The Kite Runner Film Bersejarah yang Bikin Kangen Main Layang-layang
Sumber gambar: foto.metrotvnews.com
in

The Kite Runner: Film Bersejarah yang Bikin Kangen Main Layang-Layang

UGET UGET – Film bersejarah The Kite Runner adalah sebuah film Amerika yang diangkat dari novel karangan Khaled Hosseini dari judul yang sama. Film ini bisa dibilang film lama karena sudah dirilis sejak akhir tahun 2007 silam.

Tapi jangan salah, film ini bukan sembarangan film. Ceritanya diadaptasi dari sebuah kisah nyata yang dikombinasikan dan dibumbui fiksi agar lebih menggigit. Hasilnya, peristiwa sejarah bisa dikemas dengan apik dalam sebuah cerita tentang layang-layang.

Terlepas dari cerita sejarah yang ada di dalamnya, The Kite Runner mengisahkan tentang festival layang-layang di Kabul, Afghanistan zaman dulu. Sebuah festival dan perlombaan turun temurun yang bermakna bagi masyarakat sana pada masanya.

Dalam festival layang-layang itu, ratusan atau bahkan mungkin ribuan layang-layang memenuhi langit Kabul. Mereka berlomba-lomba saling memutuskan benang layang-layang milik orang lain. Sebanyak-banyaknya dan yang bertahan paling akhir di langit adalah pemenangnya. Layang-layang terakhir yang diputus (runner-up), dianggap sebagai hadiah atau trofi berkelas dalam perlombaan itu.

Hassan, salah satu tokoh inti dalam film tersebut adalah seorang anak kecil yang pandai mengejar layang-layang. Dia bahkan tahu di mana layang-layang itu akan jatuh ke tanah nantinya.

Dalam suatu perlombaan juga, Hassan dengan pandainya membaca arah angin dan berhasil mendapatkan layang-layang terakhir yang jatuh dalam perlombaan itu. Layang-layang itu dia persembahkan untuk Amir, majikan sekaligus teman baiknya.

Cerita tentang Hassan, Amir, dan festival layang-layang itulah yang mampu mengingatkan saya tentang permainan layang-layang lagi. Pasti seru sekali kalau sekarang ada perlombaan seperti itu di Indonesia. Tapi, festival saja sudah jarang. Mungkin hanya sekadar unjuk bentuk dan model saja. Bukan perlombaan memutus benang itu. Ah, jangankan di Indonesia, di negara Afghanistan sendiri saja sudah tidak ada.

Lagi pula anak-anak saat ini bisa jadi lebih senang bermain di depan komputer atau gadget dari pada menggerakkan tangannya untuk mengulur benang layang-layang dan juga menengadah melihat layang-layang. Pun untuk berlari bersama di tanah lapang. Sayang sekali. Mereka melewatkan permainan yang mengagumkan ini.

Mungkin saja kalau mereka melihat film The Kite Runner, mereka jadi ingin bermain layang-layang. Seperti saya yang ingat masa kecil dulu karena film itu. Melihat layang-layang dengan bentuk yang beraneka ragam terbang menyaingi burung-burung di langit.

Sumber gambar: foto.metrotvnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Lagu Terbaru dari RAN “Melawan Dunia” Membuat Semangat dalam Menjalani Hidup

Lagu Terbaru dari RAN “Melawan Dunia” Membuat Semangat dalam Menjalani Hidup

Quotes Inspiratif dari Pemain Sepak Bola yang Bisa Memotivasi Kita

Quotes Inspiratif dari Pemain Sepak Bola yang Bisa Memotivasi Kita