Kisah Sedih Si Pelamun Dan Transformasinya
Sumber gambar: famifi.com
in

Kisah Sedih Si Pelamun Dan Transformasinya

UGETUGET | Di desa yang damai dan indah dipandang mata, hiduplah sebuah keluarga dengan seorang anak yang bernama Ayep. Ayep adalah pemuda yang pendiam dan mempunyai kebiasaan melamun. Setiap harinya, ia tak pernah melakukan apa-apa, kecuali berangan-angan, melamun, dan bermimpi! Ia adalah si pelamun.

Ketika melihat Neneng, gadis pujaannya berjalan bersama Tatang si pemuda lain, ia seakan memperoleh wangsit. Ayep si pemalas berubah rajin. Ia pergi ke pancuran mengambil air, mengisi gentong sampai penuh. Lalu menyapu halaman sembari bersiul, dan mengirim makanan untuk sang ayah ke sawah.

Akan tetapi, ia kembali tenggelam dan hanyut dalam angan-angan.

Untung ada Jajang, keponakannya yang selalu mengingatkan Ayep, jika sedang melamun. Dasar Ayep, setiap melihat apa saja, ia langsung berandai-andai. Termasuk saat ia mau mengangkat belanga isi susu yang dibawakan Jajang. Ayep serasa melihat Bik Sami membawa ayam.

Muncul kembali lamunannya. Dalam lamunannya, Bik Sami ingin diajak tukar-menukar alias barter dengan susu.

si pelamun dan ayam
Sumber gambar: googlier.com

Kemudian, Ayep menggamit Ayam mengelilingi rumah, mencoba mencari tempat yang tepat untuk membuat kandang. Emaknya, Bu Undang menanyakan dari mana Ayep memperoleh ayam. Ia sibuk membuat kandang dan berusaha meyakinkan emaknya.

Bu Undang bangga melihatnya, karena jumlah ayam semakin banyak. Ayep dan Jajang sibuk memunguti telur-telur yang dihasilkan oleh ayam-ayam mereka. Mereka berdua kewalahan melayani pembeli.

Ayep berkeinginan menukar ayam dan kambing miliknya dengan sapi perah dan potong. Jajang semangat melihat perubahan pamannya.

Sapi yang mula-mula dua ekor kelamaan semakin banyak. Peternakan mereka semakin maju. Lagi-lagi, untuk kesekian kalinya Ayep melihat Neneng berjalan bersama Tatang. Ketika Neneng membalas senyumannya, seketika Ayep bangga sekali. Karena sakit hatinya pada Tatang terbalaskan.

Ayep kaget ketika melihat Neneng membawa susu yang dibelinya dari peternakannya. Kedekatan Ayep dan Neneng anak Pak Lurah itu menjadikan iri gadis-gadis lainnya. Malangnya, di saat mereka berpapasan muka dengan Tatang. Seketika, terjadilah perkelahian di antara mereka berdua.

Tiba-tiba Ayep merasa bajunya ditarik-tarik. Lagi-lagi, itu cuma karena lamunan. Ia disadarkan Bu Undang dari lamunannya itu.

Ibunya putus asa menghadapi Ayep. Susu yang dipegangnya tumpah. Ia menyesali lamunannya menukar susu di tangannya dengan ayam tak jadi kenyataan. Lagi-lagi Ayep mengerjap-ngerjapkan sepasang matanya kembali. Seakan ia tak percaya dengan apa yang terjadi.

Written by Arief

Kedamaian batin dan ketenangan pikiran adalah segalanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Resolusi Gawai, Harapan untuk Dua Ribu Sembilan Belas

Resolusi Gawai, Harapan untuk Dua Ribu Sembilan Belas

Inspirasi Awal Tahun 2019 dari 5 Wanita Sukses!

Inspirasi Awal Tahun 2019 dari 5 Wanita Sukses!