Ladyboy Thailand Tetap Harus Jalani Wajib Militer
Sumber gambar: www.matichon.co.th
in

Ladyboy Thailand Tetap Harus Jalani Wajib Militer

UGET UGET – Thailand memang terkenal dengan ladyboy yang cantik-cantik. Ya, ladyboy adalah sebutan untuk para transgender, yakni laki-laki yang berpenampilan seperti perempuan. Negaranya cukup toleran terhadap keberagaman gender, sehingga kehadiran mereka lumrah diterima di sana. Namun ternyata ladyboy tetap tak boleh lepas tanggung jawab dari wajib militer lho guys.

Seperti diketahui, Thailand menjadi salah satu dari sekian banyak negara yang mewajibkan kegiatan satu ini. Wajib militer atau wamil biasanya diperuntukkan bagi pria, yang berusia antara 18 – 27 tahun untuk menyandang senjata dan menjadi anggota tentara dan mengikuti pendidikan militer guna meningkatkan ketangguhan dan kedisiplinan orang itu sendiri (wikipedia.com). Nah lalu bagaimana dengan ladyboy?

Mereka terlahir dengan tubuh laki-laki sehingga bagaimana pun tetap harus menjalani kewajiban ini. Dilansir tribunnews.com (10/4), ketika memasuki usia 21 tahun, para ladyboy tetap harus memenuhi panggilan wajib militer. Jadi meskipun penampilan mereka telah berubah, tetap saja peraturan tak boleh dilanggar.

Kabarnya semua yang tercatat lahir berjenis kelamin laki-laki harus memenuhi panggilan negara. Nantinya mereka akan diperiksa oleh dokter di sana, apakah akan mendapat toleransi pengurangan waktu wamil ataukah tidak. Biasanya mereka yang sudah melakukan perubahan pada tubuhnya berupa operasi payudara atau kelamin akan mendapat pengurangan waktu tugas. Sedangkan yang masih berpenampilan seperti pria tetap harus menjalani wamil selama dua tahun.

Meskipun fisiknya sudah seperti perempuan, tetap saja tenaga mereka setara laki-laki. Sehingga kewajiban ini tak ditiadakan untuk ladyboy. Karenanya banyak ladyboy di sana yang mengeluhkan hal ini. Banyak dari mereka yang merasa terdiskriminasi atas keputusan itu. Sehingga tak jarang dari mereka stress, bahkan berniat bunuh diri.

Sebenarnya hal yang mereka takutkan adalah akan dipermalukan di depan umum. Jelas di antara para laki-laki, mereka takut mendapat cemooh, godaan, bully-an, ejekan, atau tindakan yang perendahan lainnya. Mereka mungkin juga tak terbiasa melakukan tugas berat.

Secara fisik sudah berbeda. Belum lagi kalau nanti harus latihan fisik yang menuntut mereka untuk telanjang dada, dan lain sebagainya. Atau mungkin juga menimbulkan ketidaknyamanan bagi pria tulen yang harus sekamar dengannya. Namun yang namanya peraturan tetaplah harus dijalani selama itu masih berlaku.

Lagi pula Thailand sudah cukup toleran akan keberadaan transgender. Nampaknya tak ada salahnya mengikuti wamil. Hanya saja ada pengecualian tertentu, di mana mereka tetap harus diperlakukan seperti wanita. Lagi pula inti wamil itu kan untuk meningkatkan ketangguhan dan kedisiplinan, jadi tak ada masalahnya diterapkan untuk ladyboy.

Sumber gambar: www.matichon.co.th

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Menonton Konser Bisa Jadi Moodbooster Andalan

Menonton Konser Bisa Jadi Moodbooster Andalan

Soft Drink Dipercaya Petani India Ampuh Singkirkan Hama Tanaman

Soft Drink Dipercaya Petani India Ampuh Singkirkan Hama Tanaman