Mendapat Banyak Like Di Media Sosial Sama Menyenangkannya Seperti Mendapatkan Hadiah atau Cokelat
Sumber gambar: pixabay.com
in

Mendapat Banyak Like Di Media Sosial Sama Menyenangkannya Seperti Mendapatkan Hadiah atau Cokelat

UGET UGET – Media sosial seakan menjadi cerminan diri. Unggahan foto maupun video bisa menjadi salah satu ajang aktualisasi diri. Sehingga wajarlah kita begitu menghargai like (tanda suka) yang diberikan orang pada setiap unggahan kita. Bahkan dengan mendapatkan banyak like, rasanya sama bahagianya seperti mendapat hadiah atau memakan cokelat lho.

Dilansir infia_fact, ini diketahui berdasarkan sebuah studi yang dilakukan Lauren Sherman seorang peneliti di Children’s Digital Media Center UCLA. Lauren menemukan fakta bahwa melihat foto yang mendapat banyak like setelah diunggah ke media sosial Instagram bisa mengaktifkan bagian otak yang sama ketika seseorang mendapat hadiah atau mengonsumsi cokelat.

Lauren memberikan penjelasan medisnya demikian, “Ketika remaja melihat foto mereka dengan jumlah like yang banyak, kita melihat adanya aktivitas di berbagai daerah di otak mereka. Bagian otak yang sangat aktif tersebut disebut nukleus akumbens, yakni daerah otak yang berhubungan dengan penghargaan/reward dan sangat sensitif selama masa remaja.”

Saya rasa ini benar adanya. Sebab banyaknya like memang saya alami sendiri ampuh membuat hati senang. Dari like, kita merasakan adanya penghargaan dan pengakuan dari orang lain, bahwa kita dianggap sebagai orang yang dikenalnya, disayangi, bahkan berarti bagi orang yang bersangkutan.

Like juga menunjukkan lingkup pergaulan. Semakin banyak orang mengenal dan menilai kita sebagai pribadi yang menyenangkan, orang semakin tak segan untuk memberikan like, apalagi komentar. Like juga menunjukkan bahwa kita merupakan orang yang disegani, baik itu dari segi penampilan, prestasi, karakter diri, dan sebagainya.

Like juga sebagai cerminan aktualisasi diri. Artinya, orang mengakui kehadiran atau eksistensi kita. Kalau orang tidak mengenal, atau benci pada kita, mana mungkin memberikan like. Tentu mereka akan melewatkan unggahan kita begitu saja. Jangankan like, follow saja tidak. Begitu pula relasi antara kita dengan mereka yang tidak begitu kita kenal akrab, tentu mereka akan pikir dua kali untuk memberikan like.

Nah karena itu, saya rasa penerimaan di media sosial sama halnya dengan penerimaan di kehidupan nyata (real life). Karenanya, rasanya sama bahagianya dengan makan cokelat atau kala mendapat hadiah. Ya, like itu bagaikan sebuah hadiah yang berarti di zaman now ini.

Sama halnya dengan makan cokelat yang bisa menenangkan dan memperbaiki mood, like juga begitu. Coba saja kalau kondisinya berubah sebaliknya. Ketika unggahanmu hanya mendapatkan sedikit like, pasti sedih rasanya. Galau gimana gitu.

“Yah yang nge-like cuma sedikit, kurang menarik apa ya.” “Malas ah upload foto, paling yang like juga cuma sedikit.” Adakah kalian yang pernah mengeluh begini? Dari sini saja sudah terlihat jelas, mendapatkan like yang sedikit bisa menimbulkan kekecewaan bermain media sosial.

Sehingga tak jarang kala bermain di media sosial, orang menggunakan dan menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan like yang banyak. Sebab ketika like nya banyak, rasanya menyenangkan.

Sumber gambar: pixabay.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Andre Silva Perlu Berguru Pada Nikola Kalinic untuk Bisa “Dipercaya”

Andre Silva Perlu Berguru Pada Nikola Kalinic untuk Bisa “Dipercaya”

Penggunaan Tinta Merah Berikan Tekanan Berlebihan Pada Anak

Penggunaan Tinta Merah Berikan Tekanan Berlebihan Pada Anak