Update

Kurangi Angka Obesitas, Negara Ini Larang Restoran Cepat Saji Dibuka Radius 400 M dari Sekolah

UGET UGET – Restoran cepat saji semakin menjamur di mana-mana. Tak hanya di kota, kini restoran cepat saji mulai merambah hingga daerah-daerah semi urban. Restoran cepat saji juga mudah ditemukan di daerah yang strategis, seperti dekat dengan kampus, sekolahan, bandara, hotel, mall, stasiun, pusat perbelanjaan, dan lainnya. Karenanya anak-anak sekolah dan mahasiswa makin lekat dengan makanan cepat saji.

Anak sekolah biasanya identik dengan gaya hidup yang serba instan. Rasa malas, tidak bisa memasak, pendeknya jam istirahat, makanan cepat saji yang terlihat lebih enak daripada makanan yang dijual di kantin, pun harganya yang cukup terjangkau menjadi beberapa alasan mengapa mereka lebih memilih membeli makanan cepat saji. Karenanya banyak restoran cepat saji menyasar anak sekolahan sebagai calon pembelinya.

Kurangi Angka Obesitas, Negara Ini Larang Restoran Cepat Saji Dibuka Radius 400 M dari Sekolah

Sumber gambar: lifestyle.okezone.com

Sayangnya, kondisi ini menimbulkan berbagai masalah kesehatan bagi anak. Makanan cepat saji (junkfood) mengandung banyak kalori dan lemak. Terbiasa makan seperti ini sama saja dengan menumpuk cadangan lemak dalam tubuh. Kondisi ini diperparah dengan lingkungan yang kurang memedulikan asupan anak. Biasanya guru tak sepenuhnya memperhatikan kecukupan gizi muridnya. Pun, anak-anak sedang berada di luar jangkauan pengawasan orang tua.

Masalah ini juga sering kita temui di sekitar. Banyak anak sekolah tingkat menengah pertama dan menengah atas kerap makan, nongkrong, hingga mengerjakan tugas di sana. Hal ini juga banyak terjadi di Inggris. Akibatnya anak dengan obesitas banyak ditemui di sana. Bahkan Inggris dianggap sebagai negara yang menyumbang tingkat obesitas pada anak terbesar di daerah Eropa Barat.

Karenanya, dilansir liputan6.com (23/4), dalam rangka mengatasi obesitas pada anak, kelompok dokter terkemuka di Inggris yang tergabung dalam The Royal College of Paediatrics dan Child Health, mendesak menteri Inggris untuk melarang restoran cepat saji dibuka dalam radius 400 meter dari sekolah pada 22 April kemarin.

Tak dipungkiri, orang akan mencari makan yang dekat dengan area sekolahnya. Saat jam istirahat, atau saat bubaran sekolah menunggu waktu ekstrakurikuler tiba, restoran cepat saji menjadi pilihan. Apalagi pelayanan dalam resto cepat saji mengutamakan efisiensi sehingga tak akan memakan banyak waktu hingga makanan tiba. Nah, bagaimana dengan Indonesia? Akankah pemerintah kita memberikan perhatian pada masalah ini?

Bagikan artikel ini:

Leave a Comment

Pingin konten seru tiap hari?

Dapetin konten menarik di emailmu

Makasih bro, tunggu konten dari kami ya

Ada kesalahan, coba ulangi lagi