uget uget - Seniman Bikin Lukisan Seni Menggunakan Bibir Bergincu
Sumber gambar: www.designstack.co
in

Lukisan Seni: Seniman Menggunakan Bibir Bergincu

UGETUGET – Lukisan seni tidak harus terbuat dari cat minyak atau pun cat-cat yang lumrah digunakan untuk membuat lukisan di atas kanvas. Dulu, saat Festival Kesenian Yogyakarta diadakan pada tahun ’90-an, saya pernah melihat seorang seniman yang menggabungkan antara seni tatah dan seni lukis dalam suatu lukisan.

Kini, hampir tiga dekade, sudah muncul banyak inovasi dan eksperimen dari para seniman. Tidak hanya di Yogyakarta atau Indonesia, tetapi fenomena ini juga terjadi di seluruh dunia.

Menurut saya, adanya keresahan dan kegelisahan mengenai konsep ruang yang dialami para seniman sebenarnya adalah wujud kebingungan mereka terhadap jati dirinya sendiri.

Di kota Yogyakarta ini, saya secara tidak sengaja sering bertemu dengan para seniman, baik dari kalangan rupa, musik, tari, maupun sastra.

Sebagai orang biasa yang tidak tahu tentang dunia seni, paling saya hanya bisa menilai dari wujud produk dan gagasannya saja. Sedangkan soal teknis saya sama sekali tidak paham. Kalau saya paham dan bisa, nanti malah saya yang jadi seniman.

Lagian, akan menjadi wagu sekali jika dalam seni rupa, misalnya lukisan, justru yang dibahas adalah teknik kuas, arsir, dan sebagainya. Bagi saya, itu nggak penting. Tapi, proses di balik penciptaan karya tersebutlah yang penting untuk saya.

Salah satu contohnya adalah seorang seniman yang berasal dari kota Toronto, Kanada. Namanya adalah Alexis Fraser.

Dalam proses penciptaan lukisan seni, ia sama sekali tidak menggunakan cat dan ‘tangan’-nya. Malahan ia justru menggunakan bibirnya.

Alexis Fraser membuat lukisan seni dengan sabar. Ia menciumi sketsa karya seninya dengan penuh cinta dan ketulusan. Karyanya sangat detail dan berkarakter.

Untuk menyelesaikan satu karya, ia membutuhkan waktu berjam-jam, atau bahkan berminggu-minggu. Tapi, proses yang lama tersebut memang sesuai dengan hasil yang didapatkan.

Saya melihat Alexis Fraser ini dapat lepas dari ‘ruang’ yang sering kali justru memerangkap para seniman. Ia membuat ruang sendiri yang sesuai dengan karakter dan dirinya. Ia sadar bahwa dirinya adalah seekor burung yang ingin terbang menggunakan kedua sayapnya.

Sumber gambar: Designstack.co

Written by Punkaz D. Singaraska

Suka dengan teori-teori konspirasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

uget uget - Sangkal Putung Rumah Sakit Tulang Tradisional

Sangkal Putung Rumah Sakit Tulang Tradisional

penipuan di instagram

Penipuan di Instagram: Pembelajaran e-Commerce Bagi Indonesia