Kuis Indonesia Berhadiah- Bisik-Bisik, Ingat? uget uget
Sumber gambar: pixabay.com
in

Kuis Indonesia Berhadiah: Bisik-Bisik, Ingat?

UGETUGET – Kuis Indonesia berhadiah: Bisik-Bisik tayang pada pukul 02.00 s.d. 04.00 WIB setiap hari Senin sampai Jumat di stasiun televisi TPI kala itu. Acara ini eksis di tahun 2007 hingga 2009.

Acara bertajuk kuis ini menyasar segmen penonton klasifikasi dewasa (D), yang dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) pasal 38, menyebutkan program siaran klasifiasi D hanya boleh disiarkan antara pukul 22.00 – 03.00 waktu setempat. Bila dilihat dari waktu tayang, kuis bersegmen dewasa tersebut jelas belum sesuai dengan jadwal siaran karena melebihi batas waktu tayang segmen D hingga satu jam.

Selain itu, tidak dapat dipungkiri bahwa orang akan tertarik dengan hadiah yang ditawarkan. Kuis Indonesia berhadiah ini memberikan beberapa reward yang menarik, seperti uang tunai Rp 1 juta dan empat buah handphone.

Pada kala itu handphone sejenis BB curve, handphone dengan performa 3G, bahkan 3,5G sudah tergolong mumpuni sehingga siapapun ingin memilikinya, tanpa peduli jam tayang yang nantinya menentukan segmen penonton. Faktor tersebutlah yang dirasa juga mendorong orang untuk mengikuti kuis tersebut, yang akan berbahaya apabila ditonton oleh anak-anak.

Kuis ini biasanya dibawakan oleh artis wanita yang memiliki tubuh seksi dengan paras cantik, seperti Rahma Azhari, Sarah Louisa, Yeyen Lidya, dan beberapa artis lainnya. Dalam kuis ini, presenter biasanya memberikan pertanyaan berupa pilihan ganda yang terbilang mudah.

Salah satu pertanyaan yang pernah diajukan, misalnya “Siapa presenter yang pernah menggugat cerai istrinya: a. Tantowi Yahya b. Helmi Yahya.” Pertanyaan yang diberikan pun tidak memberikan informasi yang mendidik juga hanya berkisar pada isu privat para artis.

Acara bertajuk kuis Bisik-Bisik dirasa melanggar UU Nomor 32 Tahun 2002 pasal 36 (5) poin b berbunyi, “Isi siaran dilarang menonjolkan unsur kekerasan, cabul, perjudian, penyalahgunaan narkotika, dan obat terlarang.”

Dalam program ini lebih mengarah pada unsur cabul. Ini ditunjukkan ketika kru Bisik-Bisik meminta Yeyen untuk memegang payudaranya. Pada awalnya Yeyen memang tidak bersedia, namun karena tuntutan profesi ia akhirnya menuruti kemauan kru. Perbuatan semacam itu dinilai tidak senonoh karena melanggar norma kesopanan dan kesusilaan.

Adegan tersebut secara langsung telah merendahkan kehormatan dan martabat perempuan di ruang publik. Keberadaannya hanya dipandang sebatas keindahan visual yang dapat dipertunjukkan, tanpa memerhatikan nilai moralnya.

Menurut P3SPS terkait prinsip-prinsip program faktual poin J memang tidak diatur secara rinci ketentuan yang mengarah pada seksualitas. Hal-hal yang disyaratkan hanya seputar;

  1. Kuis dan undian berhadiah harus diselenggarakan dengan adil dan peraturannya harus diberitahukan secara terbuka dan jelas kepada khalayak
  2. Tidak ada peserta yang terlebih dahulu memeroleh informasi tentang pertanyaan yang akan diajukan
  3. Dengan atau tanpa sponsor, lembaga harus bertanggung jawab atas semua kuis dan undian berhadiah yang disiarkan
  4. Jika sebuah kuis atau undian berhadiah menggunakan fasilitas telepon atau SMS, lembaga penyiaran harus memberitahukan dengan jelas biaya pulsa yang dikenakan.

(Sumber: klik di sini).

Ini pula yang menjadi kecenderungan suatu lembaga penyiaran hanya terfokus pada syarat teknis yang mengarah pada jenis program acara saja, tidak memerhatikan keseluruhan ketentuan tayangan, termasuk muatan/isi konten dan dampaknya pada penonton.

Kuis tersebut termasuk dalam tayangan yang mengeksploitasi seks. Eksploitasi seks menurut P3SPS ditunjukkan apabila lembaga penyiaran menyiarkan adegan tarian yang menurut akal sehat dapat dikategorikan sensual, menonjolkan seks, membangkitkan hasrat seksual, atau memberikan kesan hubungan seks.

Selain itu, eksploitasi seks ditunjukkan dengan menyiarkan program atau adegan yang dapat dipandang merendahkan perempuan menjadi sekadar objek seks.

Dalam kuis Bisik-Bisik tersebut presenter wanita Yeyen Lidya kerap kali diminta oleh kru secara terang-terangan untuk menari atau menggerakkan tubuhnya secara erotis di depan layar kaca. Yeyen kerap mempertontonkan adegan yang dapat membangkitkan birahi lelaki, seperti menjulurkan lidah, membelai tubuh, menyilangkan kaki hingga belahan paha terlihat, bahkan memegang payudaranya sendiri.

Dalam hal ini, presenter wanita benar-benar menjadi objek tunggal yang dipertontonkan tubuhnya secara eksploitatif, mulai dari penggunaan pakaian yang minim hingga aksinya yang dapat merangsang para lelaki.

Tak hanya secara visual, presenter juga secara aktif mengeluarkan kata-kata yang secara audio dapat membangkitkan fantasi lelaki. Kata-kata tersebut muncul ketika presenter Yeyen mengajak pemirsa untuk mengirim SMS BS kirim ke 9288 seperti, “Ayo kirim. Jangan tidur dulu. Bangun, semuanya bangun. Eh, apanya nih yang bangun?”

Selain itu, perkataan sensual lain yang pernah diucapkan Rachma Azhari seperti, “Demen liat yang melorot-melorot? Seneng? Dasar.. puas? Kendor nih,” sembari membetulkan tali pakaian sebelah kirinya. Adegan tersebut pada mulanya terjadi secara tidak sengaja, namun beberapa detik kemudian Rachma mengulangi adegan tersebut secara sengaja sembari bercanda.

Sumber gambar: pixabay.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

menikahi dua wanita sekaligus

Poligami : Menikahi 2 Wanita Sekaligus, Bolehkah Dalam Islam?

Wasit Sepak Bola Lucu Kecoh Pemain Sambil Giring Bola uget uget

Wasit Sepak Bola Lucu: Kecoh Pemain Sambil Giring Bola