Hati-hati Komentar Ngawur di Media Sosial Bisa Bahaya
Sumber gambar: theconversation.com
in

Hati-hati Komentar Ngawur di Media Sosial, Bisa Bahaya

UGET UGET Sering bermain-main di media sosial? Jika iya, kemungkinan kalian juga pernah menemukan komentar ngawur yang tidak jarang menunjukkan ketidaktahuan pelakunya. Hal ini sering kali membat orang lain geregetan dan justru menyerang balik sang pemberi komentar.

Kebanyakan orang menganggap apa yang dilakukan para komentator ngawur di media sosial itu hanyalah bentuk upaya mencari sensasi semata. Entahlah, tapi jika dipikir memang ada benarnya juga. Betapapun, orang sering mendambakan sensasi yang tertuju pada dirinya. Padahal, belum tentu sensasi itu bermuatan positif.

Hebatnya, mereka yang senang mencari sensasi itu justru memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Tentu saja mereka tidak peduli dengan sindiran dan nyinyiran negatif orang lain tentangnya. Yang terpenting adalah bisa menjadi pusat perhatian. Tidak perlu berbicara soal salah atau benar, faktanya memang ada banyak orang-orang seperti itu di dunia ini.

Bukan hanya masalah sensasi saja, komentar ngawur itu terkadang justru mencerminkan ketidaktahuan si penulis komentar. Komentarnya ditulis hanya berdasarkan keyakinannya saja, bukan berdasar fakta yang ada. Pada akhirnya, bisa jadi banyak orang yang justru menyerangnya.

Banyak orang tidak berpikir panjang saat menulis komentar. Itulah mengapa komentar tersebut menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Hal ini harus dihindari dan jangan sampai kita ceroboh melakukannya. Mengingat etika bermedia sosial yang baik itu perlu.

Kita juga harus belajar bagaimana cara menyampaikan apa yang ingin kita sampaikan. Bukan hanya karena alasan di atas, terkadang komentar yang tidak tepat juga bisa berasal dari maksud yang tidak sampai, hingga mengakibatkan sebuah kesalahpahaman.

Misalnya saja yang tadinya hendak bercanda, tetapi karena maksud dan pengungkapannya tidak sampai, hal itu diterima dan ditanggapi secara negatif oleh pihak lain. Mungkin saja karena pihak tersebut merasa tersinggung atau dirugikan. Untuk itu, sekali lagi, hati-hati saat berkomentar ngawur di media sosial.

Kita sudah seharusnya ingat satu hal, bahwa media sosial itu kita gunakan untuk menambah teman, bukan justru menambah musuh karena komentar-komentar negatif dan perdebatan yang tidak perlu. Rasanya terlalu keliru jika kita harus membeli sensasi dengan sebuah kedamaian. Bukankah begitu?

Sumber gambar: theconversation.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Jenis Vapor Alias Vape Bervitamin

Jenis Vapor Alias Vape Bervitamin

Selebrasi Gol Minta Gendong Favorit Punggawa Liverpool

Selebrasi Gol Minta Gendong Favorit Punggawa Liverpool