Macet di Sekaten? Jalan Searah Jadi Solusi?

Macet di Sekaten? Jalan Searah Jadi Solusi?

UGET UGET – Padat dan macet di Sekaten, dua hal yang saya rasakan ketika datang ke sana. Tapi, rasanya belum afdal kalau sebagai warga Jogja belum jalan-jalan ke Sekaten bersama keluarga, kawan, gebetan, pacar, atau mungkin mantan pacar.

So, padat dan macet di Sekaten nggak jadi masalah.

Namun, apakah iya kemacetan ini tak pernah dijadikan bahan koreksi dari pihak panitia dan keamanan? Kalau kemacetan selalu melanda jalanan menuju lokasi Sekaten, menurut saya harus dipikirkan solusinya.

Saya mengamati bahwa kemacetan terjadi di dua titik, yaitu pintu timur dan pintu utara. Di pintu timur pernah saya lalui bagaimana kemacetan terjadi karena ramainya pejalan kaki dan kendaraan motor serta mobil yang berlawanan arah.

Betapa sulitnya saat itu saya memasuki wilayah Altar. Butuh waktu setengah jam dari lokasi parkir yang sebenarnya hanya berjalan 3-5 menit saja sudah sampai di area Sekaten.

Saya lihat kasian betul seorang anak kecil yang masih balita digendong orang tuanya di tengah kemacetan. Panas dan sumpek pasti dirasakan.

Kemudian, saya berpikir bahwa masalah ini bisa sedikit teratasi dengan dua cara. Pertama, dibuat jalan searah menuju ke lokasi. Alur daripada jalan searah dimulai dari pintu utara, yaitu dari arah titik 0 km menuju ke lokasi dan keluarnya ke arah timur.

Selain pintu utara, bisa juga masuk dari arah barat Altar dan keluar ke arah timur. Nah, permasalahan berebut parkir mungkin bisa diatur dengan dibuat satu organisasi parkir yang membawahi peraturan parkir di daerah Sekaten.

Misalnya, penghasilan parkir satu hari dikumpulkan jadi satu. Barulah kemudian petugas parkir diberi bayaran yang sama. Biaya sewa tempat sudah di luar gaji petugas parkir.

Kedua, apabila opsi pertama belum bisa terealisasi karena berbagai macam pertimbangan, alangkah baiknya dua jalur dari arah timur diberi pembatas jalan dan parkir-parkir di pinggir jalan diatur supaya tidak memenuhi badan jalan.

Mungkin dua hal itu saja yang menurut saya bisa dijadikan solusi. Namun, semua kembali lagi pada sistem dan aturan di sana yang lebih mengetahui kondisi dan situasi karena saya hanya melihat permasalahan ini dari kacamata orang awam.

Tapi tunggu dulu, semua hal tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh sistem di sana saja, semua warga Jogja juga harus mampu menjadi bagian pemberi solusi kemacetan. Dengan cara apa? Tentu dengan cara ikut menjaga ketertiban di sepanjang jalan menuju area Sekaten.

Sebagai warga Jogja juga bisa membantu mengatur arus lalu lintas di sana. Ikut membantu petugas keamanan yang sering saya lihat mereka kewalahan ketika kemacetan Sekaten terjadi.

Dan satu lagi, bagi para pengunjung harus bersabar juga. Nggak boleh emosi kalau baru macet, ya. Lebih baik dibawa happy dan dinikmati.

Sumber gambar: jateng.tribunnews.com

Yuk, Dapetin Konten Keren di Email

Kita pilihkan konten yang pasti kamu suka. Masukkan emailmu