Kisah Heru Bertemu Dengan Anak-Anak Shaggydog
Sumber gambar: jogja.tribunnews.com
in

Kisah Heru Bertemu Dengan Anak-Anak Shaggydog

UGETUGET | Siapa yang tidak tau Heru Shaggydog? Pasti semua anak-anak muda pecinta musik Shaggydog tidak asing dengan nama itu kan?

Yap. Heru adalah seorang vokalis dari grup band beraliran ska yang bernama Shaggydog. Orangnya tentu saja keren dan macho.

Pria yang akrab disapa Heru atau Heruwa itu ternyata memiliki kisah yang sangat menarik dengan anak-anak Shaggydog lho, gaes. Bagaimana ia bisa berkumpul dengan anak-anak Shaggydog? Penasaran? Yuk mari kita coba lihat kisahnya.

Heru Shaggydog yang sedang duduk santai
Sumber gambar: beritagar.id

Bertemu di Sayidan

Saat kecil, Heru tak mendengarkan musik ska yang asli dari Jamaika. Ia justru mendengarkan Deep Purple, The Doors, dan Snoop Dogg. Ia bahkan akrab dengan grup breakdance The Electric Boongaloos saat demam joget jalanan ini melanda dunia.

Masa kecilnya di Pulau Dewata membuatnya terekspos dengan musik barat. Saat umur 8 tahun ia sudah kemasukan bermacam jenis musik.

Orang tuanya membuka usaha garmen di sana. Di luar rumah, ia langsung mendapat akses menuju daerah Kuta yang tak pernah sepi turis.

Kafe dan toko-toko di sana memperdengarkan beragam musik. Ia sering mendengarkan lagu-lagu yang diputar meskipun tak tahu siapa penyanyinya.

Pengetahuan musiknya berubah ketika keluarganya pindah ke Yogyakarta pada tahun 1996. Heru mulai tahu satu-persatu para pemusik yang pernah ia dengar lagunya.

Semua itu gara-gara pertemanannya dengan Bandizt (bassis dan pendiri Shaggydog) dan Raymond (gitaris Shaggydog). Mereka sama-sama sekolah di SMA Marsudi Luhur.

Heru bersama anak-anak Shaggydog sedang diwawancara
Sumber gambar: kapanlagi.com

Heru kerap mampir ke rumah Bandizt seusai sekolah. Di sanalah mereka berlatih musik memainkan lagu dari Netral hingga Nirvana.

Ia kemudian bertemu dengan Richard (gitaris), Lilik (keyboard), dan Yoyo (drumer). Lalu mereka sepakat untuk membentuk band yang bernama Shaggydog.

Selama dua tahun awal, mereka membawakan lagu band lain yang sudah ternama. Dan setelah itu, para penggemar mendesak mereka membuat lagu sendiri dan merilis album. Akhirnya Shaggydog meluncurkan album pertamanya pada tahun 1999.

Album itu ternyata langsung booming. Sebanyak 20 ribu kopi berhasil terjual lewat jalur indie, dari tangan ke tangan.

Shaggydog saat itu juga menangani sendiri hubungannya dengan para doggies. Heru mengenang setidaknya ada 10 lembar surat datang setiap harinya ke Doggy House (markas Shaggydog).

Shaggydog berusaha tak lupa diri dengan kesuksesan yang telah mereka raih. Doggyhouse Record, studio Shaggydog, juga mensponsori produksi dan rilis album band lain. Salah satunya, beberapa waktu lalu, band ska asal Jakarta Sentimental Moods.

Tahun sebelumnya, Doggyhouse Record juga memproduksi album V/A Doggy Barks #yang berisi kompilasi lagu Shaggydog bersama sejumlah grup band indie. Sangkakala, DPMB, Gerap Gurita, Summer in Vienna, FSTVLST, Indigo Moon, Serigala Malam, WVLV, Everyday, Morning Horny, Something Wrong, dan Rabu.

Meski menganggap ska paling pas, Shaggydog tak meninggalkan genre lainnya. Kita bisa mendapati jejaknya dalam lagu-lagunya yang diwarnai punk, jazz, rock, swing, reggae, dan bahkan dangdut.

Written by Rizky

Manusia Rock n Roll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Berbagai Hal Menarik Dari Cewek Gendut, Kamu Banget Nih

Berbagai Hal Menarik Dari Cewek Gendut, Kamu Banget Nih

Parmenides dan Filsafat Metafisikanya, Sang Logikawan Pertama

Parmenides dan Filsafat Metafisikanya, Sang Logikawan Pertama