Kuliah di Luar Negeri Why Not

Kuliah di Luar Negeri? Why Not! Patut Diperjuangkan Demi Masa Depan

UGETUGET – Entah apa yang menjadi alasan masing-masing individu, tapi ketika ditawari untuk kuliah di luar negeri, apalagi gratis, tentu jarang sekali yang menolaknya.

Berkaca dari apa yang saya lihat dalam acara European Higher Education Fair (EHEF) di Jogja Expo Center (JEC), ratusan bahkan mungkin ribuan orang datang silih berganti ke acara tersebut. Saya rasa tujuan mereka sama, yaitu untuk mencari informasi tentang kuliah di luar negeri, khususnya di Eropa.

Dalam acara tersebut terdapat lebih dari lima puluh stan universitas dari Eropa yang siap memberikan informasi mengenai kuliah di sana, termasuk persyaratan, cara mendaftar dan biaya kuliah.

Setelah berbicara dengan beberapa penjaga stand dari universitas di Eropa, seperti University of Amsterdam, Leiden University, dan University of Westminster, yang terlintas dalam pikiran saya adalah kuliah di luar negeri itu tidak main-main, tetapi semua orang bisa memiliki kesempatan itu.

Kemudahan yang ditawarkan oleh kebanyakan universitas di Eropa untuk para pendaftar dari Indonesia adalah proses pendaftaran yang semuanya dilakukan via online. Pendaftar bisa langsung melihat website resmi universitas tersebut lalu mengunggah dokumen apa saja yang dibutuhkan.

Jangan lupa untuk belajar bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Hal ini mutlak diperlukan untuk memudahkan proses seleksi dan pembelajaran kita jika diterima di sana.

Mengenai beasiswa, dari hasil mengobrol saya dengan para alumni universitas di Eropa sana, kebanyakan dari mereka menyarankan untuk mendaftar di penyedia beasiswa jika ingin mendapatkan beasiswa yang full.

Sebagian besar, bahkan hampir seluruh universitas di dunia tidak menyediakan beasiswa full. Mungkin hanya sekadar potongan biaya kuliah atau keseluruhan biaya kuliah namun tanpa anggaran untuk biaya hidup.

Jika pendaftar menginginkan beasiswa penuh, termasuk biaya hidup dan akomodasi pulang-pergi dari negara asal ke negara tujuan, pendaftar dapat mencarinya di penyedia-penyedia beasiwa. Penyedia beasiswa tersebut seperti LPDP dari pemerintah Indonesia, Stuned dari pemerintah Belanda, YTB dari pemerintah Turki, atau Erasmus Plus yang didanai Uni Eropa.

Banyak jalan terbuka lebar untuk dapat belajar atau melanjutkan studi di luar negeri. Yang terpenting adalah kesungguhan niat dan tekat dibarengi dengan usaha yang tidak biasa. Jika memang ada kendala dengan bahasa asing, dalami dulu bahasa tersebut hingga kita benar-benar merasa mampu. Masih ada banyak waktu untuk generasi milenial. Selagi keinginan itu masih tetap tertanam di dalam diri kita.

Di Belanda, usia 35 tahun saja masih ada yang semangat mengambil gelar sarjana lho. Jangan sampai kita kalah semangat ya.

Sumber gambar: oxfordstudent.com

2

Yuk, Dapetin Konten Keren di Email

Kita pilihkan konten yang pasti kamu suka. Masukkan emailmu