Kenaikan Harga BBM Sama Absurdnya dengan Rasa Cinta
Sumber gambar: bonsaibiker.com
in

Kenaikan Harga BBM Sama Absurdnya dengan Rasa Cinta

UGET UGET – Hai, selamat pagi. Sudahkah Anda mengisi bahan bakar kendaraan hari ini? Ada yang beda? Mungkin Anda sama seperti saya yang tak terlalu memperhatikan perbedaan kecil. Tetapi coba lihat sekali lagi, uang yang sama yang Anda keluarkan kemarin untuk membeli BBM non-subsidi dengan uang yang sama hari ini, BBM yang Anda dapat lebih sedikit.

Pekan ini merupakan kenaikan harga BBM non-subsidi setelah memang diperkirakan oleh para pelaku bisnis BBM sejak Februari lalu. Masalahnya tetap sama. Karena jumlah produksi minyak berkurang, sementara jumlah konsumsi semakin meningkat.

Bukan hanya di negara kita. Hampir di seluruh wilayah di belahan bumi ini pun mengalami kenaikan harga BBM. Sudah tentu, karena minyak mentah itu distribusinya dilakukan secara global, bukan lokal Indonesia.

Sehingga, tak patut kita menyalahkan pemerintah sepenuhnya. Mungkin yang patut disalahkan adalah para pelaku internasional, mulai dari jaringan perminyakan, dan pelaku pengelola minyak global, terutama perang yang tak selesai di daerah penghasil minyak. Semakin lama mereka berseteru, tentu semakin sedikit orang yang berani memasuki wilayah mereka untuk mengambil minyak.

Atau jangan-jangan ada pihak tertentu yang sengaja menimbun minyak? Ah, saya tak tahu. Masalah minyak memang terlihat agak absurd karena saking butuhnya orang-orang dengan minyak. Banyak hal bisa terjadi, namun yang jelas harga minyak terus meningkat.

Jika dipikir lebih mendalam, masalah minyak dan cinta itu sama saja. Sama-sama absurd. Dengan satu objek yang sama, kadang-kadang kita merasakan kenaikan dan penurunan kadar cinta yang tak bisa dijelaskan oleh mereka yang merasakan. Bagi mereka yang mengamati, mereka hanya bisa melihat gejala-gejala perubahan. Tapi tak sampai betul-betul paham mengapa cinta begitu absurd.

Absurditas cinta juga terlihat bagaimana orang-orang dengan buta memilih pasangan. Jika kita yang mengamati, tentu tidak patut orang dengan paras cantik memilih lelaki dengan paras apa adanya. Tapi toh tetap terjadi.

Hanya merekalah yang menyelami cinta yang mengerti rajutan cinta yang terlihat absurd. Sama saja dengan minyak. Hanya merekalah yang ikut menggali, memproduksi minyak serta peperangan yang tahu. Jangan salahkan siapa-siapa jika kau bukan pencinta.

Sumber gambar: bonsaibiker.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Membaca Kode PDKT, Ini Tandanya Kalau Doi Tak Serius Denganmu

Membaca Kode PDKT, Ini Tandanya Kalau Doi Tak Serius Denganmu

Sebelum Merencanakan Jumlah Anak, Lebih Dulu Hitunglah Biaya Pernikahan

Sebelum Merencanakan Jumlah Anak, Lebih Dulu Hitunglah Biaya Pernikahan