Kesetiaan: Apakah Dicintai Itu Mengikat Seseorang untuk Tidak Melirik yang Baru?
Sumber gambar: pixabay.com
in

Kesetiaan: Apakah Dicintai Itu Mengikat Seseorang untuk Tidak Melirik yang Baru?

UGET UGET – Kesetiaan bagi saya adalah permasalahan yang sensitif untuk dibicarakan. Mengingat begitu pentingnya peran kesetiaan itu sendiri dalam suatu hubungan.

Saat ini kita akan berputar-putar untuk membahas tentang cinta, dicintai, dan mencintai. Yang mana tiga hal itu menjadi dasar kita jika ingin berlayar dengan perahu kesetiaan.

Saya tidak akan mendeskripsikan cinta secara muluk-muluk, karena saya justru yakin kalian lebih tahu banyak tentang hal itu. Dan saya rasa tidak perlu pula dideskripsikan karena yang terpenting di sini kita dapat merasakan kehadiran cinta itu sendiri.

Baiklah, inti pertama tentang cinta dalam kesetiaan adalah pastikan dulu bahwa kehadiran cinta dalam hubunganmu dapat kamu rasakan.

Sekarang lebih jauh lagi, dari cinta menuju pada masalah dicintai. Seperti pertanyaan pada judul di atas, apakah dicintai itu mengikat seseorang untuk tidak melirik yang baru? Kalau saya ditanya, tentu saya akan menjawab tidak.

Untuk masalah kesetiaan, dicintai saja bukanlah sesuatu yang cukup kuat untuk bisa melepaskan kita dari “kenakalan” melirik yang baru. Ya, sekali lagi dicintai belumlah menjadi alasan yang kuat untuk tidak melirik yang baru.

Hati-hati dengan itu, karena bisa jadi ketenangan kita yang telah merasa cintanya diterima akan kandas jika si doi tidak memiliki rasa apapun untuk membalas cinta kita itu.

Tentu pada akhirnya kita akan berpikir tentang kesempurnaan cinta, yaitu dicintai dan mencintai yang menjadi satu paket dan tidak boleh dilepaskan. Itu jelas. Dan saya rasa sudah tidak perlu dibahas lebih lanjut lagi.

Semua orang juga tahu kalau kedua belah pihak sudah saling mencintai, maka semuanya akan sempurna. Dengan kata lain kesetiaan menjadi hal mutlak yang akan didapatkan.

Dari kata “saling mencintai” itulah sesungguhnya kita dapat melihat bahwa sebenarnya yang kita butuhkan untuk dapat setia dengan pasangan adalah dengan mencintainya. Ya, kuncinya hanya pada mencintai saja.

Dengan mencintai seseorang, kita akan menjaga hati untuk tidak memikirkan yang lainnya. Bahkan sekalipun cinta itu hanya terjadi sepihak saja. Mencintai sudah dapat menjadi alasan yang cukup untuk menjaga kesetiaan.

Saat kita benar-benar mencintai seseorang, kita akan dijaga untuk tidak melirik yang lainnya. Sekalipun mungkin cinta itu belum terbalaskan. Saya rasa memang begini, karena saat cinta bertepuk sebelah tangan, banyak orang sering berdoa untuk dihapuskan cintanya sebelum dia berkelana menuju hati yang lainnya. Itu artinya, tidak akan mungkin seseorang berpaling jika memang masih ada cinta di hati mereka.

Itu mengapa saya yakin bahwa sebenarnya jawaban dari sebuah kesetiaan itu terletak pada sebuah “aksi” seseorang yang mencintai orang lain, bukan dicintai. Karena sekuat apapun kita mengikat orang lain dengan cinta kita, tapi dia tidak mengikat dirinya sendiri untuk mencintai kita, maka semuanya akan sia-sia. Dan kesetiaan itu bisa jadi hal mustahil untuk kita dapatkan.

Intinya satu saja, pastikan dia mencintaimu, jika kamu menginginkan kesetiaan itu ada di hidupmu. Karena sebesar apapun cinta yang kamu berikan, belum bisa menjadi jaminan bahwa kamu akan memperoleh kesetiaan dari pasangan.

Sumber gambar: pixabay.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

#radioguemati Kampanye PRSSNI Matikan Siaran Radio Indonesia Swasta Jakarta Selama 15 Menit

#radioguemati: Kampanye PRSSNI Matikan Siaran Radio Indonesia Swasta Jakarta Selama 15 Menit

Reaksi Dunia Sepak Bola Terhadap Konflik Palestina dan Israel

Reaksi Dunia Sepak Bola Terhadap Konflik Palestina dan Israel