Kesepian Picu Penyakit Tak Kunjung Sembuh
Sumber gambar: www.vice.com
in

Kesepian Picu Penyakit Tak Kunjung Sembuh

UGET UGET – Saat sakit rasanya ingin sekali ada yang memperhatikan dan merawat kita. Saat tubuh tak mampu melakukan sesuatu, akan lebih menyenangkan apabila ada tangan dan tubuh yang setia membantu dan menopang ketidakmampuan kita. Bukan malah kesepian.

Para peneliti dari Rice University pun membuktikan bahwa kesepian dapat memperlambat proses pemulihan tubuh yang sedang sakit. Hal ini dipelajari berdasarkan uji coba yang dilakukan pada sekitar 159 orang berusia 18-59 tahun, yang hampir 60 % berjenis kelamin laki-laki. Peserta dinilai kesehatan psikologis dan fisiknya, bagaimana reaksi yang akan muncul saat diberikan obat tetes hidung dan dikarantina selama lima hari.

Sebelumnya mereka telah dikelompokkan berdasarkan demografi, jenis kelamin, dan usia. Ternyata benar, hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang kesepian cenderung lama untuk sembuh dari demam dan flu dibandingkan mereka yang tidak merasa kesepian.

Saya pun begitu, saat sedang sakit rasanya ingin ada yang datang menjenguk dan menguatkan. Atau sekedar memberikan doa lekas sembuh pun akan sangat berarti bagi saya yang sedang sakit. Kesendirian justru memicu perasaan galau dan sedih. Kunjungan sanak saudara yang penuh senda gurau pun seakan mampu mengusir sepi.

Beberapa di antara kalian tentu pernah merasakan atau menjenguk orang di Rumah Sakit. Biasanya saat di Rumah Sakit, pasien akan ditempatkan pada ruang-ruang privat yang begitu hening. Jarang orang bisa berkunjung sewaktu-waktu. Ini pun lantas membuat pasien merasa kesepian. Padahal untuk waktu-waktu tertentu, mereka pasti menginginkan ada yang datang saat jam besuk dibuka.

Penelitian tesebut membuktikan bahwa rasa sepi bisa memperparah sakit demam dan flu. Sekadar obat saja tidaklah cukup, perasaan senang dan optimisme perlu terus menerus distimulus. Bahkan penelitian tersebut menunjukkan bahwa interaksi pasien di media sosial pun tidak berpengaruh secara signifikan terhadap proses penyembuhan. Saya setuju, sebab tiada yang lebih menenangkan daripada sebuah kehadiran.

Selanjutnya menurut Angie LeRoy dari Rice University, dikutip dari akun Instagram infowanita.id, penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa faktor-faktor psikososial seperti merasa ditolak, ditinggalkan, atau tidak memiliki ikatan sosial yang kuat pun dapat membuat orang merasa lebih buruk secara fisik, mental, dan emosional.

Ketika seseorang mengalami penolakan dan pembuangan, dia akan cenderung merasa tak dibutuhkan. Hidupnya berasa hambar dan sia-sia. Kehadirannya pun seringkali tak terhitung. Ini membuatnya semakin terpojok.

Ini berdampak besar pada kestabilan perasaannya. Kalau hati yang sudah tersakiti, emosinya menjadi tak stabil, kepercayadiriannya menurun, sehingga menjadi tak berselera untuk melakukan berbagai hal. Sebab perhatiannya akan tercurahkan penuh pada rasa sakitnya saja. Perasaan sedih pun akhirnya memicu berbagai macam penyakit.

LeRoy juga menegaskan kapanpun seseorang mengidap suatu penyakit, kesepian adalah stressor yang membuat penyakit tak kunjung sembuh. Maka dari itu, buatlah dirimu berharga untuk orang-orang di sekitarmu. Lakukan hal-hal yang sekiranya dapat terus memperluas jaringanmu, agar kamu tak lagi kesepian.

Sumber gambar: www.vice.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

coworking space

Apakah Ada Coworking Space di Bantul?

Pil Kentut Bikin Suara Kentut Merdu Dan Bau Kentut Harum Mewangi

Pil Kentut Bikin Suara Kentut Merdu Dan Bau Kentut Harum Mewangi