Ngepop

Lupakan The Beatles: Orang-orang Indonesia Ini Lebih Dulu Nge-Rock n Roll

UGETUGET – Orang-orang keturunan Indonesia ini edan-edanan di panggung musik jauh lebih dulu ketimbang Eyang Jimmy Hendrix, Jimmy Page, atau RHCP. Bahkan, beberapa tulisan di internet maupun komentator di YouTube menyebut bahwa The Beatles dan Jimmy Hendrix berkiblat, atau terpengaruh, oleh mereka ini (sayangnya, saya nggak nemu referensi sahih yang menguatkan untuk klaim ini).

https://www.youtube.com/watch?v=muKkVufgkAE

Yang Anda lihat itu memang wajah khas orang Indonesia dari bagian timur. Asli! Lahirnya aja di Indonesia (tapi sulit dipastikan di kota mana tepatnya). Keempatnya merupakan putra dari pasangan Kapten (KNIL) Herman Tielman dari Kupang and Flora Lorine Hess dari Semarang. Mereka adalah (semua dengan nama keluarga Tielman) frontman Andy yang pegang gitar plus nyanyi, basis Ponthon, drummer Loulou, dan gitaris Reggy.

Chemistry di antara mereka sungguh pas mantab. Mungkin karena mereka masih sodaraan. Tapi, skill setiap personel memang kelas dunia. Lihat saja di detik 1:03, yang entah kenapa bikin saya tiba-tiba ingat cabikan Flea. Bedanya, yang dicabik di sini adalah bas betot (contrabass) yang guede (dan berat, yakinlah, saya pernah pegang). Dan, yang ini nuansa rock-nya terasa banget.

Di detik 2:17, saya yakin Dab Eros pun ngiler melihatnya. Atau, di detik 2:25, ketika Andy membunyikan gitar dengan sepatu yang masih terpasang di kakinya. Ada lagi: di detik 2:55, Andy naik ke bass betot dan nggenjreng dengan gitar di balik punggungnya sembari menebar senyum lebar. Itu masih disambi menggoyangkan gitarnya dan nge-pull off khas rock n’ roll, loh!

Yang paling menarik mungkin drummer (Loulou) yang di detik 4:05 berdiri dan mengitari perangkatnya, sementara ritme tabuhannya pada tomtom, simbol, dan segala macam perangkat perkusi dengan taraf ke-woles-an tinggi tetap sangat terjaga. Seolah-olah, seperti yang dilakukan John Bonham bertahun-tahun kemudian, perangkat drum itu “bernyanyi”.

Tapi, sejatinya aksi dan skill setiap personel band ini sungguh sedap dipandang dan disimak.

Dedek-dedek emez zaman sekarang kemungkinan sangat kecil tahu nama Tielman Brothers. Saya sendiri pun, yang konon bisa dibilang enggak emez, baru tahu belakangan. Referensi di internet tentang Tielman Brothers juga tidak cukup banyak. Saat saya menelusuri Gugel, hasil pencarian hanya kurang dari satu juta. Di situs Wikipedia pun hanya seuprit.

Untunglah ada beberapa sumber yang menurut saya cukup bonafide dan bisa dijadikan rujukan, termasuk beberapa blog dan skrinsut sebuah buku dari Google Books. Dan untungnya juga, akun bernama Sam Sam Records di YouTube bersedia bikin kanal dan mengunggah koleksi penampilan awal Tielman Brothers. Ada juga akun-akun lain yang mengunggah penampilan band Indorock ini.

Oke, oke, mereka memang bukan WE-EN-I. Bukan warga negara Indonesia. Tapi mereka punya darah Indonesia. So, mereka orang Indonesia. Jadi, seperti biasa, seperti latah yang kita rasakan juga dengan Radja Nainggolan, kita bangga dong kalau ada orang Indonesia yang dikenal khalayak luas selain di negeri sendiri.

Walaupun nama grup ini mungkin tak dikenal dalam sejarah musik Indonesia, tetapi kisah hidup dan karya mereka sejatinya tak bisa dipisahkan dari sejarah nasional Indonesia. Mereka berkarier sejak 1945 dengan tampil di berbagai acara di Surabaya. Sejak itu mereka berganti-ganti formasi, tetapi kemudian yang paling banyak dikenal sepertinya formasi 4T (Andy, Ponthon, Loulou, Reggy).

Ayah mereka adalah serdadu KNIL, jadi bisa dipastikan bahwa pada tahap-tahap awal karier bermusik itu mereka terdesak secara sosial dan politis oleh pihak Republik.

Tapi mereka tetap sintas karena diketahui bahwa setelah NKRI kembali ke UUD 1945, tepatnya pada 1957, barulah mereka memutuskan untuk beremigrasi ke Nederland. Mungkin karena pada dasawarsa 50-an di Indonesia itu musik ngak-ngik-ngok mulai bikin alergi Padoeka Jang Moelia Soekarno yang lebih suka lenso.

Terbebas dari stigma anti-londo pada masa Orla itu, karier Tielman di Nerderland mulai menanjak. Mereka bahkan disebut-sebut sebagai pelopor Indorock. Gerakan musik populer ini merupakan perpaduan antara musik Indonesia yang berakar pada keroncong dengan musik barat. Indorock sering juga disebut sebagai pendahulu Eurorock.

Meskipun sudah lama meninggalkan tanah kelahiran, tetapi agaknya Andy tak bisa melupakan zamrud khatulistiwa ini. Ada video di YouTube saat Eyang Andy menyanyi di Kedubes Indonesia. Ada juga video saat beliau menyanyikan lagu-lagu Indonesia, dan tentu saja Bengawan Solo yang legendaris itu.

Kini keempat personel Tielman Brothers telah tiada. Tetapi karya mereka telah coba diabadikan, setidaknya di internet. Perjalanan karier mereka juga mungkin bisa mengingatkan pemerintah dan kita sendiri untuk mengurangi laju brain drain. Setidaknya, kita sudah mulai dengan Arcandra tempo hari.

Sumber gambar: tempoejadoel.wordpress.com

Bagikan artikel ini:

No Responses

Leave a Comment

Pingin konten seru tiap hari?

Dapetin konten menarik di emailmu

Makasih bro, tunggu konten dari kami ya

Ada kesalahan, coba ulangi lagi