Sport

Kenapa Indonesia Tidak Bisa Hebat Saat di Kuala Lumpur Malaysia?

UGETUGET – Kabar gembira bagi kita semua bahwa Indonesia akhirnya meraih medali perunggu pada cabang olahraga sepak bola. Bisa dikatakan cabang sepak bola ini adalah cabang olahraga yang paling kritis di SEA Games 2017 yang berlangsung di Kuala Lumpur Malaysia. Karena, tanpa medali emas pada cabang olahraga sepak bola, artinya sama saja meskipun suatu negara itu menjadi juara umum dengan perolehan medali emas terbanyak.

Cabang olahraga sepak bola menjadi kunci utama. Pertandingan Indonesia melawan Malaysia di babak semifinal merupakan pertandingan yang penuh dengan emosi dan ketegangan. Mengingat kedua negara ini sering berselisih paham mengenai berbagai macam aspek kehidupan seperti ekonomi dan budaya. Tentu saja harus diselesaikan secara sepak bola.

Indonesia melawan Malaysia

Indonesia sangat berhasrat mengalahkan Malaysia yang pada saat itu adalah tuan rumah. Ini adalah misi yang berat karena Malaysia tentu saja akan memiliki dukungan yang sangat besar berasal dari suporter mereka.

Pada pertandingan itu Indonesia sudah memegang kendali atas jalannya pertandingan. Ball Possession-nya mencapai 52% dan itu sangat menggembirakan. Berkali-kali Indonesia mampu menggempur dan mengepung pertahanan Malaysia, tetapi anehnya tidak ada satu gol pun tercipta.

Bahkan ketika pemain Indonesia dengan nomor punggung 10, Ezra walian, sudah berhadapan dengan kiper Malaysia, tetap saja gol tidak tercipta. Padahal, jika dilihat dari posisinya potensi gol sudah lebih dari 80%.

Dia sudah berhadapan dengan kiper Malaysia dan seharusnya langsung menembakkan bola ke gawang Malaysia. Dari sini ada sebuah catatan kecil untuk penyerang Indonesia: kita tidak akan pernah bisa menciptakan gol kalau tidak berani menembak.

Kalau kita bermain bola dan hanya memutar-mutar bola itu saja tanpa menembakkan ke gawang lawan, sampai Lebaran Kuda pun kita tidak akan bisa menciptakan gol. Hikmah yang bisa dipetik adalah: jika memang mau bermain bola maka harus berani untuk menembak untuk menciptakan gol.

Menembakkan bola ke gawang artinya memperbesar peluang terciptanya gol. Sepuluh tembakan ke gawang lebih baik daripada dua tembakan ke gawang. Jadi, ketika Ezra walian sudah berada di depan gawang Malaysia dan sudah tidak ada yang mengawal, maka itu adalah saat yang tepat untuk melesatkan tembakan ke gawang lawan, apa pun hasilnya apakah nanti akan tercipta gol atau justru melenceng Tetapi dia sudah berani untuk menciptakan peluang.

Indonesia melawan Myanmar

Karena Indonesia sudah tersingkir dan dikalahkan oleh Malaysia dengan skor 0-1, maka ada pertandingan perebutan posisi ketiga dengan hadiah medali perunggu. Di sini, Indonesia akan melawan Myanmar. Mungkin pertandingan ini tidak tegang dan saat emosi ketika Indonesia melawan Malaysia.

Videonya bisa di lihat di bawah ini.

https://www.youtube.com/watch?v=fPSG-oaMi00

Indonesia bisa mengalahkan Myanmar dengan skor yang cukup bagus yaitu 3 – 1. Dari sini kita bisa melihat perbedaan antara ketika melawan Malaysia dan ketika melawan Myanmar, meskipun sebenarnya kualitas Myanmar dan Malaysia hampir sama.

Yang tidak sama adalah tingkat emosi dan atmosfer pertandingan. Entah kenapa ketika Indonesia berhadapan dengan Malaysia akan selalu terjadi perang emosi dan atmosfer pertandingan yang kencang. Bahkan, pertandingan ini dijuluki sebagai El Classico di Asia Tenggara. Tanpa pertandingan kedua negara ini, maka perhelatan sepak bola di Asia Tenggara tidak lengkap.

Pada pertandingan Indonesia melawan Myanmar, Timnas bisa menciptakan beberapa peluang dan yang paling penting adalah semua gol tercipta melalui tendangan dari luar kotak penalti. Artinya, gol tersebut tercipta dari tendangan jarak jauh. Seharusnya Indonesia harus menciptakan banyak peluang dengan cara menembakkan bola-bola ke gawang lawan.

Sedangkan ketika Indonesia melawan Malaysia jarang sekali peluang tercipta karena sangat sibuk men-drible bola dan mencari titik tembak atau pun sudut tembak yang ideal. Bisa dikatakan bahwa dalam pertandingan sepak bola, jarang sekali seorang penyerang mendapatkan posisi tembak yang ideal karena ini adalah pertandingan nyata, bukan latihan sepak bola.

Kesimpulan

Jadi, kesimpulannya adalah harus berani menembakkan bola ke gawang lawan. Kalau takut menyia-nyiakan peluang, akan lebih rugi lagi jika peluang yang sudah didapat tersebut hilang begitu saja karena kebanyakan men-drible. Telah banyak sekali gol tercipta karena posisi tembak yang sulit, yang justru menciptakan gol spektakuler dan menjadi viral di media sosial. Kalau gol yang tercipta melalui posisi yang ideal dan mudah, maka nilai gol tersebut tidak sehebat tadi.

Meskipun Indonesia akhirnya kalah dari Malaysia, tetapi saya yakin Timnas Indonesia akan terus melakukan banyak perubahan dan perbaikan dari segi mental dan cara bermain. Saya di sini bukanlah seorang komentator sepakbola profesional tetapi saya memiliki opini tentang pertandingan sepak bola Indonesia di Sea Game 2017.

Sumber gambar: Bola.net

Leave a Comment

Pingin konten seru tiap hari?

Dapetin konten menarik di emailmu

Makasih bro, tunggu konten dari kami ya

Ada kesalahan, coba ulangi lagi