Sport

Kenapa Saya Benci Inter Milan: Alasan Penting

UGETUGET — Saya adalah satu dari sekian juta orang yang benci Inter Milan. Pertama-tama, perlu ditegaskan bahwa saya penggemar berat sepak bola, khususon Liga Calcio, dan klub favorit yang selalu saya tonton pertandingannya adalah AS Roma.

Yup, klub ibu kota yang selalu melahirkan legenda dengan kesetiaannya. Dari Attilio Ferarris sampai yang paling mutakhir: Il Capitano Francesco Totti. Roma dengan segala kesahajaannya yang unch banget itu telah menjadi bagian dari hidup saya.

Saya pertama kali kenal AS Roma di kelas empat sekolah dasar. Waktu itu, saya nonton televisi hitam putih di rumah tetangga. Niat awalnya mau nonton Saras 008, tapi karena yang punya tv sedang nonton bola, akhirnya saya juga ikut-ikutan nonton.

Tim yang bertanding adalah AC Milan melawan AS Roma. Sejauh yang saya ingat, skor akhirnya adalah 3-2 untuk kemenangan AC Milan. Pemain yang sering disebut oleh tetangga-tetangga saya yang berkumpul waktu itu adalah Kaka, yang namanya mirip dengan jajanan ciki di warung sekolah.

Tapi, karena saya ingin menonton serial Saras 008, saya jadi ngefans dengan Alexander Doni. Because, Alexander Doni hadir sebagai superhero pengganti Saras 008 yang awalnya ingin saya tonton.

Tidak! Alexander Doni bukanlah pahlawan dalam pertandingan tersebut. Itu tidak ada hubungannya. Kalau dia seorang pahlawan pertandingan, tentu Roma tidak akan kalah dari Milan. Dia bukan pahlawan di lapangan, tetapi pahlawan di hati saya. Sekali lagi, hanya di hati saya.

Alexander Doni menjadi pahlawan lantaran aksi-aksinya yang bisa membuat saya jadi lupa dengan Saras 008. Dia terbang menepis bola, meninjunya, dan melemparnya, seperti Saras yang sedang menghajar orang-orang jahat.

Sejak hari itu, saya jadi suka nonton bola. Hari itu pula, saya memutuskan untuk menjadi Romanisti jarak jauh. Saya mulai rajin ke rumah tetangga untuk sekadar nonton iklan pertandingan agar tahu kapan AS Roma bertanding. Tentunya, juga untuk nonton Saras 008 walaupun ini jadi prioritas kedua.

Sampai hari ini, saya tetap seorang Romanisti. Romanisti yang mulai benci Inter Milan. Yup, saya benci Inter. Kalau ngomongin sejarah, tentu Internazionale Milano dan Roma adalah rival yang saling bersahabat.

Tapi, kebencian saya nggak ada hubungannya dengan sejarah. Nggak ada hubungannya dengan rivalitas. Nggak ada hubungannya dengan Inter yang coba membajak pemain-pemain Roma. Kebencian saya terhadap Inter adalah kebencian yang disebabkan oleh duit.

Benar, duit memang bisa mengubah persahabatan, rivalitas, dan tentunya akal sehat. Gara-gara Inter ngalahin Roma 3-1, duit saya ilang. Dan gara-gara Inter nggak bisa ngalahin Bologna tadi malam, uang tiga juta yang sudah di depan mata melayang jauh.

Kalian tahu mengapa saya benci Inter Milan? Karena gara-gara klub itu, saya jadi salah tebak skor. Dan gara-gara salah, saya jadi nggak bisa tidur!

https://www.youtube.com/watch?v=uu1ZoUlO9k4

Sumber gambar: www.footyheadlines.com

Bagikan artikel ini:

Leave a Comment

Pingin konten seru tiap hari?

Dapetin konten menarik di emailmu

Makasih bro, tunggu konten dari kami ya

Ada kesalahan, coba ulangi lagi