Mengingat Led Zeppelin dan Stairway to Heaven
Sumber gambar: ppcorn.com
in

Mengingat Led Zeppelin dan Stairway to Heaven

UGET UGET – “There’s a lady who’s sure all that glitters is gold. And she’s buying a stairway to heaven.” Kurang lebih, begitulah kalimat pembuka dalam lagu Stairway To Heaven, sebuah lagu rock klasik dari band kenamaan Led Zeppelin. Menarik dan keseluruhan lirik pun menimbulkan banyak interpretasi.

Beberapa orang mengaitkannya dengan hal-hal berbau satanic, jika lagu tersebut diputar secara terbalik (lagu ini dirilis ketika piringan hitam masih menjadi tren dalam masyarakat untuk mendengarkan musik) akan muncul pesan-pesan satanic.

Namun , banyak juga yang mengatakan jika Stairway To Heaven dari Led Zeppelin ini lebih berkisah tentang perjalanan spiritual dalam mencari makna kehidupan. Perpaduan antara gitar klasik dan lirik yang menyerupai puisi-puisi Romantic, menjadikan susunan harmoni menjelma “suara kebenaran” yang berbisik dari kejauhan.

Musikolog Robert Walser mencatat bahwa tahun 1960-1970 merupakan periode ketika gelombang ketidakstabilan melanda dunia Barat: “akhir dari Pax Americana ditandai dengan; krisis kebijakan ekonomi baru, berkurangnya aktivitas industri, penolakan perserikatan pekerja atas meningkatnya layanan jasa bergaji rendah; terbongkarnya korupsi yang dilakukan pejabat-pejabat; gerakan sosial yang menuntut dominasi dalam peraturan yang berkaitan dengan ras, gender, ekologi, dan hak-hak konsumsi; stabilitas sosial yang menjadi tantangan baru bagi institusi, contoh paling sederhana keluarga; dan juga pengartian ulang tema-tema yang berlaku di dalam masyarakat termasuk kebebasan”.

Berasal dari masa-masa seperti itulah Stairway To Heaven dilahirkan. Kenyataan sosial diubah ke dalam bentuk irama dan lirik yang menyindir dengan cerita tentang pengalaman hidup di dunia material, usaha manusia untuk tidak mengacuhkannya dengan mengalihkan perhatian kepada pengalaman hidup dan mengasihi sesama manusia untuk menemukan kebebasan yang sebenarnya, menjadi bebas dari apa yang diinginkan dunia material.

Konon, di tahun 1980-an lagu Stairway To Heaven diputar selama 24 jam, terus menerus tanpa putus, oleh stasiun radio di kota Meksiko. 24 jam dan tanpa menimbulkan komplain dari pendengar. Mungkin kita juga bisa melakukannya dan mencari sendiri makna lagu ini. Mungkin karena itu pula lagu dari Led Zeppelin ini dinobatkan sebagai salah satu dari 100 lagu terbaik sepanjang masa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

BRI Microfinance, Kemudahan Transaksi Perbankan Penduduk Desa

BRI Microfinance, Kemudahan Transaksi Perbankan Penduduk Desa

Pasangan Kakek Nenek, Antonio dan Rosa yang Bercerai di Usia Senja

Pasangan Kakek Nenek, Antonio dan Rosa yang Bercerai di Usia Senja