Sumber gambar: globalbajaj.com
in

Lawakan Mat Solar Bajaj Bajuri: Jadul dan Sederhana

UGETUGET – Lawakan Mat Solar Bajaj Bajuri merupakan komedi sekaligus hiburan yang kerap dijadikan tayangan unggulan oleh sejumlah televisi swasta Indonesia.

Selain menghibur, komedi ini juga kerap berperan sebagai sarana mengkritik keadaan, mulai dari mengkritik pemerintahan sampai kritik sosial kepada masyarakat.

Dalam perjalanannya, terdapat banyak acara komedi menghiasi televisi Indonesia. Tapi, semakin ke sini, tayangan komedi justru lebih banyak yang tidak mendidik. Komedi-komedi belakangan justru menjadi contoh untuk melakukan tindakan tak terpuji.

Maksud saya, komedi yang ditampilkan hanya mengejar kesenangan semata. Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap acara komedi yang memiliki mutu, kebanyakan komedi Indonesia justru banyak mengajarkan hal buruk.

Misalnya saja bullying, yang sekarang menjadi hal yang lumrah. Padahal, dengan penuh kesadaran, semua yang ditampilkan televisi dapat dilihat oleh semua kalangan tanpa kecuali.

Bukannya tanpa tanggapan, pemerintah telah mencoba untuk mengurangi hal-hal yang tidak pantas ditampilkan di televisi. Misalnya melakukan sensor, bahkan mencabut izin tayang sebuah acara.

Tapi, tindakan semacam ini masih dirasa belum cukup. Banyak tayangan yang mengarah pada pembodohan intelektual masih dibiarkan berkeliaran di layar kaca.

Belajar dari lawakan tempo dulu

Kalau dibandingkan dengan acara lawakan tempo dulu seperti lawakan Mat Solar Bajaj Bajuri, tentu tayangan komedi zaman sekarang tidak ada apa-apanya. Kalah dalam semua segi penilaian.

uget uget - mat solar bajaj bajuri
Sumber gambar: globalbajaj[dot]com
Pertama, secara moral tentu lawakan zaman dulu lebih mendidik. Dua, secara kualitas komedi zaman dahulu lebih kreatif dari segi penyajian. Kelucuan yang muncul pun tidak dibuat-buat. Semuanya terjadi secara alamiah.

Berbeda dengan komedi zaman sekarang yang banyak tidak mendidiknya. Bahkan untuk memancing kelucuan, diadakan penonton bayaran yang ditugaskan untuk tertawa bila waktunya, tidak peduli se-garing apa pun lawakan yang disajikan.

Itu masih lebih baik. Ada banyak acara komedi yang menggunakan tawa buatan. Dapat dibayangkan tentunya betapa lawakan tersebut sebenarnya sangat tidak lucu. Bahkan untuk tertawa, dibutuhkan suara mesin yang jauh dari perasaan autentik manusia.

Kelucuan buatan tentu menjadi sebuah tanda dari senja kala lawakan Indonesia. Sebuah cerita dipaksakan untuk ditertawakan. Misalnya, sok-sokan mengkritik pemerintahan tapi tidak “sampai” dan terus dipaksakan, dan masyarakat diwajibkan memahaminya sebagai kritik — sekalipun tidak ada kritik yang jelas.

Semua dijalankan berdasarkan keadaan yang sedang terjadi. Topik yang dibahas pun mengikuti selera masyarakat. Tidak ada tujuan yang jelas dari penyelenggaraan sebuah acara kecuali mencari rating setinggi-tingginya.

Akibatnya, tanggung jawab untuk mengedukasi masyarakat tidak ada. Bagi pencipta lawakan bermutu rendah ini, masyarakat tidak perlu diajari. Masyarakat hanya perlu dimanfaatkan untuk mendapat keuntungan.

Ah sudahlah, capek membahas komedi Indonesia. Niat mau melakukan analisis, jadinya malah nyinyirin saja. Itu tidak bijak, menurut hati nurani saya.

Oleh karenanya, daripada menjelek-jelekkan komedi masa kini, lebih baik saya bagikan sebuah serial komedi zaman dahulu. Agar pembaca dapat merasakan sebuah lawakan yang jujur, yang tidak dibuat-buat.

Kami berikan sebuah serial komedi zaman dahulu: lawakan Mat Solar Bajaj Bajuri. Serial komedi yang, walaupun terdapat tawa buatan, tetapi tawa tersebut tidak hadir untuk menertawakan lelucon yang dibuat.

Written by Permadi Suntama

Pengamat sepakbola Jepang. Sering nonton bola lewat live score.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

uget uget - CN-235 Tetuko- Pesawat Pribumi Pertama

CN-235 Tetuko: Pesawat Pribumi Pertama

uget uget - Pesta Pernikahan Unik Ala Game Balap Mobil

Pesta Pernikahan Unik Ala Game Balap Mobil