecandu Bakmi Jawa Harus Coba Yang Satu Ini Nih

Bahaya Tidur Tengkurap Bagi Bayi

Bahaya Tidur Tengkurap Bagi Bayi