Kiat Bernafas Saat Melahirkan Agar Rileks
Sumber gambar: themothersprogram.ca
in

Kiat Bernafas Saat Melahirkan Agar Rileks

UGETUGET | Pengalaman melahirkan tentu menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi Mama. Banyak yang berusaha mengatur nafas agar lebih tenang dan rileks.

Biasanya mama (calon mama) akan menggunakan pola pernafasan lambat pada saat proses persalinan berlangsung. Entah menggunakan teknik pernafasan dada atau pernafasan perut. Itu merupakan upaya agar mencapai kondisi yang lebih rileks.

Beberapa teknik pernafasan yang baik saat proses melahirkan:

  • Ketika sudah terjadi kontraksi, jangan malah gugup, namun coba tarik nafas yang dalam secara pelan-pelan lewat hidung. Kemudian dengan stabil keluarkan lewat mulut perlahan-lahan.
  • Saat menghembuskan nafas, buatlah otot-otot wajah dan seluruh tubuh rileks dan lemas agar tidak ada ketegangan. Bisa juga menghembuskan nafas dengan desahan yang panjang.
  • Saat sudah berada di tahap puncak kontraksi, fokuskan perhatian dan ingat agar melakukan pernafasan dengan stabil secara terus-menerus. Suami juga bisa membantu mengingatkan ketika Mama mulai bernafas dengan cepat.
mengatur nafas saat persalinan
Sumber gambar: rocketparents.com

Alternatif lain ketika pernafasan Mama terlalu cepat, maka lebih baik berhenti sejenak dan kemudian mengambil nafas yang dalam kemudian memperlambatnya.

Mama harus menjaga posisi bahu agar tetap pada posisi bawah, namun tetap rileks. Dada dan perut harus selalu rileks, jangan tegang, sebab ketika menarik nafas keduanya akan mengembung dan ketika menghembuskan nafas semuanya akan kembali normal.

Diharapkan tidak tergesa-gesa atau panik dalam bernafas. Sehingga perlu fokus untuk mengatur pernafasan agar lebih lambat temponya. Apalagi ketika sampai mengalami situasi terengah-engah akan mengakibatkan Mama mudah lemah serta mengurangi banyak asupan oksigen.

Hal itu akan menyebabkan hiperventilasi.

Perlunya mengatur nafas dikarenakan dapat menghasilkan karbon dioksida yang terlalu banyak. Hal ini dapat menyebabkan kepala cepat pusing dan rasa kesemutan pada jari tangan, jari kaki, dan wajah.

Kemudian jangan menahan nafas. Menahan nafas tidak hanya membuat kelelahan tetapi juga menghalangi Mama dan bayi untuk mengakses oksigen.

Ketika kontraksi selesai, beri tanda pada suami bahwa proses sudah selesai. Kemudian ambil nafas yang dalam dan hembuskan dengan mendesah agar rileks.

Written by Budi

Sehat selalu.

Makhluk-Makhluk yang Berumur Ratusan Juta Tahun, Apa Saja Sih?

Makhluk-Makhluk yang Berumur Ratusan Juta Tahun, Apa Saja Sih?

Air Terjun Goa Slandak Tempat Wisata Alam yang Masih Alami

Air Terjun Goa Slandak Tempat Wisata Alam yang Masih Alami