in

Kutipan Dialog Film D.P.O yang Menohok

Sumber gambar: hot.detik.com

UGETUGET – Film dan kutipan dialog film yang diproduksi oleh Gatot Brajamusti selalu dinanti-nanti oleh para penggemar setianya. Para penggemar ini menamakan diri sebagai “Sahabat Azrax”. Azrax diambil dari sebuah judul film besutan beliau, yaitu “Azrax Melawan Sindikat Perdagangan Wanita”.

Tak perlu ditanya siapa yang menjadi tokoh utama (Azrax) di film itu, tidak lain dan tidak bukan adalah Gatot Brajamusti, yang sering tenar dengan nama Aa Gatot. Ingin mengulang kesuksesan Azrax, produser film ini kembali merilis sebuah film dengan genre yang sama.

Akhirnya, seperti yang diketahui Sahabat Azrax dan khalayak umum, Gatot Brajamusti merilis sebuah film yang tak kalah fenomenal dengan Azrax pada bulan September 2016. Film itu berjudul “D.P.O Detachment Police Operation”. Film ini menggandeng banyak aktor dan aktris, seperti Torro Margens, Afdhal Yusman, dan Nabila Putri.

Untuk menggarap film ini, Aa Gatot memercayakan tugas suci nan mulia serta penuh prestise ini kepada LM Begant, sedangkan Rusli Richen dipercaya untuk menggarap skenario. Banyak sekali hal menarik dan unik dari film ini. Salah satunya adalah dialog. Ada beberapa kutipan dialog film Aa Gatot ini yang menohok.

Simak lima kutipan dialog film fenomenal dalam “D.P.O Detachment Police Operation” ini.

1. “Jangan bunuh dia, Ayah, dia itu penegak hukum”

Dialog tersebut diucapkan oleh Oliver saat Satam menyuruh anak buahnya untuk mengeksekusi David. Satam adalah seorang gembong kriminal asal Thailand. Karakter ini diperankan oleh Torro Margens. Sedangkan, watak dan karakter Oliver sangat berbeda dengan ayah dan adiknya. Ia cenderung pasifis dan hatinya sangat lemah lembut.

Kalimat itu sebenarnya sangat multimakna. Apakah jika David bukanlah seorang penegak hukum, ia pantas dibunuh? Pada akhirnya, tokoh David dieksekusi secara dramatis.

2. “Kapten, Rawa Keling adalah area slum. Sebaiknya kita memeriksa kampung itu siang hari”

Autentik! Karakter Julie yang diperankan oleh Nabila Putri adalah tokoh yang mengucapkan kalimat tersebut. Sungguh orisinal dan membuka mata batin para sineas Indonesia: bahwa penjahat berkeliaran justru pada siang hari, bukan pada malam hari. Sungguh sumbangan yang berharga bagi perfilman Indonesia.

3. “Capt, terlihat tiga orang preman memakai baju bebas mondar-mandir di sekitar pedagang. Kita harus memperingatkan warga sipil untuk menghindar”

Entah satire atau tidak. Tetapi sejak kapan preman memakai seragam? (Atau memang sudah ada?) Lagi-lagi dialog fenomenal ini diucapkan oleh Julie. Apakah karakter Julie ini memang dimaksudkan untuk mendobrak batas-batas klise dan tabu yang selama ini kita amini?

4. “Kita jangan sampai meninggalkan anggota lainnya, kita harus selalu bersama”

Dialog ini diucapkan oleh Sadikin, kapten tim elite bentukannya. Tidak ada aktor yang berkompeten untuk memerankan tokoh ini selain Aa Gatot. Kalimat yang diucapkannya terkesan biasa dan tidak istimewa. Dari ucapan tersebut penonton tahu bahwa Kapten Sadikin ternyata mementingkan kekompakan.

Tetapi, selang beberapa detik, Kapten Sadikin membagi timnya menjadi dua, dan menyuruh mereka untuk berpencar. Paradoks tingkat tinggi!

5. “Tenang, Anda semua tidak akan ditangkap. Anda hanya akan direhab”

Saat Julie mengucapkan kalimat tersebut, seketika saya teringat pahlawan masa kecil generasi ’90-an, yaitu Jiban. Tokoh Julie dengan sangat apik memberikan contoh bahwa penegak hukum harus memahami dan hapal undang-undang.

Lihatlah Julie, ia dengan sangat lugas mengutip Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Kejahatan Narkotika.

Written by Punkaz D. Singaraska

Suka dengan teori-teori konspirasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

uget uget - Mobil Murah Baru yang Tidak Murah

Mobil Murah Baru yang Tidak Murah

ugetuget.com - adegan film rambo

Adegan Film Rambo 4 yang Luar Biasa Keren