Lautan Kupu-Kupu Di Cakrawala Biru, Indah Banget Deh
Sumber gambar: haikudeck.com
in

Lautan Kupu-Kupu Di Cakrawala Biru, Indah Banget Deh

UGETUGET | Sejauh mata memandang, pernahkah teman-teman melihat lautan kupu-kupu?

Ada yang berwarna hitam dan oranye. Mereka semua berterbangan, indah sekali!

Lautan itu berisi monarch butterfly alias kupu-kupu raja yang sedang bermigrasi.

Mari Terbang!

Terbayang nggak, jutaan kupu-kupu raja terbang bersama di angkasa?

Ketika sedang beristirahat, mereka bertebaran menutupi tanah dan pepohonan di hutan. Kupu-kupu ini sedang bermigrasi. Mereka meninggalkan habitat atau tempat asalnya untuk mencari tempat yang lebih nyaman.

“Musim dingin yang panjang akan datang,” cerita Mofly, sang ratu kupu-kupu.

“Kami harus terbang dari Kanada dan berbagai daerah di belahan utara Amerika menuju hutan Oyamel di Meksiko.”

“Di sana akan ada pesta nektar!”

Ketika bermigrasi Mofly dan teman-temannya harus terbang lebih dari 3.000 km ke tempat yang belum mereka kenal.

Meraka kok nggak takut kesasar?

Tentu saja, tidak. Mereka memanfaatkan matahari untuk menentukan arah.

Migrasi musim gugur berawal di akhir Agustus dan berakhir sekitar bulan November dan Desember. Selama empat bulan kemudian, kupu-kupu raja akan menutupi pepohonan di hutan itu.

Kupu-Kupu Bermental Berani

Seekor kupu-kupu Monarch Raja
Sumber gambar: lifestyle.okezone.com

Mofly dan teman-temannya mengepakkan sayap mereka yang indah. “Hati-hati dengan badai dan burung-burung pemangsa!” ujarnya.

Selama bermigrasi, kupu-kupu raja memang harus menghadapi aneka bahaya dan tantangan. Banyak di antara mereka yang tertabrak mobil ketika melintasi jalan raya. Tak jarang mereka mati kelelahan.

Di Meksiko, ribuan dari antara mereka akan mati karena perubahan suhu, angin kencang, dan salju yang menyelimuti.

“Kami adalah kupu-kupu pemberani!” seru teman-teman Mofly. Mereka tidak takut, meskipun akhirnya hanya 40-60% kupu-kupu yang masih tetap hidup.

Selama bermigrasi, kupu-kupu raja mengambil nektar dari bunga-bunga yang dijumpai sepanjang jalan. Nektar adalah cairan manis yang dihasilkan bunga-bunga untuk membuat madu.

Nektar itu memberikan karbohidrat sehingga mereka punya cukup tenaga untuk terbang jauh. Maklum, setiap hari mereka harus terbang sejauh 80 km dengan kecepatan 20 km per jam.

Ketika malam tiba, kupu-kupu memang diam. Dan tahu nggak bahwa mereka tidak bisa menutup mata, karena memang tidak punya kelopak mata.

Pesta Pora di Musim Semi

Kupu-kupu raja senang bergantung di pepohonan. Mereka melindungi dari suhu yang terlalu dingin, bersembunyi dari burung-burung pemangsa, serta berlindung dari hujan dan salju yang bisa datang sewaktu-waktu.

Mereka nggak makan apapun. Cadangan lemak di tubuh mereka cukup untuk persediaan makanan selama tinggal di hutan.

“Oh, musim semi telah tiba! Lihat, bunga-bunga bermekaran!” sorak Mofly.

“Saatnya pesta nektar!”

Teman-teman Mofly pun berpesta pora memakan nektar di dalam bunga-bunga. Kupu-kupu raja membutuhkannya sebagai cadangan tenaga untuk pulang. Mereka menyimpan cadangan tenaga itu dalam perut mereka.

Akhir bulan Maret adalah waktu untuk pulang. Mofly dan teman-temannya harus kembali ke rumah mereka di Kanada dan daerah Amerika Utara lainnya. Di sana, mereka akan melanjutkan kehidupan metamorfosis sebagai kupu-kupu raja.

“Selamat tinggal, Oyamel! Selamat tinggal Meksiko!” Mofly dan teman-temannya pun terbang kembali, menghiasi indahnya langit biru.

Written by Arief

Kedamaian batin dan ketenangan pikiran adalah segalanya.

Wordpress 5.0 Telah Dirilis, Jangan Takut Dengan Guttenberg

WordPress 5.0 Telah Dirilis, Jangan Takut Dengan Guttenberg

Manfaat Kontak Kulit Mama Dengan Bayi Usai Persalinan

Manfaat Kontak Kulit Mama Dengan Bayi Usai Persalinan